Kegiatan Bimbingan Teknis Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi guru mata pelajaran umum MTs wilayah kerja 2 kembali dilaksanakan pada pertemuan ketiga, Kamis, 7 Mei 2026, bertempat di MTs Syarifuddin Wonorejo Lumajang
Kegiatan yang diselenggarakan oleh KKMTS-2 ini diikuti oleh guru MTs wilayah kerja 2, termasuk para guru dari MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta tampak mengenakan sarung dan busana muslimah sebagai bagian dari implementasi Program Gerakan Santri Lumajang yang digalakkan oleh Kementerian Agama Kabupaten Lumajang. Suasana kegiatan terlihat religius dan mencerminkan budaya santri yang menjadi ciri khas madrasah di Kabupaten Lumajang.

Pertemuan ketiga bimtek menghadirkan narasumber Ruli Widayadi, S.Ag., M.a dan Muhammad Hannan, M.Pd. Dalam pemaparannya, kedua narasumber memberikan penguatan mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran serta penguatan karakter peserta didik di lingkungan madrasah.
Baca Juga
Ruli Widayadi dalam paparannya menekankan pentingnya membangun budaya belajar yang humanis dan penuh keteladanan di madrasah.
“Kurikulum Berbasis Cinta harus diwujudkan dalam sikap dan praktik pembelajaran sehari-hari, sehingga siswa merasa nyaman, dihargai, dan termotivasi dalam belajar,” ungkapnya.
Sementara itu, Bapak Hannan – sapaan akrab Muhammad Hannan – menjelaskan bahwa implementasi KBC membutuhkan kolaborasi seluruh unsur madrasah.
“Keberhasilan Kurikulum Berbasis Cinta sangat bergantung pada komitmen guru dalam membangun hubungan pembelajaran yang positif dan berkarakter,” jelasnya.
Guru MTs Miftahul Ulum 2 yang mengikuti kegiatan tersebut tampak aktif mengikuti seluruh rangkaian materi dan diskusi. Kegiatan bimtek berlangsung dengan suasana interaktif dan penuh antusiasme dari para peserta.
Kepala MTs Miftahul Ulum 2, Husen, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan bimtek yang dinilai sangat bermanfaat bagi penguatan kompetensi guru.
“Kegiatan ini memberikan banyak wawasan dan motivasi kepada guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih humanis dan menyenangkan. Kurikulum Berbasis Cinta menjadi langkah positif dalam membangun pendidikan yang berorientasi pada karakter dan akhlak siswa,” ujarnya.

Ia juga berharap seluruh guru dapat menerapkan hasil bimtek dalam kegiatan belajar mengajar di madrasah.
“Kami berharap nilai-nilai KBC tidak hanya dipahami secara teori, tetapi benar-benar diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari sehingga tercipta lingkungan madrasah yang penuh kasih sayang, disiplin, dan saling menghargai,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru mampu mengimplementasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal dalam pembelajaran guna meningkatkan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter siswa di madrasah.
⁷


