Momentum dan peringatan Hari Literasi Internasional dimanfaatkan MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Jatiroto, Lumajang, untuk memberikan apresiasi kepada siswa-siswi yang produktif berkarya melalui tulisan dan para siswa yang telah menorehkan prestasi di berbagai perlombaan. Rabu (23/09/2026). Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar budaya literasi dan semangat berprestasi terus tumbuh kembang di lingkungan madrasah sebagai mana motto madrasah.
Dua siswa yang mendapat apresiasi khusus dalam j produktif menulis adalah M. Riduwan Ali dan Shintia Fairuzzuhro. Keduanya mendapatkan uang pembinaan masing-masing sebesar Rp700.000 sebagai bentuk penghargaan atas karya dan produktivitas mereka di bidang literasi.
M. Riduwan Ali sebelumnya berhasil meraih Juara II Lomba Penulisan Resensi Buku Perpustakaan Tingkat SMP/MTs Negeri dan Swasta se-Kabupaten Lumajang Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Lumajang.
Prestasi tersebut ditetapkan melalui Berita Acara Penetapan Pemenang Lomba Penulisan Resensi Buku Perpustakaan Tingkat SMP/MTs Negeri dan Swasta se-Kabupaten Lumajang Tahun 2026. Riduwan meraih total nilai 551, menempati posisi kedua dari peserta yang mengikuti kompetisi tersebut.
Sementara itu, Shintia Fairuzzuhro menunjukkan produktivitas literasinya dengan berhasil menerbitkan karya dalam buku antologi berjudul Bentala Aksara. Buku tersebut telah memiliki ISBN 978-634-7333-72-8. Shinta Fairuzzuhro juga tercatat berhasil masuk dalam daftar Top 25 Asean Short Story Writing Competition 2025, sebuah ajang kompetisi menulis cerita pendek tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Prospace.id dan diikuti oleh peserta dari berbagai negara ASEAN.
Baca Juga
Kado Harlah Ke-7, Siswi MTs Miftahul Ulum 2 Berhasil Terbitkan Buku Ke-14
Kedua capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas literasi di madrasah tidak berhenti pada kegiatan membaca, tetapi mulai berkembang menjadi ruang bagi siswa untuk menghasilkan karya dan mengikuti berbagai ajang kompetisi.

Selain apresiasi bagi siswa produktif menulis, MTs Miftahul Ulum 2 juga memberikan apresiasi dan bingkisan kepada siswa-siswi berprestasi dalam berbagai perlombaan baik lokal hingga tingkat nasional. Pemberian tersebut menjadi bentuk penghargaan madrasah atas usaha dan capaian siswa di berbagai bidang.
Penyerahan apresiasi dilaksanakan di lingkungan madrasah putra dan putri. Untuk siswa, apresiasi diserahkan oleh Pembina Literasi Rofik Hariyadi, M.Pd. bersama Waka Humas. Sementara di madrasah putri, penyerahan dilakukan oleh Pembina Literasi Fathur Rahman, S.Pd.I., M.Pd., bersama Waka Sarpras Aris Purnomo, S.Pd.
Pembina Literasi MTs Miftahul Ulum 2 putri, Fathur Rahman, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa pemberian apresiasi merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan motivasi siswa agar terus membaca, menulis, dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Apresiasi ini bukan semata-mata tentang nilai atau bentuk penghargaan yang diterima, tetapi bagaimana anak-anak merasa bahwa proses, usaha, dan karya mereka dihargai. Harapannya, mereka semakin termotivasi untuk terus membaca, menulis, dan berkarya,” ungkapnya.
Menurut Fathur, budaya literasi perlu dibangun melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Siswa juga perlu diberikan ruang untuk menuangkan gagasan, pengalaman, dan kreativitasnya dalam berbagai bentuk karya.
“Ketika anak-anak diberi kesempatan untuk berkarya, mereka akan belajar bahwa membaca dapat melahirkan gagasan, dan gagasan dapat dikembangkan menjadi sebuah karya. Proses inilah yang perlu terus kita tumbuhkan di madrasah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala MTs Miftahul Ulum 2, Husen, S.Pd.I., turut mengapresiasi capaian siswa serta kerja keras para pembina literasi dalam mendampingi mereka.
“Kami berharap apresiasi sederhana ini dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak. Yang terpenting bukan hanya siapa yang mendapatkan penghargaan hari ini, tetapi bagaimana semakin banyak siswa yang terdorong untuk membaca, menulis, berkarya, dan berprestasi,” tuturnya.
Ia berharap capaian M. Riduwan Ali dan Shintia Fairuzzuhro dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk berani mengembangkan potensi melalui literasi.
“Prestasi Riduwan dan karya yang diterbitkan Shintia semoga menjadi motivasi bagi teman-temannya. Tidak harus semuanya menjadi juara, tetapi setiap anak memiliki kesempatan untuk menemukan dan mengembangkan kemampuan terbaiknya,” ujar Husen.
Momentum Hari Literasi Internasional tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi merupakan bagian dari proses membangun cara berpikir, kreativitas, keberanian menyampaikan gagasan, serta karakter peserta didik.
Melalui pemberian ruang berkarya dan apresiasi, MTs Miftahul Ulum 2 terus mendorong tumbuhnya ekosistem literasi yang positif. Harapannya, semakin banyak siswa yang gemar membaca, produktif menulis, berani berkarya, dan mampu mengembangkan prestasi sesuai potensi masing-masing.


