logo_mts192
0%
Loading ...

Hari Pertama Festival Karya dan Seni Diwarnai Lomba Puisi Kemerdekaan

Share the Post:
Hari Pertama Festival Karya dan Seni Diwarnai Lomba Puisi Kemerdekaan

Rangkaian Festival Karya dan Seni Siswa MTs Miftahul Ulum 2 Bakid dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 resmi dimulai. Pada hari pertama pelaksanaan, Rabu (19/8/2026), kegiatan diisi dengan Lomba Puisi Kemerdekaan yang berlangsung di Aula Putri MTs Miftahul Ulum 2 Bakid.

Kegiatan yang mengusung semangat “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” tersebut dibuka langsung oleh Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Bakid. Pembukaan sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian Festival Karya dan Seni yang akan diisi dengan berbagai cabang kreativitas siswa.

Lomba Puisi Kemerdekaan memberikan ruang kepada para siswa untuk menuangkan gagasan, perasaan, dan kecintaan terhadap Indonesia melalui karya sastra. Dengan penuh penghayatan, para peserta membacakan puisi bertema perjuangan, kemerdekaan, nasionalisme, dan harapan terhadap masa depan bangsa.

Baca Juga

MTs Miftahul Ulum 2 Bakid Gelar Festival Karya dan Seni Meriahkan HUT RI ke-81

Satu per satu peserta tampil di hadapan dewan juri dan para siswa. Tidak hanya mengandalkan kemampuan membaca teks, peserta dituntut mampu menghadirkan penghayatan, ekspresi, artikulasi, intonasi, vokal, serta keberanian tampil.

Suasana Aula Putri pun berubah menjadi ruang apresiasi sastra. Setiap bait puisi yang dibacakan membawa pesan tentang perjuangan para pahlawan sekaligus mengajak generasi muda untuk memaknai kemerdekaan dengan cara mereka sendiri.

Waka Kesiswaan MTs Miftahul Ulum 2 Bakid, Muhammad Said Fadhori, S.Pd.I., menyampaikan bahwa Lomba Puisi Kemerdekaan tidak semata-mata ditujukan untuk mencari juara.

“Yang ingin kita bangun melalui kegiatan ini adalah keberanian anak-anak untuk tampil dan mengekspresikan apa yang mereka pikirkan dan rasakan. Puisi menjadi salah satu media yang sangat baik untuk menanamkan kecintaan kepada bangsa sekaligus melatih kepercayaan diri,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan seni di lingkungan madrasah memiliki nilai pendidikan yang kuat. Siswa belajar mengolah rasa, menyampaikan pesan, menghargai karya, sekaligus belajar menerima hasil kompetisi secara sportif.

“Menang atau kalah itu bagian dari proses. Yang paling penting anak-anak mendapatkan pengalaman, berani tampil, dan mampu memberikan yang terbaik. Dari proses seperti inilah karakter mereka dibentuk,” tambahnya

Hari pertama Festival Karya dan Seni menjadi pembuka dari rangkaian kegiatan yang akan dilanjutkan dengan berbagai cabang lainnya, yakni Lomba Pidato Kemerdekaan, Presentasi Karya Seni, Drama Kemerdekaan, dan Lomba Paduan Suara.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, MTs Miftahul Ulum 2 Bakid berupaya menghadirkan peringatan kemerdekaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga edukatif dan bermakna.

Lomba Puisi Kemerdekaan menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki cara tersendiri untuk meneruskan semangat perjuangan. Jika para pahlawan dahulu berjuang dengan pengorbanan, maka generasi hari ini dapat mengisi kemerdekaan dengan belajar, berkarya, berprestasi, dan menjaga persatuan.

Festival pun dimulai dengan kata-kata yang dirangkai menjadi puisi, tetapi pesan yang dibawanya jauh lebih besar: kemerdekaan harus terus dirawat melalui karya dan kontribusi nyata generasi muda.

Join Our Newsletter