Upaya memperkuat sistem penilaian hasil belajar peserta didik terus dilakukan pendidik di Kabupaten Lumajang. Guru Bahasa Arab MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Ahmad Sirojuddin Syarif, M.Pd., menghadiri forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Arab Wilayah Kerja (Wilker) 2 di MTs Muhammadiyah Randuagung, Sabtu (17/10/2026).
Pertemuan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut berfokus pada penyusunan bank soal komprehensif untuk jenjang kelas VII, VIII, dan IX. Agenda ini dirancang guna memastikan instrumen evaluasi pembelajaran di setiap madrasah memiliki standar yang terukur, terstruktur, dan relevan dengan capaian kurikulum.
Baca Juga
Guru Bahasa Arab MTs Miftahul Ulum 2 Jadi Pemakalah ICON-POSTALL 2026
“MGMP menjadi forum strategis untuk menyelaraskan persepsi dan standar evaluasi antar-pendidik. Melalui penyusunan bank soal bersama ini, kita ingin memastikan instrumen ujian yang diberikan kepada siswa benar-benar objektif dan bermutu,” ujar Sirojuddin di sela-sela kegiatan.

Keikutsertaan pendidik dalam forum kolaboratif ini membawa sejumlah dampak positif bagi mutu pendidikan di madrasah:
- Standarisasi Evaluasi: Menghasilkan bank soal yang kredibel untuk mengukur kompetensi siswa secara merata.
- Pengembangan Profesionalisme: Menjadi ruang berbagi praktik baik (best practices) dan pengayaan wawasan pengajaran Bahasa Arab.
- Bahan Refleksi Pembelajaran: Hasil evaluasi yang terukur akan menjadi acuan guru dalam memetakan kebutuhan serta perbaikan metode mengajar secara berkelanjutan.
Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Husen, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas partisipasi Ahmad Sirojuddin Syarif dalam kegiatan MGMP Bahasa Arab tersebut. Menurutnya, keikutsertaan guru dalam forum profesional seperti MGMP merupakan langkah positif untuk terus mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan, dan meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah.
Ia berharap, hasil kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyusunan bank soal semata, tetapi juga dapat diimplementasikan dalam proses evaluasi pembelajaran di madrasah. Dengan demikian, upaya kolaboratif antarguru dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan dan pencapaian kompetensi peserta didik.
“Semoga kegiatan MGMP ini menjadi sarana untuk terus belajar, berbagi pengalaman, dan meningkatkan profesionalisme guru. Kami berharap ilmu dan hasil yang diperoleh dapat diterapkan di madrasah sehingga kualitas pembelajaran Bahasa Arab semakin baik,” ungkapnya.
Langkah aktif MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul dalam kegiatan MGMP Wilker 2 ini menjadi bagian ikhtiar madrasah untuk terus mendorong peningkatan mutu pengajar. Kolaborasi berkelanjutan antar-guru diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran Bahasa Arab yang lebih adaptif, efektif, dan bermakna bagi para siswa.



