MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul terus berikhtiar secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan budaya literasi dengan mengikuti Lomba Resensi Buku Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Lumajang. Kompetisi ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengasah kemampuan membaca kritis, berpikir analitis, serta menyampaikan gagasan melalui ulasan buku yang inspiratif.
Pada ajang tersebut, MTs Miftahul Ulum 2 mengutus salah satu muridnya M. Riduwan Ali yang menyajikan resensi buku berjudul Surat Hafalan untuk Ustadz karya Wardatul Hasanah. Melalui video resensinya, Riduwan mengulas berbagai pesan moral yang terkandung dalam buku, mulai dari nilai cinta, pendidikan, ketulusan, perjuangan, hingga berbagai pelajaran hidup yang mampu menginspirasi para pembaca.
Dalam penyampaiannya, Riduwan mengajak generasi muda untuk semakin mencintai kegiatan membaca karena buku merupakan jendela ilmu yang mampu membentuk karakter dan memperluas wawasan.masyarakat
“Semoga ulasan ini dapat memberikan gambaran mengenai isi buku sekaligus menumbuhkan semangat literasi dan minat baca bagi teman-teman semua. Selamat menyaksikan, dan jangan lupa membaca buku karena setiap halaman menyimpan pelajaran yang berharga,” ungkap Riduwan dalam video resensinya.
Kepala MTs Miftahul Ulum 2, Husen, S.Pd.I., memberikan apresiasi atas partisipasi siswa dalam ajang literasi tingkat kabupaten tersebut. Menurutnya, keikutsertaan dalam lomba resensi buku merupakan bagian dari upaya madrasah untuk membangun budaya membaca sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, dan menulis.
“Kami sangat mengapresiasi semangat M. Riduwan Ali dalam mengikuti Lomba Resensi Buku Disarpus Lumajang. Prestasi tidak hanya lahir dari kompetisi akademik, tetapi juga dari kebiasaan membaca, memahami, dan menyampaikan gagasan. Inilah semangat literasi yang terus kami tanamkan kepada seluruh peserta didik,” tutur Husen.
Sementara itu, Guru Pembina Literasi MTs Miftahul Ulum 2, Rofik Hariyadi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa keikutsertaan siswa dalam Lomba Resensi Buku 2026 merupakan bagian dari program pembinaan literasi yang terus dikembangkan di madrasah. Menurutnya, kemampuan meresensi buku tidak hanya melatih keterampilan membaca, tetapi juga mengasah daya pikir kritis, kemampuan menganalisis, serta menyampaikan gagasan secara runtut dan komunikatif.
“Kami terus mendorong peserta didik untuk menjadikan membaca sebagai budaya, bukan sekadar kegiatan sesaat. Melalui lomba resensi buku ini, siswa belajar memahami isi bacaan secara mendalam, mengolah ide, lalu menyampaikannya dengan bahasa yang baik. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal bagi mereka untuk terus berkarya dan berprestasi di bidang literasi,” ujar Fathur Rahman.
Beliau juga menambahkan bahwa budaya literasi yang kuat akan melahirkan generasi pembelajar sepanjang hayat yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan berkarakter. Karena itu, MTs Miftahul Ulum 2 akan terus memberikan ruang bagi peserta didik untuk berpartisipasi dalam berbagai kompetisi literasi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Partisipasi M. Riduwan Ali dalam Lomba Resensi Buku 2026 menjadi bukti nyata komitmen MTs Miftahul Ulum 2 dalam menumbuhkan budaya literasi di lingkungan madrasah. Melalui pembinaan yang berkelanjutan dari para guru, madrasah berharap semakin banyak peserta didik yang mampu menghasilkan karya-karya literasi berkualitas serta mengharumkan nama madrasah di berbagai ajang kompetisi.
Sejalan dengan tema madrasah “Cerdas Literasi, Luhur Budi Pekerti,” MTs Miftahul Ulum 2 terus berupaya melahirkan generasi yang gemar membaca, kritis dalam berpikir, santun dalam bertutur, serta unggul dalam berkarya. Keikutsertaan dalam Lomba Resensi Buku 2026 menjadi salah satu wujud nyata bahwa budaya literasi di MTs Miftahul Ulum 2 tidak hanya menjadi slogan, tetapi telah tumbuh menjadi gerakan bersama yang mendorong lahirnya generasi pembelajar yang siap menghadapi tantangan masa depan.


