logo_mts192
0%
Loading ...

Hari Pramuka 2026: Memantapkan Langkah, Menjaga Pangan, Menuju Indonesia Emas 2045

Share the Post:

Oleh: Abelliatus Zahra *)

Setiap tanggal 14 Agustus, bangsa Indonesia memperingati Hari Pramuka. Tahun 2026 ini, Hari Pramuka mengangkat tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Bagi sebagian siswa MTs, tema tersebut mungkin terdengar cukup sulit. Apa hubungan Pramuka dengan pangan? Bukankah Pramuka lebih dikenal dengan kegiatan kemah, tali-temali, baris-berbaris, api unggun, dan kegiatan di alam?

Kalau kita pikirkan lebih dalam, ternyata Pramuka memiliki hubungan yang cukup dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, termasuk dengan masalah pangan dan lingkungan.

Pramuka Bukan Hanya Seragam Cokelat

Menjadi Pramuka bukan hanya tentang memakai seragam cokelat. Lebih dari itu, Pramuka mengajarkan banyak hal penting, seperti disiplin, mandiri, bekerja sama, peduli kepada orang lain, dan mencintai alam.

Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia.

Indonesia memiliki tanah yang subur dan kekayaan alam yang melimpah. Ada sawah, kebun, laut, dan hutan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

Namun, masih ada banyak masalah yang harus kita hadapi. Harga makanan bisa naik, lahan pertanian semakin berkurang, sebagian anak muda kurang tertarik menjadi petani, dan masih banyak makanan yang terbuang sia-sia.

Dari sini kita bisa bertanya kepada diri sendiri: Apakah kita sebagai generasi muda sudah cukup peduli dengan masa depan pangan Indonesia?

Swasembada Pangan Bukan Hanya Tugas Petani

Ketika mendengar istilah swasembada pangan, mungkin yang terbayang adalah petani yang bekerja di sawah.

Padahal, menjaga ketersediaan pangan bukan hanya tugas petani. Kita sebagai pelajar juga bisa ikut membantu.

Caranya tidak harus dengan melakukan hal-hal besar. Kita bisa mulai dari hal sederhana, seperti mengambil makanan secukupnya agar tidak terbuang, belajar menanam sayuran di rumah atau di sekolah, menjaga kebersihan lingkungan, dan menghargai kerja keras petani serta nelayan.

Bagi anggota Pramuka, kegiatan menanam pohon, membuat kebun sekolah, merawat tanaman, dan menjaga lingkungan bukanlah hal yang asing.

Bayangkan jika setiap gugus depan Pramuka memiliki kebun kecil. Tidak perlu luas. Kita bisa menanam cabai, tomat, kangkung, atau tanaman lainnya.

Hasilnya mungkin tidak langsung bisa memenuhi kebutuhan pangan suatu daerah. Namun, dari kegiatan sederhana itu kita bisa belajar banyak hal: mencintai alam, memahami bagaimana makanan dihasilkan, dan belajar untuk tidak menyia-nyiakan makanan.

Antara Harapan dan Kenyataan

Indonesia Emas 2045 adalah cita-cita besar bangsa Indonesia. Pada tahun 2045, Indonesia akan genap berusia 100 tahun merdeka.

Saat itu, generasi muda hari ini akan menjadi orang-orang yang memegang peran penting di berbagai bidang.

Namun, sebuah cita-cita tidak akan terwujud hanya dengan slogan. Kita ingin Indonesia maju. Tetapi, apakah kita sudah rajin belajar? Kita ingin lingkungan tetap bersih dan hijau. Tetapi, apakah kita masih membuang sampah sembarangan? Kita ingin pangan Indonesia kuat. Tetapi, apakah kita masih sering membuang atau menyisakan makanan? Kita ingin menjadi generasi hebat. Tetapi, apakah kita sudah mampu disiplin dan bertanggung jawab?

Pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut mengingatkan kita bahwa perjalanan menuju Indonesia Emas masih panjang.

