logo_mts192
0%
Loading ...

Hari Kedua Diklat Teknis Substantif Kamad: Fokus Transformasi Kurikulum

Share the Post:

Memasuki hari kedua Diklat Teknis Substantif Kepala Madrasah Angkatan VII Tahun 2026, Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Husen, S.Pd.I., kembali mengikuti pendalaman materi Analisis Implementasi Kurikulum di Madrasah yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya bekerja sama dengan Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Kabupaten Lumajang di Aby Hotel Lumajang, Selasa (4/8/2026).

Pada sesi lanjutan ini, Dr. H. Makmum Hidayat, M.Pd. kembali hadir sebagai narasumber. Materi difokuskan pada implementasi Kurikulum Merdeka, Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), serta penguatan implementasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 sebagai landasan baru pengembangan kurikulum madrasah.

Dalam pemaparannya, Dr. Makmum Hidayat menjelaskan bahwa KMA Nomor 1503 Tahun 2025 merupakan penyempurnaan atas kebijakan sebelumnya dan menjadi dasar dalam pengembangan kurikulum pada jenjang Raudlatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, hingga Madrasah Aliyah Kejuruan.

Ia menerangkan bahwa regulasi tersebut menetapkan Kerangka Dasar Kurikulum sebagai fondasi utama dalam penyusunan struktur kurikulum madrasah. Implementasinya dilakukan secara serentak dengan tetap mengacu pada prinsip pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memperkuat karakter dan kompetensi lulusan.

Baca Juga

Diklat Kamad Sesi Kedua: Kupas Tuntas Tantangan Implementasi Kurikulum di Madrasah

Salah satu poin penting yang dibahas adalah tujuan kurikulum madrasah yang diarahkan untuk membentuk profil lulusan yang memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt., semangat kebangsaan, kemampuan bernalar kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, kemandirian, serta kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan.

Selain itu, narasumber menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menjadi ruh dalam implementasi kurikulum baru dengan menanamkan nilai-nilai cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta terhadap ilmu pengetahuan, cinta kepada sesama manusia, cinta lingkungan, serta cinta tanah air sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.

“Kurikulum bukan sekadar dokumen administratif, melainkan arah dan ruh pendidikan. KMA Nomor 1503 Tahun 2025 hadir untuk memastikan bahwa setiap proses pembelajaran di madrasah mampu melahirkan generasi yang berkarakter, kompeten, serta siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Dr. Makmum Hidayat.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan implementasi kurikulum sangat bergantung pada kepemimpinan kepala madrasah.

“Perubahan kurikulum harus diikuti perubahan pola pikir. Kepala madrasah harus menjadi agen transformasi yang mampu menggerakkan guru, membangun budaya belajar, dan memastikan seluruh kebijakan benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas belajar peserta didik,” tegasnya.

Selama sesi berlangsung, para peserta aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan implementasi kurikulum di madrasah, mulai dari penyusunan perangkat ajar, penguatan kapasitas guru, hingga strategi mengintegrasikan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta dalam praktik pembelajaran sehari-hari.

Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Husen, S.Pd.I., menilai materi hari kedua sangat relevan dengan arah pengembangan pembelajaran yang selama ini diterapkan di madrasah.

“Penguatan implementasi KMA Nomor 1503 Tahun 2025 semakin memperjelas arah transformasi pembelajaran di madrasah. Materi ini memperkaya pemahaman kami dalam mengintegrasikan Kurikulum Merdeka, Deep Learning, dan Kurikulum Berbasis Cinta sehingga pembelajaran benar-benar mampu membentuk peserta didik yang unggul dalam prestasi sekaligus berkarakter mulia,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa hasil diklat akan menjadi pijakan dalam menyusun berbagai program pengembangan madrasah.

“Kami akan terus memperkuat budaya mutu, meningkatkan kompetensi guru, dan memastikan setiap proses pembelajaran memberikan pengalaman belajar yang mendalam, bermakna, dan menyenangkan. Semoga ikhtiar ini semakin mengokohkan MTs Miftahul Ulum 2 sebagai madrasah yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada masa depan,” pungkas Husen.

Melalui pendalaman materi hari kedua ini, para kepala madrasah diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai implementasi kebijakan kurikulum terbaru, sehingga mampu menjadi motor penggerak transformasi pendidikan yang selaras dengan visi Kementerian Agama dalam mewujudkan madrasah yang maju, bermutu, mendunia, dan berkarakter.

Join Our Newsletter