logo_mts192
0%
Loading ...

Guru MTs Miftahul Ulum 2 Ikuti Pemantapan Komunikasi Efektif Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja

Share the Post:

Guru MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul (Bakid), Muhammad Said Fadhori, S.Pd.I., mengikuti kegiatan Pemantapan Komunikasi Efektif bagi Guru dalam Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Pisang Berlin, Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Lumajang, ini merupakan tindak lanjut penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bertajuk MY SMART: Implementasi Model Tindak Lanjut Berjenjang Skrining Anak-Remaja Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah melalui Scorecard, Peer Support, dan Jalur Krisis Terintegrasi.

Program ini bertujuan memperkuat kapasitas guru dalam mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan jiwa anak dan remaja di lingkungan sekolah. Penguatan tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, suportif, serta responsif terhadap kebutuhan peserta didik.

Baca Juga

MTs Miftahul Ulum 2 Bersama Puskesmas Jatiroto Gelar Skrining Kesehatan Siswa

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan materi “Pemantapan Komunikasi Efektif bagi Guru dalam Kesehatan Jiwa” yang disampaikan oleh Dr. Ns. Heni Dwi Windarwati, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.J. Materi ini berfokus pada pentingnya membangun komunikasi yang efektif dalam mendukung kesehatan jiwa anak dan remaja di lingkungan sekolah.

Penguatan kemampuan komunikasi guru menjadi aspek penting karena guru berinteraksi langsung dengan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Melalui komunikasi yang tepat, guru diharapkan mampu membangun hubungan yang positif, mendengarkan persoalan siswa dengan empati, serta memberikan dukungan awal sesuai kebutuhan.

Muhammad Said Fadhori menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan penting bagi guru dalam membangun komunikasi yang efektif dengan siswa, khususnya ketika menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kondisi psikologis dan kesehatan jiwa mereka.

“Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga perlu memahami kondisi dan kebutuhan peserta didik. Komunikasi yang baik, sikap empatik, dan kesediaan mendengarkan menjadi langkah awal untuk membantu siswa merasa aman dan nyaman dalam menyampaikan persoalannya,” ungkapnya.

Menurutnya, pemahaman mengenai pendampingan awal dan mekanisme tindak lanjut secara berjenjang sangat penting agar guru dapat memberikan respons yang tepat sesuai kebutuhan siswa, sekaligus mengetahui kapan diperlukan dukungan dari tenaga profesional.

Baca Juga

MTs Miftahul Ulum 2 Jalin Kerja Sama Kesehatan dengan Puskesmas Jatiroto

Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Bakid, Husen, S.Pd.I., mengapresiasi keikutsertaan Muhammad Said Fadhori dalam kegiatan tersebut. Ia berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat memberikan manfaat nyata bagi penguatan layanan pendidikan dan pendampingan peserta didik di madrasah.

“Kami mengapresiasi keikutsertaan guru dalam kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan ini. Kesehatan jiwa merupakan bagian penting dari tumbuh kembang peserta didik yang perlu mendapat perhatian bersama,” ujarnya.

Husen juga berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan madrasah sehari-hari, terutama dalam membangun komunikasi yang lebih terbuka antara guru dan siswa.

“Harapan kami, guru semakin peka terhadap kondisi peserta didik, mampu membangun kedekatan yang positif, serta memberikan pendampingan awal secara tepat. Jika ditemukan persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, madrasah harus siap berkoordinasi dengan pihak terkait agar siswa memperoleh dukungan sesuai kebutuhannya,” tambahnya.

Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, MTs Miftahul Ulum 2 Bakid berkomitmen untuk terus memperkuat lingkungan belajar yang ramah anak, mengedepankan komunikasi yang empatik, serta mendukung perkembangan peserta didik secara utuh, baik dalam aspek akademik maupun kesejahteraan psikologis.

Upaya tersebut diharapkan dapat menjadikan madrasah sebagai ruang belajar yang aman dan nyaman, tempat setiap peserta didik merasa dihargai, didengarkan, dan didukung untuk berkembang secara optimal.

Join Our Newsletter