logo_mts192
0%
Loading ...

Hari Kedua Festival Karya dan Seni Diisi Lomba Pidato Kemerdekaan

Share the Post:

Rangkaian Festival Karya dan Seni MTs Miftahul Ulum 2 Bakid dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 berlanjut pada hari kedua. Kamis (20/8/2026), kegiatan diisi dengan Lomba Pidato Kemerdekaan yang berlangsung di Aula Putri.

Setelah pada hari pertama para siswa mengekspresikan semangat kemerdekaan melalui Lomba Puisi Kemerdekaan, hari kedua memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengasah kemampuan berbicara di depan publik melalui pidato bertema perjuangan, nasionalisme, persatuan, dan semangat mengisi kemerdekaan.

Lomba Pidato Kemerdekaan menjadi salah satu wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi sekaligus membangun kepercayaan diri. Para peserta tampil menyampaikan gagasan dan pesan kebangsaan dengan gaya masing-masing.

Di hadapan dewan juri dan peserta lainnya, siswa berusaha menampilkan kemampuan terbaik dengan memperhatikan aspek penguasaan materi, artikulasi, intonasi, ekspresi, gestur, serta keberanian dan ketepatan penyampaian pesan.

Suasana Aula Putri berlangsung semarak. Setiap peserta membawa pesan yang berbeda, tetapi memiliki benang merah yang sama: mengajak generasi muda untuk menghargai perjuangan para pahlawan dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif.

Usai seluruh peserta menyampaikan pidato, salah satu anggota Dewan Juri Wiwin Sugianto, S.Pd., memberikan evaluasi dan masukan sebagai bahan pembelajaran bagi para peserta.

Bqca Juga

Hari Pertama Festival Karya dan Seni Diwarnai Lomba Puisi Kemerdekaan

Menurut Wiwin, secara umum para peserta telah menunjukkan keberanian dan antusiasme yang baik. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang perlu terus ditingkatkan, terutama dalam hal penguasaan materi, artikulasi, intonasi, ekspresi, serta kemampuan membangun komunikasi dengan audiens.

“Secara umum anak-anak sudah berani tampil dan memiliki semangat yang baik. Ini merupakan modal yang sangat positif. Ke depan, yang perlu ditingkatkan adalah penguasaan materi dan bagaimana materi tersebut disampaikan dengan lebih terstruktur, jelas, dan meyakinkan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya latihan secara konsisten. Menurutnya, kemampuan berpidato tidak cukup hanya mengandalkan keberanian, tetapi harus dibangun melalui persiapan dan latihan yang berkelanjutan.

“Jangan hanya menghafalkan teks. Pahami isi yang disampaikan, sehingga ketika berbicara, peserta benar-benar memahami pesan yang ingin disampaikan. Dengan begitu, penyampaian akan lebih natural dan mampu menyentuh pendengar,” tambah Wiwin.

Evaluasi tersebut disambut sebagai bagian penting dari proses pembelajaran. Para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman berkompetisi, tetapi juga memperoleh masukan langsung yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan mereka.

Pembina Literasi Siswi MTs Miftahul Ulum 2 Bakid, Fathur Rahman, S.Pd.I., M.Pd menyampaikan bahwa lomba pidato merupakan bagian penting dalam pengembangan potensi siswa.

“Melalui lomba pidato ini, kami ingin memberikan ruang kepada anak-anak untuk berani berbicara, menyampaikan gagasan, sekaligus belajar menyampaikan pesan yang positif kepada orang lain,” ungkapnya.

Menurutnya, kemampuan berbicara di depan umum merupakan keterampilan yang akan sangat bermanfaat bagi siswa, baik dalam kehidupan di madrasah maupun di masa depan.

“Anak-anak tidak cukup hanya memiliki pengetahuan. Mereka juga harus mampu mengomunikasikan apa yang mereka ketahui dengan baik. Karena itu, keberanian tampil dan kemampuan berbicara perlu terus dilatih,” tambahnya.

Ia berharap para peserta dapat mengambil pengalaman berharga dari kegiatan tersebut.

“Jangan hanya mengejar juara. Jadikan kegiatan ini sebagai pengalaman untuk belajar, berani tampil, menghargai orang lain, dan terus memperbaiki kemampuan,” pesannya

Lomba Pidato Kemerdekaan menjadi bagian dari upaya madrasah untuk menghadirkan peringatan HUT RI yang edukatif dan bermakna. Pesan-pesan perjuangan dan nasionalisme disampaikan melalui suara generasi muda yang sedang belajar menemukan keberanian dan jati dirinya.

Kemerdekaan tidak hanya dikenang melalui sejarah, tetapi dihidupkan dalam gagasan dan tindakan. Para siswa diajak memahami bahwa tugas generasi sekarang adalah belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga persatuan, berakhlak, berprestasi, serta memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.

Hari kedua Festival Karya dan Seni berlangsung dengan semangat kompetisi yang sehat dan penuh antusiasme. Setelah Lomba Puisi dan Lomba Pidato, rangkaian festival akan dilanjutkan dengan cabang karya dan seni lainnya sebagai ruang bagi siswa untuk terus berkreasi, berprestasi, dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata.

Join Our Newsletter