Dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional 2026, MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Jatiroto, Lumajang, menggelar Sayembara Berhadiah yaitu Karya Tulis khusus siswi. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam mengembangkan budaya literasi sekaligus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan kreativitas, mengasah kemampuan berpikir kritis, dan menuangkan gagasan melalui tulisan.
Sayembara yang mengusung semangat berkarya ini menyediakan total hadiah sebesar Rp1.000.000. Terdapat tiga kategori lomba yang dapat diikuti para siswi, yakni puisi, opini, dan artikel.
Melalui kategori puisi, siswi diajak mengekspresikan perasaan, imajinasi, serta nilai-nilai kehidupan dalam rangkaian kata yang indah dan bermakna. Kategori opini menjadi wadah untuk menyampaikan pandangan, pemikiran, dan argumentasi terhadap berbagai persoalan. Sementara itu, kategori artikel mendorong peserta mengembangkan kemampuan menulis secara informatif, sistematis, dan berbasis gagasan.
Baca Juga
Terbitkan 16 Buku Ber-ISBN, Pengurus Yayasan Beri Apresiasi MTs Miftahul Ulum 2
Dari masing-masing kategori akan dipilih 10 karya terbaik. Dengan demikian, sayembara ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi dan penghargaan, tetapi juga diharapkan mampu membangun kepercayaan diri serta meningkatkan produktivitas literasi di kalangan siswi.
Jadwal Pelaksanaan
- Pengumpulan karya: 21–24 Oktober 2026.
- Pengumuman pemenang: 25 Oktober 2026.
- Pemberian hadiah: 26 Oktober 2026.
Penyelenggaraan sayembara ini merupakan bagian dari komitmen MTs Miftahul Ulum 2 dalam menumbuhkan budaya literasi di lingkungan madrasah. Kemampuan menulis menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan karena melalui tulisan, peserta didik belajar mengolah informasi, menyusun argumentasi, mengembangkan imajinasi, sekaligus menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab
Kepala MTs Miftahul Ulum 2, Husen, S.Pd.I., menyampaikan bahwa sayembara menulis ini merupakan salah satu ikhtiar madrasah dalam membangun budaya literasi sekaligus memberikan ruang aktualisasi bagi para siswi untuk mengembangkan potensi dan kreativitasnya.
“Melalui sayembara ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada seluruh siswi untuk berani menuangkan ide, gagasan, perasaan, dan pemikirannya dalam bentuk tulisan. Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa setiap anak memiliki potensi dan setiap gagasan memiliki nilai untuk dikembangkan,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan untuk memperoleh hadiah, tetapi mampu menumbuhkan kecintaan terhadap dunia literasi. Menurutnya, keterampilan menulis merupakan bekal penting bagi generasi muda untuk membangun pola pikir kritis, kreatif, komunikatif, serta mampu menyampaikan gagasan secara santun dan bertanggung jawab.
“Harapan kami, dari kegiatan sederhana ini akan lahir penulis-penulis muda yang produktif dan percaya diri. Jangan takut untuk mulai menulis, jangan ragu untuk berkarya. Teruslah membaca, belajar, dan mengembangkan kemampuan. Semoga sayembara ini menjadi langkah awal lahirnya tradisi literasi yang kuat di lingkungan madrasah,” pungkasnya.
Momentum Hari Santri Nasional juga menjadi kesempatan untuk meneguhkan tradisi keilmuan santri. Semangat membaca, menulis, dan berkarya merupakan bagian dari perjalanan panjang pendidikan pesantren yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda.
Melalui kegiatan ini, madrasah berharap semakin banyak siswi yang berani menunjukkan potensi, menghasilkan karya berkualitas, dan menjadikan menulis sebagai kebiasaan positif. Sebab, setiap karya memiliki nilai, setiap gagasan layak mendapatkan ruang, dan setiap tulisan dapat menjadi jejak pemikiran yang memberikan manfaat bagi sesama.
Ayo, siswi MTs Miftahul Ulum 2! Tunjukkan kreativitas, tuangkan gagasan, dan kirimkan karya terbaikmu!


