Dalam rangka memperkuat kedisiplinan dan membangun kesadaran siswa terhadap aturan yang berlaku, MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul Jatiroto Lumajang menggelar Sosialisasi Tata Tertib Madrasah dan Pesantren, Ahad (6/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembinaan peserta didik, khususnya dalam memberikan pemahaman yang utuh mengenai hak, kewajiban, larangan, serta tata tertib yang harus dipatuhi selama siswa berada di lingkungan madrasah maupun pesantren.
Sosialisasi dilaksanakan dengan melibatkan dua unsur yang memiliki peran berbeda. Tata tertib madrasah disampaikan oleh Tim Kesiswaan, sementara tata tertib dan tata cara kehidupan pesantren disampaikan oleh Pengurus Pesantren.
Baca Juga
Kasie Pendma Bekali Siswa MTs Miftahul Ulum 2 Bakid dengan Pendidikan Karakter dan Motivasi Belajar
Pada sesi pertama, Tim Kesiswaan memberikan penjelasan mengenai berbagai ketentuan yang berlaku di lingkungan MTs Miftahul Ulum 2 Bakid. Penyampaian tata tertib tidak hanya dimaksudkan untuk mengenalkan berbagai aturan, tetapi juga membangun kesadaran siswa bahwa kedisiplinan merupakan bagian penting dari proses pendidikan.
Siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menaati ketentuan madrasah, menjaga ketertiban, menghormati guru dan tenaga kependidikan, serta menunjukkan sikap yang mencerminkan karakter seorang pelajar madrasah.
Tata tertib diharapkan tidak dipandang semata-mata sebagai kumpulan larangan dan kewajiban, tetapi sebagai pedoman bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang tertib, aman, nyaman, dan kondusif.
Selanjutnya, Pengurus Pesantren menyampaikan tata cara dan ketentuan yang berlaku dalam kehidupan pesantren. Hal ini penting mengingat para siswa tidak hanya menjalani aktivitas pendidikan formal di madrasah, tetapi juga menjadi bagian dari lingkungan kepesantrenan.
Berbagai aturan dan kebiasaan dalam kehidupan pesantren perlu dipahami dan dilaksanakan secara konsisten. Mulai dari kedisiplinan mengikuti kegiatan, menjaga adab, menghormati pengasuh dan pengurus, hingga menjaga ketertiban serta kebersihan lingkungan pesantren.
Melalui penyampaian langsung dari pengurus pesantren, para siswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih jelas mengenai pola kehidupan dan budaya pesantren yang harus dijalani.
Sosialisasi tata tertib madrasah dan pesantren menjadi langkah strategis untuk menyamakan pemahaman antara siswa, madrasah, dan pesantren. Dengan pemahaman yang baik, penerapan aturan diharapkan tidak berhenti pada kepatuhan karena takut mendapatkan sanksi, tetapi tumbuh menjadi kesadaran dan kebiasaan positif.
Kedisiplinan pada akhirnya bukan sekadar datang tepat waktu, mengikuti aturan, atau menjalankan kewajiban. Lebih dari itu, disiplin merupakan proses membentuk sikap bertanggung jawab, mampu mengendalikan diri, menghargai orang lain, dan konsisten menjalankan sesuatu yang telah menjadi kesepakatan bersama.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara madrasah dan pesantren dalam membina peserta didik. Pendidikan di ruang kelas perlu berjalan seiring dengan pembentukan karakter dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui sosialisasi tersebut, MTs Miftahul Ulum 2 Bakid berharap seluruh siswa dapat memahami dan menjalankan tata tertib madrasah serta pesantren dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
Tata tertib bukan untuk membatasi langkah siswa, melainkan menjadi rambu-rambu agar proses belajar, bergaul, dan menjalani kehidupan pesantren dapat berlangsung secara tertib serta membentuk pribadi yang disiplin, berkarakter, dan berakhlak mulia.


