Pandemi di Tahun Ke-2 Kemerdekaan (Memperingati Dirgahayu RI Ke-76)


Oleh: Muhammad Ro’uf, S.Pd *)

Tepat 17 Agustus 2021 memasuki 76 th kemerdekaannya. Walau Indonesia merayakannya dalam situasi pandemi COVID-19, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat dan antusiasme pemerintah dan rakyat Indonesia untuk memperingati dan mengisi kemerdekaan. Jauh sebelum 76 th yang lalu, para pejuang dan pahlawan mempertaruhkan harta dan nyawa melawan penjajah di bumi Indonesia demi mempertahankan harta dan martabat Indonesia. Setelah kemerdekaan diraih, rakyat Indonesia dan para penerus bertugas mengisi kemerdekaan dengan hal-hal bermanfaat.

Kurang-lebih hampir dua tahun berlalu, perang kembali berkobar. Semenjak dinyatakannya pandemi untuk sebuah penyakit yang menyerang saluran pernafasan yaitu COVID-19, para tim medis merupakan pahlawan tangguh yang sebenarnya di era ini. Karena tenaga kesehatan ini merupakan garda terdepan menghadapi pasien atau korban yang terinfeksi COVID-19. Mereka harus mengesampingkan segala kepentingan dan ego masing-masing bahkan banyak dari mereka mempertaruhkan nyawa. Peningkatan kasus semakin tampak dalam 3 bulan terakhir, tercatat kasus COVID-19 di Indonesia per 17 Agustus 2021 sebanyak 3.892.479 kasus. Para tenaga kesehatan seakan benar-benar bertempur dalam menangani para pasien COVID-19 yg tak henti-hentinya mendatangi rumah sakit.

Baca juga : PENDIDIKAN DALAM ARUS PERUBAHAN

Pemerintah pun berupaya maksimal untuk mengendalikan kenaikan kasus covid-19 ini. Berbagai peraturan pun dibuat yang salahsatunya adalah penerapan PPKM, yaitu tujuan utama memutus rantai penularan agar agar pandemi ini lekas berakhir. Sebagian kalangan masyarakat pun ikut berswadaya membantu penanggulangan penularan di lingkungan masing-masing, di antaranya: mengkampanyekan protokol kesehatan dengan 5M, mencuci tangan, memakai masker, menjauhi kerumunan, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas. Ada pula yang membantu suplai kebutuhan tetangga yang terinfeksi virus karena korban harus isolasi mandiri; Ada juga yang rela membagikan sembako membantu kalangan masyarakat lain yang terdampak kebijakan PPKM; Ada pula yang membantu tenaga kesehatan dengan menyuplai alat kesehatan seperti makanan dan alat pelindung diri serta tabung oksigen.

Sebagai satu bangsa, agar terlepas dari kecamuk pandemi ini kita tidak bisa hanya bergantung pada tim medis semata. Kita harus memiliki satu visi yang sama, gotong-royong saling membantu, kita juga bisa turut berjuang bersama. Hal sederhana yang mesti kita laksanakan secara pribadi, yaitu: disiplin mematuhi protokol kesehatan, tidak menyebarkan konten hoax, menerapkan pola hidup sehat dan berpikir positif. Momen kemerdekaan ini marilah kita seluruh elemen masyarakat bersinergi dan bersatu menuntaskan COVID-19, tidak lupa selalu berdoa kepada ALLAH SWT agar bumi Indonesia dirahmati, diberkahi dan dijaga.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-76

*) Guru Bahasa Inggris MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid

Leave a Reply

Your email address will not be published.