logo_mts192
0%
Loading ...

Hari Jum’at: Keutamaan, Sunnah dan Adanya

Share the Post:
Hari Jum'at: Keutamaan, Sunnah dan Adabnya

Oleh : M. Hasyim As’ari, SH*)

“Di antara hari-hari yang ada dalam seminggu, Allah SWT telah mengistimewakan satu hari yang penuh dengan berkah dan kemuliaan, yaitu hari Jumat. Hari ini dijuluki sebagai Sayyidul Ayyam atau pemimpin segala hari, karena di dalamnya terdapat waktu mustajab, amalan yang dilipatgandakan, serta berbagai kemuliaan yang tidak didapatkan pada hari-hari lainnya.

Mari kita telusuri bersama berbagai keutamaan dan fadhilah yang tersimpan dalam hari yang mulia ini, agar kita dapat memanfaatkannya sebaik mungkin untuk menambah keimanan dan ketakwaan.” Rasulullah ﷺ bersabda:

“خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ”

Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat.”(HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan betapa agung dan istimewanya hari Jumat dalam Islam. Hadits ini juga menjadi dorongan bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh, doa, dan dzikir pada hari ini, karena penuh dengan berkah dan kemuliaan dari Allah SWT.

Sunnah-Sunnah Hari Jumat

  1. Mandi Sebelum Salat Jumat

Mandi sebelum berangkat salat Jumat termasuk sunnah yang sangat dianjurkan agar seorang muslim datang ke masjid dalam keadaan bersih dan segar.

Rasulullah ﷺ bersabda

“غُسْلُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ”

Mandi pada hari Jumat wajib bagi setiap muhtalim – orang yang sudah balig.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kebersihan tubuh membuat orang lain merasa nyaman saat berada di masjid. Islam mengajarkan agar seorang muslim tidak mengganggu jamaah lain dengan bau badan atau pakaian yang kotor. Dengan demikian, suasana ibadah menjadi lebih nyaman dan harmonis.

  1. Memakai Wewangian dan Pakaian Terbaik

Islam menganjurkan memakai pakaian terbaik dan menggunakan wewangian ketika menghadiri salat Jumat sebagai bentuk penghormatan terhadap hari yang mulia ini.

Rasulullah ﷺ bersabda

“مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَتَطَهَّرَ مَا اسْتَطَاعَ مِنْ طُهْرٍ، وَادَّهَنَ أَوْ مَسَّ مِنْ طِيبٍ…”

Barang siapa mandi pada hari Jumat, bersuci semampunya, memakai minyak rambut atau minyak wangi…” (HR. Bukhari)

Berpakaian rapi dan bersih mencerminkan penghormatan kepada sesama jamaah. Selain itu, kebiasaan menjaga penampilan dapat menumbuhkan rasa percaya diri, saling menghargai, dan menciptakan lingkungan sosial yang nyaman.

  1. Datang Lebih Awal ke Masjid

Datang lebih awal ke masjid memiliki pahala yang besar. Rasulullah ﷺ bersabda

“مَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْأُولَى فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً…”

Barang siapa datang pada waktu pertama, maka seakan-akan ia berkurban seekor unta…” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan besarnya pahala bagi orang yang bersegera menuju salat Jumat.

Di samping itu, datang lebih awal melatih kedisiplinan dan menghargai waktu. Jamaah yang datang lebih awal juga tidak mengganggu orang lain saat mencari tempat. Selain itu, kebiasaan tepat waktu akan membentuk masyarakat yang tertib dan bertanggung jawab.

  1. Membaca Surah Al-Kahfi

Membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah ﷺ bersabda

“مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ”

Barang siapa membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan dipancarkan cahaya baginya di antara dua Jumat.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)

  1. Memperbanyak Salawat kepada Nabi ﷺ

Hari Jumat adalah waktu terbaik untuk memperbanyak membaca salawat kepada Rasulullah ﷺ. Rasulullah ﷺ bersabda

“أَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ”

Perbanyaklah salawat kepadaku pada hari Jumat.” (HR. Abu Dawud)

Dengan memperbanyak salawat, umat Islam akan semakin mencintai dan meneladani akhlak Rasulullah ﷺ. Hal ini dapat membentuk masyarakat yang penuh kasih sayang, jujur, amanah, dan peduli terhadap sesama.

  1. Memperbanyak Doa dan Mencari Waktu Mustajab

Di hari Jumat terdapat waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Rasulullah ﷺ bersabda

“فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ”

Pada hari Jumat terdapat suatu waktu, tidaklah seorang muslim berdoa kepada Allah pada waktu itu, kecuali Allah akan mengabulkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Banyak ulama menjelaskan bahwa waktu tersebut berada di akhir hari Jumat menjelang magrib.

Doa mengajarkan manusia untuk rendah hati dan sadar bahwa semua manusia membutuhkan pertolongan Allah. Ketika seseorang mendoakan dirinya dan orang lain, akan tumbuh rasa kepedulian sosial dan persaudaraan di tengah masyarakat

Adab Salat Jumat

  1. Berjalan ke Masjid dengan Tenang

Seorang muslim dianjurkan berjalan dengan tenang dan penuh wibawa menuju masjid. Rasulullah ﷺ bersabda.

“إِذَا أَتَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ وَالْوَقَارِ”

Jika kalian mendatangi salat, maka hendaklah dengan tenang dan penuh kewibawaan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sikap tenang mencerminkan akhlak yang baik dan menghormati lingkungan sekitar. Hal ini mengajarkan masyarakat untuk tidak tergesa-gesa dan tidak mengganggu orang lain.

  1. Tidak Melangkahi Pundak Jamaah

Melangkahi pundak orang lain saat khutbah termasuk perbuatan yang dilarang. Rasulullah ﷺ bersabda

“اجْلِسْ فَقَدْ آذَيْتَ وَآنَيْتَ”

Duduklah, sungguh engkau telah mengganggu orang lain dan datang terlambat.” (HR. Abu Dawud)

Larangan melangkahi jamaah mengajarkan pentingnya menghormati hak dan kenyamanan orang lain. Islam mendidik umatnya agar memiliki etika dalam kehidupan bersama.

  1. Mendengarkan Khutbah dengan Khusyuk

Ketika khutbah berlangsung, jamaah harus diam dan mendengarkan dengan baik. Rasulullah ﷺ bersabda.

“إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ أَنْصِتْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ”

Jika engkau berkata kepada temanmu ‘diamlah’ saat imam berkhutbah pada hari Jumat, maka engkau telah melakukan perbuatan sia-sia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mendengarkan khutbah dengan baik melatih sikap disiplin dan menghargai orang yang sedang berbicara. Jika sikap ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, hubungan sosial akan menjadi lebih baik.

  1. Berdoa di Antara Dua Khutbah

Waktu duduk di antara dua khutbah dianjurkan untuk memperbanyak doa dan istigfar.

  1. Memperbanyak Zikir Setelah Salat

Setelah salat Jumat selesai, dianjurkan memperbanyak zikir dan doa kepada Allah. Allah berfirman:

“فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا”

Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi dan carilah karunia Allah serta ingatlah Allah banyak-banyak.” (QS. Al-Jumu‘ah: 10)

Penutup

Hari Jumat adalah kesempatan besar bagi setiap muslim untuk memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah. Marilah kita menghidupkan hari Jumat dengan ibadah, membaca Al-Qur’an, salawat, doa, dan istigfar.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mendapatkan keberkahan dan ampunan di hari Jumat. Aamiin.

*) Guru MTs Miftahul Ulum 2 Bakid

Join Our Newsletter