Rangkaian Festival Karya dan Seni MTs Miftahul Ulum 2 Bakid dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 memasuki hari ketiga. Sabtu (22/8/2026), kegiatan diisi dengan Lomba Presentasi Karya Seni Majalah Dinding (Mading) yang berlangsung di aula Madrasah Putri lantai 2.
Setelah sebelumnya para siswa menunjukkan kemampuan melalui Lomba Puisi Kemerdekaan dan Lomba Pidato Kemerdekaan, pada hari ketiga mereka ditantang untuk menampilkan kreativitas dalam bentuk karya mading sekaligus mempresentasikan hasil karya tersebut di hadapan dewan juri.
Lomba Presentasi Karya Seni Mading menjadi wadah bagi siswa untuk menuangkan ide, gagasan, informasi, dan kreativitas melalui media visual. Setiap kelompok mempersiapkan mading dengan berbagai unsur karya yang disusun secara kreatif dan menarik.
Tidak berhenti pada tampilan visual, peserta juga dituntut mampu menjelaskan konsep, tema, proses pembuatan, serta pesan yang ingin disampaikan melalui mading. Dengan demikian, kegiatan ini memadukan keterampilan seni, literasi, komunikasi, kerja sama, dan kemampuan berpikir kreatif.
Baca Juga
Hari Kedua Festival Karya dan Seni Diisi Lomba Pidato Kemerdekaan
Berbagai karya yang ditampilkan menunjukkan bahwa siswa memiliki cara yang beragam dalam menerjemahkan semangat kemerdekaan ke dalam sebuah karya. Mading tidak sekadar menjadi pajangan, tetapi menjadi media untuk menyampaikan pesan dan gagasan siswa tentang Indonesia, perjuangan, pendidikan, persatuan, dan semangat generasi muda.
Pembina Literasi Putri, Fathur Rahman, S.Pd.I., M.Pd., memberikan apresiasi terhadap kreativitas dan antusiasme siswa dalam mengikuti lomba.
Menurutnya, kegiatan mading memiliki nilai penting dalam pengembangan budaya literasi di madrasah karena siswa tidak hanya dituntut menghasilkan karya visual, tetapi juga harus mampu membaca, memilih informasi, mengolah gagasan, kemudian menyampaikannya kembali dalam bentuk yang menarik.
“Mading bukan sekadar menghias papan dengan berbagai tulisan dan gambar. Di dalamnya ada proses literasi. Anak-anak belajar mencari informasi, memilih informasi yang relevan, mengolahnya menjadi sebuah gagasan, kemudian menyajikannya dalam bentuk karya yang menarik,” jelasnya.
Fathur Rahman juga menilai bahwa sesi presentasi memberikan pengalaman tambahan yang sangat berharga bagi siswa.
“Yang menarik dari kegiatan ini adalah anak-anak tidak berhenti pada proses membuat karya. Mereka juga harus mampu menjelaskan apa yang mereka buat. Ini melatih mereka untuk berpikir, berbicara, dan mempertanggungjawabkan gagasan yang dituangkan dalam karya,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan karena literasi tidak cukup hanya dengan membaca dan menulis.
“Literasi hari ini harus lebih luas. Anak-anak perlu memiliki kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, berkomunikasi, dan menghasilkan karya. Mading menjadi salah satu media sederhana tetapi efektif untuk melatih semua itu,” ungkapnya.
Selain kreativitas individu, kegiatan ini juga mengajarkan pentingnya kerja sama. Proses menghasilkan sebuah mading membutuhkan pembagian tugas, mulai dari menentukan konsep, mencari dan mengolah informasi, membuat desain, menata tampilan, hingga mempersiapkan presentasi.
Melalui proses tersebut, siswa belajar bahwa sebuah karya yang baik lahir dari ide yang matang, kerja sama, ketelitian, kreativitas, dan keberanian untuk menyampaikan gagasan.
Presentasi di hadapan dewan juri juga menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum. Mereka dituntut mampu menjelaskan karya secara runtut, percaya diri, dan komunikatif.
Festival Karya dan Seni MTs Miftahul Ulum 2 Bakid dirancang tidak hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai ruang pendidikan yang menyenangkan bagi siswa.
Melalui kegiatan ini, semangat kemerdekaan diterjemahkan dalam bentuk kreativitas. Para siswa diajak menyadari bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam mengisi kemerdekaan melalui belajar, berkarya, berprestasi, dan menyampaikan gagasan positif.
Lomba Presentasi Karya Seni Mading menjadi bukti bahwa karya yang lahir dari tangan siswa dapat menjadi media untuk belajar banyak hal: mengembangkan kreativitas, memperkuat literasi, membangun kepercayaan diri, dan belajar bekerja bersama.
Rangkaian Festival Karya dan Seni MTs Miftahul Ulum 2 Bakid pun terus berjalan dengan penuh antusiasme. Setelah puisi, pidato, dan presentasi karya seni mading, kegiatan akan berlanjut pada cabang berikutnya sebagai bagian dari semarak memperingati HUT RI ke-81.
Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga tentang keberanian generasi hari ini untuk terus membaca, berpikir, berkarya, dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi masa depan.


