Meriahkan Harlah NU, Group MIFTAHUNA Ikuti Fesban Virtual Se-Kabupaten Lumajang

MTs. Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul Jatiroto Lumajang melalui Wakil Kepala Bidang Kesiswaannya, terus berupaya dan berikhtiar untuk menggali seluruh potensi, bakat dan minat yang dimiliki peserta didiknya baik akademik maupun non-akademik. Salah satunya dengan mengikut sertakan peserta didiknya dalam berbagai event lomba dan kompetisi.

Setelah sebelumnya peserta didiknya mengikuti ajang MOSAIC tingkat Jawa Timur yang diselenggarakan oleh MAN 1 Jember – walaupun tidak ada yang masuk sebagai finalis – bulan ini tepat Ahad (07/02/21) MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid kembali ikut berpartisipasi mendelegasikan para peserta didiknya yang tergabung dalam kegiatan ektrakurikuler Al-Banjari “MIFTAHUNA” dalam ajang Festival Al-Banjari (FESBAN) Se-Kabupaten Lumajang yang diselenggarakan oleh Yayasan Miftahul Arifin Pasirian Lumajang. Kegiatan yang digelar secara virtual ini dalam rangka memeriahkan rangkaian HARLAH NU yang Ke-95.

Abdul Wafi, SH. salah satu pembina Al-Banjari mengatakan Fesban yang dibagi berjenjang mulai tingkat SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA tersebut merupakan Fesban perdana yang diikuti oleh Group MIFTAHUNA sejak terbentuk pada akhir tahun 2020 yang lalu. Pihaknya berharap kegiatan ini akan menjadi motivasi bagi MIFTAHUNA agar terus-menerus berlatih untuk meningkatkan kualitas performa penampilan baik dari sisi vokal, kekompakan, harmonisasi irama, adan dan syair, dan lain-lain.

Senada dengan di atas, Aris Purnomo, S.Pd selaku pembina Al-Banjari di bidang musik Al-Banjari mengungkapkan hal yang tak kalah penting teman-teman bisa belajar dari group Al-Banjari lain yang sudah lebih berpengalaman dari sisi ower dan akurasi, tempo dan dinamika, serta keutuhan dan variasi Banjari.

“Yang paling penting anak-anak bisa belajar kepada group peserta lain yang sudah lebih berpengalaman. Bukan semata-mata mencari kejuaraan.” ujar Aris yang juga guru Bahasa Indonesia ini.

Sementara itu, Waka. Kesiswaan Zainul Arifin menyatakan kegiatan Fesban tersebut bukan perlombaan ansich tetapi salah satu proses pendidikan kepada peserta didik untuk menumbuhkan rasa kecintaan kepada Rasulullah saw melalui shalawat yang bingkai dalam seni hadrah. Di samping itu, fesban ini merupakan bagian dari menjaga tradisi dan budaya nusantara sesuai dengan prinsip Al-Muhafadzah Alal Qadim As-Shalih wal Akhdzu bil Jadid Al-Ashlah (Melestarikan nilai-nilai lama yang baik dan menerapkan nilai-nilai baru yang lebih baik).

“Bagi kami (MTs. MU 2 BAKID : Red) Fesban ini bukan hanya sekedar perlombaan belaka. Tetapi dalam rangka meningkatkan semangat untuk membumikan sholawat dan menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad dan menjaga budaya Nusantara.” ucapnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *