Oleh : Fathur Rahman, S.Pd.I., M.Pd *)
Isra’ Mi’raj adalah slah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang tidak hanya memliki makna spiritual mendalam, tetapi juga mengandung banyak teladan bagi para guru dalam mendidik generasi penerus. Sebagai peristiwa di mana Nabi Muhammad SAW diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu ke Sidratul Muntaha, Isra’ Mi’raj membawa pesan-pesan penting yang relevan bagi para pendidik. Isra’ Mi’raj mengajarkan bahwa pendidikan harus mencakup pembentukan manusia yang utuh. Guru harus memastikan bahwa tujuan pendidikan tidak hanya sebatas akademik, tetapi juga menekankan pentingnya pembangunan karakter. Hal ini berarti guru harus mampu membimbing siswa untuk memahami nilai-nilai moral, etika, dan tanggung jawab sosial.
Sejalan degan hal ini, penting bagi guru untuk mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam setiap aspek pembelajaran. Misalnya, melalui diskusi kelompok yang mempromosikan kebebasan berpendapat dan menghormati pandangan orang lain, guru dapat membantu siswa belajar tentang toleransi dan pengertian. Lebih dari itu, pendidikan juga harus mendorong siswa untuk menjadi agen perubahan dalam komunitas mereka. Dengan menanamkan semangat cinta tanah air dan lingkungan, guru dapat mempersiapkan siswa untuk berkontribusi aktif dalam menyelesaikan masalah-masalah sosial dan ikut serta dalam pengembangan masyarakat.
Beberapa pelajaran penting yang dapat di ambil dari peristiwa Isra’ Mi’raj ini oleh seorang pendidik generasi penerus bangsa, anatar lain adalaj:
Pertama, peristiwa ini mengajarkan tentang kekuatan iman dan keyakinan. Nabi Muhammad SAW diberi kepercayaan untuk menyaksikan keajaiban dan kekuasaan Allah SWT. Guru dapat meneladani hal ini dengan menumbuhkan keyakinan dan semangat pada diri siswa untuk menghadapi tantangan dalam belajar dan kehidupan sehari-hari, meyakinkan mereka bahwa kepercayaan pada diri sendiri dan kepada Tuhan adalah fondasi penting dalam mencapai kesuksesan.
Kedua, Isra’ Mi’raj menegaskan pentingnya pendidikan spiritual. Dalam perjalanan ini, Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat lima waktu, menekankan pentingnya menjalankan kewajiban agama. Guru dapat menekankan pentingnya salat dan nilai-nilai spiritual dalam pendidikan harian, mendorong siswa untuk memiliki keseimbangan antara pengetahuan duniawi dan kehidupan spiritual yang seimbang.
Ketiga, peristiwa ini mengingatkan tentang arti penting dari persatuan dan kebersamaan. Nabi Muhammad SAW menjadi imam bagi para nabi sebelumnya di Masjidil Aqsa, yang menunjukkan pentingnya menghormati dan menghargai perbedaan. Guru dapat mengajarkan pentingnya toleransi dan kerjasama kepada siswa, mengajarkan mereka untuk menghargai berbagai latar belakang budaya dan agama, menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan harmonis.
Keempat, Isra’ Mi’raj memberikan pelajaran tentang tanggung jawab moral. Nabi Muhammad menyaksikan balasan untuk amal baik dan buruk, memberikan pelajaran tentang pentingnya perilaku yang baik dan akhlak mulia. Guru dapat menanamkan nilai-nilai moral dalam setiap mata pelajaran, mengajarkan pentingnya integritas dan tanggung jawab dalam setiap tindakan siswa baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.
Kelima, pendidikan berkelanjutan dan pencarian ilmu juga dapat diambil sebagai pelajaran dari Isra’ Mi’raj. Seperti perjalanan Rasulullah SAW yang penuh makna dan pelajaran, guru sebaiknya mendorong siswa untuk terus belajar dan mencari pengetahuan sepanjang hayat. Guru dapat memotivasi siswa untuk mengeksplorasi berbagai bidang ilmu, menfasilitasi pembelajaran aktif dan berkelanjutan.
Baca Juga
Belajar Menjadi Guru Kepada Rasulullah saw – Refleksi Hari Guru Nasional 2025
Keenam, Isra’ Mi’raj mengajarkan kesabaran dan keteguhan hati. Nabi Muhammad SAW menghadapi berbagai cobaan dan tetap teguh dalam keyakinannya. Guru dapat menciptakan suasana kelas yang mendorong siswa untuk berani menghadapi tantangan, mengajarkan mereka pentingnya ketekunan dan tidak mudah menyerah, serta bagaimana tetap tenang dalam menghadapi tekanan atau kesulitan.
Ketujuh, pentingnya berdoa dan bertawakal juga menjadi pelajaran dari peristiwa ini. Sebagai pendidik, guru dapat mengingatkan siswa tentang pentingnya doa dan tawakal kepada Tuhan sambil terus berusaha dan belajar. Ini membantu siswa memahami bahwa selain kerja keras, keberhasilan juga memerlukan keberkahan dan bimbingan dari Tuhan.
Peringatan Isra’ Mi’raj ini mengingatkan kita sebagai guru tentang pentingnya mempersiapkan generasi muda untuk kehidupan yang lebih besar dan akhirat. Melalui pendidikan yang holistik dan berbasis nilai, guru dapat membimbing siswa untuk menjadi individu yang bermanfaat bagi masyarakat serta mampu menghadapi tantangan masa depan dengan bekal moral dan spiritual yang kuat. Pendidikan yang diberikan seharusnya tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik semata, tetapi juga membentuk karakter dan meningkatkan kesadaran sosial dan lingkungan. Guru memiliki peran penting dalam membuka wawasan siswa, mendorong mereka untuk terlibat aktif dalam komunitas, dan membangun empati serta toleransi terhadap sesama.
Lebih jauh lagi, peristiwa Isra’ Mi’raj menginspirasi guru untuk menjadi uswah serta qudwah dalam kebaikan dan kesederhanaan. Seperti Nabi Muhammad SAW yang mencontohkan sikap rendah hati meskipun diberi anugerah besar, guru dapat menanamkan nilai kesederhanaan dan pengabdian pada siswa, membantu mereka memahami bahwa setiap prestasi hendaknya diiringi dengan sikap syukur dan rendah hati.
Dengan demikian, melalui refleksi terhadap peristiwa Isra’ Mi’raj, guru dapat mengangkat semangat pendidikan yang tidak hanya bertujuan untuk menambah ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun generasi yang berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, dan siap memberikan kontribusi positif pada masyarakat dan lingkungan sekitar.
*) Guru MTs Miftahul Ulum 2 Bakid