Masih ada perbedaan antara harapan dan kenyataan.

Namun, kita tidak boleh menyerah. Justru di sinilah semangat Pramuka diperlukan. Pramuka mengajarkan kita untuk tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mau bekerja dan melakukan tindakan nyata.

Dari Tunas Muda untuk Indonesia

Pramuka adalah salah satu tempat untuk membentuk generasi muda agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Dalam kegiatan Pramuka, kita belajar bekerja sama, menghadapi masalah, mencari solusi, dan tidak mudah menyerah. Semangat tersebut harus kita bawa dalam kehidupan sehari-hari.

Indonesia tidak membutuhkan generasi yang hanya menunggu perubahan. Indonesia membutuhkan generasi yang mau memulai perubahan.

Baca Juga

Ketika Al-Qur’an Mengajarkan Cara Memperingati Kemerdekaan

Kita tidak harus melakukan sesuatu yang besar. Mulailah dengan menghabiskan makanan secukupnya. Mulailah dengan menanam satu tanaman. Mulailah dengan membuang sampah pada tempatnya. Mulailah dengan menghargai petani dan nelayan. Mulailah dengan belajar lebih rajin. Dari kebiasaan kecil itulah perubahan besar bisa dimulai.

Memantapkan Langkah, Bukan Sekadar Berjalan

Tema Hari Pramuka 2026 menggunakan kalimat “memantapkan langkah organisasi.”

Artinya, kita tidak cukup hanya berjalan. Kita juga harus tahu ke mana tujuan kita.

Pramuka harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Kegiatan Pramuka tidak hanya tentang kemah, baris-berbaris, atau tali-temali. Pramuka juga bisa menjadi tempat belajar tentang lingkungan, teknologi, kewirausahaan, pertanian, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.

Jika sejak sekarang generasi muda dibiasakan peduli terhadap lingkungan dan pangan, maka Indonesia akan memiliki generasi yang lebih siap menghadapi masa depan.

Indonesia Emas 2045 tidak akan datang dengan sendirinya. Indonesia Emas harus dipersiapkan mulai sekarang. Dan persiapan itu bisa dimulai dari diri kita sendiri.

Langkah Kecil untuk Masa Depan

Hari Pramuka 2026 menjadi kesempatan bagi kita untuk bertanya kepada diri sendiri:

Apakah kita hanya bangga memakai seragam Pramuka, atau sudah berusaha menjalankan nilai-nilai Pramuka dalam kehidupan sehari-hari?

Harapan menuju Indonesia Emas 2045 memang besar. Tantangan yang kita hadapi juga tidak sedikit. Masalah pangan, lingkungan, pendidikan, dan karakter generasi muda masih membutuhkan perhatian kita bersama.

Tetapi, setiap perjalanan panjang selalu dimulai dari satu langkah.

Sebagai pelajar, mungkin kita belum bisa mengubah Indonesia dalam satu hari. Namun, kita bisa mulai mengubah kebiasaan diri sendiri mulai hari ini.

Belajar lebih rajin. Lebih disiplin. Lebih peduli terhadap lingkungan.Tidak membuang-buang makanan. Mau bekerja sama. Dan berani melakukan hal-hal baik meskipun dimulai dari sesuatu yang kecil.

Karena Indonesia Emas 2045 bukan hanya tentang kemajuan ekonomi dan teknologi. Indonesia Emas juga membutuhkan generasi yang memiliki karakter, mandiri, peduli, mampu bekerja sama, dan bertanggung jawab.

Itulah semangat yang harus terus tumbuh dalam diri setiap Pramuka.

“Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.”

Selamat Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026.

Mari memantapkan langkah, menjaga pangan, mencintai lingkungan, dan mempersiapkan diri untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Karena masa depan Indonesia bukan hanya milik orang dewasa hari ini.

Masa depan Indonesia juga ada di tangan kita, generasi muda.

*) Ketua OSIM Putri MTs Miftahul Ulum 2 Bakid

Join Our Newsletter