logo_mts192
0%
Loading ...
Cermin Kedalaman
0
Dunia
0
Jalan Sunyi Menuju Ketakwaan
0
Reuni atau Kompetisi? Refleksi Atas Budaya Pamer di Hari Raya Idul Fitri
0
Ketupat: Anyaman Tradisi, Anyaman Hati
0
Syawal: Saat Cinta Itu Dilanjutkan, Bukan Ditinggalkan
0
Hari Raya: Antara Ibadah dan Keceriaan
0
Pesan Rasulullah saw tentang Silahturrahim
0
Agar Silaturrahim Bernilai Ibadah
0
Melanjutkan Cahaya Ramadan
0
Makna Hakiki dari Hari Raya Idul Fitri
0
Agar Hati Tetap Hidup di Hari Raya
0

Category: Puisi

Asa Ganda

Karya: Moh. Ibnu Abas *) Perlukah selalu memberi tanpa dimintaPerlukah meminta tanpa harus memaksaMeski kata mereka, kalimat itu terlalu sederhanaUntukku

Guruku

Karya: Humairatun Nisa’ *) GurukuEngkaulah yang mengajari kamiEngkau memberikan kami ilmuTidak pernah marahWalaupun kami tidak mendengarkanmu GurukuMaafkan kami bila kadangkala

Aku Menjadi Duri

Karya: Eka Ramadani Wahyu Ningsih *) Jika aku menjadi merpatiKan kusampaikan pesan tentang isi hatiJika aku menjadi pelangiKan kutampakkan keindahan

Peluh Prestasi

Karya: Solihin *) Hujan sore ini tak lagi berwujud airHanya gerimis keringat yang bercucuranDiusapnya peluh, menyisakan noda-noda lesuKupandang bapak, dari

Harapan

Karya: Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Gemuruh rintikan hujanGuntur yang tak berhenti menyambarDinginnya malam menambah cekamnya keadaanMenemani jiwa yang tengah

Tarif Pelajar

Karya: Adeliya Savania Putri *) Manis terucap dari ungkap-ungkap para pemegang tahtaMengelabuhi bisik-bisik fakta yang seharusnya mereka terimaIa berpedoman, berdedikasi

Dua Puluh Lima November

Karya : Nur Zahrotus Sholeha *) Wahai guru tercintakuKau berikan ilmu kepada kamiTanpa meminta balasanKau luangkan separuh waktumu untuk kamiKau

Sesat

Karya : Fitroh Nuraini *) Dunia semakin tuaKorupsi hinggap dimana-manaManusia gila akan dunia, sibuk akan hartaTak sadar bahwa siapakah dirinya

Nyantri

Karya : Selvia Anggraeni *) Ketika kita menjadi santriSetiap harinya yang belajar dan menagajiYang kehidupannya bersama temanDan penuh dengan banyak

Guru Kami

Karya : Selvia Anggraeni *) Teruntuk engkau wahai gurukuYang setiap harinya selalu hadirHanya untuk kami Panasnya matahari engkau lewatiRela hanya