Pembinaan Peserta Madrasah Young Researchers Super Camp (MYRES) Tahun 2022

Sabtu (09/07/22), Kepala Madrasah Sahroni, S.Pd.I, M.Pd mengumpulkan para siswa MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid peserta Young Researchers Supercamp (MYRES) Tahun 2022. Dalam sambutannya, beliau mengucap terima kasih kepada peserta dan pembimbing yang telah menyelesaikan proposal penelitian, “Saya bangga dan berterimakasih kepada siswa secara keseluruhan, khususnya siswa-siswi peserta MYRES beserta para pembimbing. Target madrasah melalui MYRES ini adalah membudayakan berpikir kritis dan saintis, oleh karenanya dinamika yang terbangun dengan adanya penelitian ini merupakan salah satu indikator bagi kami selaku pemangku kebijakan untuk menilai perkembangan mutu madrasah. Jangan berkecil hati jika tidak ada satu proposal pun yang lolos, hal itu bukan berarti kita tidak mampu tapi buatlah kegagalan itu pelecut untuk menempa diri dengan banyak membaca buku dan membaca fenomena sosial serta berlatih untuk menulis dengan terstruktur. Tahun ini proposal yang diajukan berjumlah sembilan, lebih banyak dari tahun sebelumnya adalah bentuk pencapaian tersendiri menurut penilaian saya”.

Sebelum mendoakan Tim MYRES 2022, Wakil Ketua LBM NU Kabupaten Lumajang ini menukil kalimat KH. A. Hasyim Muzadi, “Doa adalah ikhtiar batiniah; Ikhtiar adalah doa lahiriah”, dalam konteks ini kepala madrasah menyebut partisipasi MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid dua tahun ini dalam ajang MYRES adalah bentuk ikhtiar pembiasaan agar budaya berpikir kritis, solutif, dan inovatif yang terakumulasi di setiap proses pembelajaran. “Para guru di tahun ajaran baru akan mulai membiasakan pola pengajaran yang konstruktif dan di bidang ekstrakurikuler yang telah terbagi kelompok-kelompok berdasarkan mata pelajaran juga akan membiasakan praktik ilmiah guna menstimulasi pola pikir kritis siswa” terang mantan Sekretaris PP. Miftahul Ulum Lumajang.

Waka Kesiswaan Zainul Arifin, S.H sebagai penanggung jawab kegiatan siswa dalam sambutannya mengapresiasi kemampuan peserta didiknya. Pasalnya, keseharian mereka sebagai “anak pondok” yang identik dengan telaah dan baca kitab tidak menghentikan minat baca mereka kepada literatur sains. “Ijinkan saya memberikan dua jempol kepada kalian semuanya, walaupun predikat anak pondok melekat pada kalian bukan berarti tidak boleh mempelajari sains. Minat kalian dalam sains ini mengingatkan saya pada ilmuwan-ilmuwan muslim tempo dulu yang mempelopori budaya berpikir kritis” ungkap pria yang akrab disapa dengan ustad Zafien ini.

Pembina Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Rejama (KIR) Zainal, M.Pd yang diberikan kesempatan untuk berbicara mengungkapkan bahwa proposal yang masuk padanya berjumlah tiga belas proposal namun empat diantaranya tidak masuk kriteria penulisan. Misalnya, kerangka berpikir yang terlalu melebar sehingga tidak fokus pada permasalahan penelitian, daftar pustaka yang tidak relevan, dan lain sebagainya. Namun, hal itu dapat dimaklumi karena adanya kesibukan mempersiapkan dokumen akreditasi madrasah dan dari lima pembina tahun lalu hanya satu yang berkesempatan mendampingi siswa di tahun ini, yaitu Ustadz Danang Satrio P, S.Psi. Sedangkan empat pendamping lainnya absen karena kesibukan akademik.

Lebih lanjut Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) STIS Miftahul Ulum Lumajang mengungkapkan untuk tahun ini selain Ustadz Danang ada delapan pembimbing, satu diantaranya adalah kepala madrasah yang turut serta menjadi pembimbing, “Kepala madrasah di tahun ini ikut menjadi pembimbing, tidak mau kalah dengan guru-gurunya. Istilah dalam dunia pendidikan, yaitu kolaborasi akademika antar guru dan murid di lembaga ini tampak hidup, madrasah seolah-olah menjadi rumah berpikir (brain house) bagi siswa, saya salut dengan dinamika yang terjadi disini. Saya angkat topi untuk Ustadz Sahroni”.

Undangan yang seharusnya menghadirkan seluruh pembimbing ini urung terlaksana karena bertepatan libur Hari Raya Idul Adha 1443 H, tetapi dari Bidang Literasi Madrasah diwakili oleh Pembina Ekstrakurikuler Literasi Abdul Halim dan perwakilan dari pembimbing tampak Muhammad Said Fadhori, S.Pd.I. Menurut keterangan dari Tim MYRES 2022, jumlah proposal yang diajukan sebanyak sembilan, dengan delapan belas peneliti dari kalangan siswa (16 siswa putra; 2 siswi putri), dan sembilan pembimbing.

Melalui berita ini, kami segenap civitas madrasah mengharapkan doa kepada seluruh pembaca agar peneliti-peneliti muda MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid mampu lolos sehingga dapat mengharumkan lembaga pendidikan madrasah di Lumajang pada umumnya, dan semoga melalui kegiatan MYRES ini terbentuk budaya berpikir kritis, solutif, dan inovatif sebagai bekal membangun negeri, aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.