Sejumlah guru MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul mengikuti Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) Tahun 2026 secara daring pada Rabu (7/10/2026). Pelaksanaan asesmen berlangsung di Ruang Guru dengan pembagian peserta ke dalam tiga sesi.
Sesi pertama berlangsung pukul 07.30–09.30 WIB, dilanjutkan sesi kedua pukul 10.00–12.00 WIB, dan sesi ketiga pada pukul 13.00–15.00 WIB.
Pelaksanaan AKG menjadi momentum bagi para guru untuk mengukur dan memetakan kompetensi yang dimiliki. Asesmen juga menjadi bagian dari upaya mendorong guru agar terus melakukan pengembangan profesional secara berkelanjutan sesuai tuntutan dan perkembangan dunia pendidikan.
Baca Juga
Guru Bahasa Arab MTs Miftahul Ulum 2 Jadi Pemakalah ICON-POSTALL 2026
Dengan mengikuti AKGTK secara daring dari Ruang Guru, para peserta berupaya mengikuti seluruh tahapan asesmen dengGuru Bahasa Arab MTs Miftahul Ulum 2 Jadi Pemakalah ICON-POSTALL 2026an tertib dan sungguh-sungguh. Pembagian sesi memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengikuti asesmen sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Salah satu peserta, Fathur Rahman, S.Pd.I., M.Pd., guru mata pelajaran Fikih, mengatakan bahwa AKG menjadi kesempatan bagi guru untuk melakukan refleksi terhadap kompetensi yang selama ini dimiliki.
“Bagi saya, AKG bukan sekadar asesmen untuk mendapatkan nilai, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengukur kembali kemampuan dan kesiapan kita sebagai guru. Dari sini kita bisa mengetahui bagian mana yang sudah dikuasai dan bagian mana yang masih perlu ditingkatkan,” ungkap Fathur.
Ia berharap pelaksanaan AKG dapat menjadi motivasi bagi para guru untuk terus belajar dan memperbarui pengetahuan serta keterampilan dalam menjalankan tugas pembelajaran.
“Semoga hasil AKG menjadi bahan evaluasi dan motivasi bagi kita untuk terus belajar. Guru harus terus berkembang karena kebutuhan dan tantangan peserta didik juga terus berubah,” tambahnya.
Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Husen, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada para guru yang mengikuti AKG dengan penuh kesungguhan.
“Kami mengapresiasi kesungguhan para guru dalam mengikuti AKG. Asesmen ini bukan hanya tentang hasil, tetapi juga menjadi kesempatan bagi guru untuk mengetahui kekuatan dan aspek yang masih perlu dikembangkan,” ungkapnya.
Husen berharap hasil asesmen dapat menjadi pijakan bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pembelajaran.
“Harapannya, hasil AKG dapat menjadi pijakan untuk terus belajar dan meningkatkan profesionalisme. Guru yang terus berkembang akan memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran dan prestasi peserta didik,” harapnya.
Keikutsertaan guru MTs Miftahul Ulum 2 dalam AKGTK 2026 menjadi bagian dari komitmen madrasah untuk membangun budaya belajar sepanjang hayat, pengembangan kompetensi, dan peningkatan mutu pendidikan.
Terus belajar, terus bertumbuh, dan terus memberikan yang terbaik untuk peserta didik.


