logo_mts192
0%
Loading ...
Share the Post:
Akara

Karya: Novy Amalia Hasanah *)

Duka berlabuh di setiap malam,
rinai hujan turun perlahan,
seakan alam ikut merasakan
retak yang kusembunyikan.

Aku terduduk,
memeluk sunyi yang kian pekat,
merutuki kenyataan
yang tak pernah berpihak.

Ribuan akara datang mengetuk,
menyusup dari ujung kegelapan,
melangkah pelan namun pasti,
membawa getir yang menyesakkan.

Oh, Arutala…
bukankah gulita dan akara
adalah wajah-wajah yang menakutkan?
Mereka hadir tanpa permisi,
menggugurkan harap
yang baru saja tumbuh.

Akara kebahagiaan yang kunanti,
terhempas oleh badai ujian,
jatuh sebelum sempat kupeluk erat.

Lagi dan lagi
aku menyalahkan dunia.
Lagi dan lagi
aku menggugat takdir.

Satu demi satu cacian kulontarkan
ke langit yang diam membisu.

Maaf…
maafkan aku…

Arutala,
aku ingin bertahan.
Namun gulita dan akara
yang berjalan berdampingan
kerap menjelma musuh
bagi jiwa yang rapuh.

Tetapi di antara retak dan luka,
aku masih ingin percaya—
bahwa selepas gulita,
cahaya akan menemukan jalannya.

*) Siswi Kelas 9 MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul

Join Our Newsletter