logo_mts192
0%
Loading ...

Merawat Bumi: Refleksi Hari Bebas Kantong Plastik Internasional

Share the Post:

Oleh: Amang Phillips Dayeng Pasewang, S.Sos *)

Setiap tanggal 3 Juli, masyarakat dunia memperingati Hari Bebas Kantong Plastik Internasional (International Plastic Bag Free Day). Peringatan ini lahir dari keprihatinan terhadap meningkatnya penggunaan kantong plastik sekali pakai yang menjadi salah satu penyebab utama pencemaran lingkungan. Jutaan kantong plastik digunakan hanya dalam hitungan menit, tetapi membutuhkan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk terurai. Sebagian berakhir di sungai, laut, dan tanah, mencemari ekosistem serta mengancam kehidupan makhluk hidup.


Bagi umat Islam, persoalan ini sesungguhnya bukan hanya isu lingkungan, melainkan juga persoalan moral dan spiritual. Islam sejak awal telah mengajarkan bahwa kebersihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keimanan. Menjaga lingkungan bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi juga manifestasi ketaatan kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:


الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَان

“Kesucian itu adalah setengah dari iman.” (HR. Muslim)

Hadis ini sering dipahami dalam konteks bersuci sebelum beribadah. Padahal maknanya jauh lebih luas. Kata ṭahārah bukan hanya berarti membersihkan diri dari hadas dan najis, tetapi juga mencerminkan budaya hidup bersih dalam segala aspek kehidupan. Kebersihan badan, pakaian, rumah, tempat ibadah, sekolah, lingkungan, bahkan hati dan perilaku merupakan bagian dari kesempurnaan iman.

Tidak berlebihan jika para ulama menyebut Islam sebagai agama yang dibangun di atas fondasi kebersihan. Rasulullah SAW bersabda:

تَنَظَّفُوا بِكُلِّ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى بَنَى الإِسْلَامَ عَلَى النَّظَافَةِ، وَلَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلَّا كُلُّ نَظِيفٍ

Bersihkanlah segala sesuatu semampu kalian. Sesungguhnya Allah membangun Islam di atas dasar kebersihan, dan tidak akan masuk surga kecuali orang yang bersih.” (HR. Ath-Thabrani)

Perintah ini menunjukkan bahwa kebersihan bukan hanya urusan pribadi, tetapi juga tanggung jawab sosial. Rumah yang bersih, halaman yang tertata, masjid yang terawat, sekolah yang nyaman, jalan yang bebas sampah, hingga sungai yang tidak tercemar merupakan bagian dari peradaban Islam.

Sayangnya, realitas hari ini justru memperlihatkan hal yang sebaliknya. Sampah plastik memenuhi saluran air, menumpuk di tempat pembuangan, mengotori pantai, bahkan ditemukan di dasar lautan dan perut berbagai satwa. Plastik yang kita gunakan hanya beberapa menit ternyata meninggalkan dampak bagi lingkungan selama ratusan tahun. Persoalan ini lahir bukan karena kurangnya teknologi, tetapi karena lemahnya kesadaran.

Baca Juga

Membangun Madrasah Dimulai dari Membangun Guru

Al-Qur’an telah mengingatkan manusia agar tidak menjadi penyebab kerusakan di muka bumi. Allah SWT berfirman:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, supaya mereka kembali ke jalan yang benar.” (QS. Surah Ar-Rum: 41)

Ayat ini terasa semakin relevan di tengah krisis lingkungan global. Kerusakan alam bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya, tetapi merupakan konsekuensi dari perilaku manusia yang berlebihan dalam mengeksploitasi dan mencemari bumi. Karena itu, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk kembali menjaga amanah Allah sebagai khalifah di bumi.

Islam bahkan memberikan penghargaan yang sangat tinggi terhadap tindakan sederhana yang memberikan manfaat bagi orang lain. Rasulullah SAW menceritakan kisah seorang lelaki yang melihat sebatang dahan menghalangi jalan. Ia berkata:

“Demi Allah, aku akan singkirkan dahan ini agar tidak mengganggu kaum muslimin.” Maka Allah memasukkannya ke dalam surga. (HR. Muslim)

Hadis ini mengajarkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan memiliki nilai ibadah. Menyingkirkan sesuatu yang membahayakan orang lain dihitung sebagai amal saleh. Maka, memungut sampah plastik, membersihkan selokan, menanam pohon, menjaga sungai, atau mengurangi penggunaan plastik tentu memiliki nilai yang tidak kalah mulia apabila dilakukan dengan niat mengharap ridha Allah.

Lebih dari itu, Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ، نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ…

“Sesungguhnya Allah Maha Suci dan menyukai kesucian, Maha Bersih dan menyukai kebersihan…” (HR. Tirmidzi)

Allah mencintai kebersihan. Karena itu, seorang mukmin semestinya menjadi pribadi yang menghadirkan kebersihan di mana pun ia berada. Ia tidak membuang sampah sembarangan, tidak mencemari sungai, tidak membakar sampah yang merusak kualitas udara, serta membiasakan hidup sederhana dan tidak berlebihan dalam menggunakan sumber daya.

Hari Bebas Kantong Plastik Internasional hendaknya menjadi momentum untuk melakukan hijrah gaya hidup. Hijrah tidak selalu berarti berpindah tempat, tetapi juga berpindah dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan yang lebih baik. Dari budaya menggunakan plastik sekali pakai menuju penggunaan barang yang dapat dipakai berulang kali. Dari kebiasaan membuang sampah sembarangan menuju budaya memilah dan mendaur ulang sampah. Dari sikap acuh terhadap lingkungan menuju kepedulian yang nyata.

Madrasah, pesantren, dan keluarga memiliki peran strategis dalam membangun budaya tersebut. Pendidikan lingkungan harus dimulai dari hal-hal sederhana: membawa tumbler sendiri, menggunakan tas belanja kain, mengurangi kemasan sekali pakai, menjaga kebersihan kelas, merawat tanaman, serta membiasakan gotong royong membersihkan lingkungan. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan melahirkan karakter besar.

Pada akhirnya, menjaga kebersihan bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal akidah, akhlak, dan tanggung jawab sebagai khalifah Allah di muka bumi. Ibadah yang kita lakukan di masjid akan semakin bermakna apabila diwujudkan pula dalam kepedulian terhadap lingkungan. Sebab bumi yang bersih bukan hanya membuat hidup lebih sehat, tetapi juga menjadi warisan terbaik bagi generasi yang akan datang.

Mari jadikan Hari Bebas Kantong Plastik Internasional sebagai pengingat bahwa setiap kantong plastik yang berhasil kita kurangi, setiap sampah yang kita pungut, setiap pohon yang kita tanam, dan setiap lingkungan yang kita jaga adalah bagian dari amal saleh. Sebab Islam mengajarkan bahwa iman tidak hanya diucapkan dengan lisan dan dibuktikan melalui ibadah ritual, tetapi juga diwujudkan dalam kepedulian terhadap sesama dan alam semesta.

Menjaga kebersihan berarti menjaga iman. Merawat bumi berarti mensyukuri nikmat Allah. Dan mengurangi sampah plastik adalah ikhtiar kecil yang dapat menghadirkan manfaat besar bagi kehidupan.

*) Guru MTs Miftahul Ulum 2 Bakid

Join Our Newsletter