logo_mts192
0%
Loading ...
Dunia
0
Jalan Sunyi Menuju Ketakwaan
0
Reuni atau Kompetisi? Refleksi Atas Budaya Pamer di Hari Raya Idul Fitri
0
Ketupat: Anyaman Tradisi, Anyaman Hati
0
Syawal: Saat Cinta Itu Dilanjutkan, Bukan Ditinggalkan
0
Hari Raya: Antara Ibadah dan Keceriaan
0
Pesan Rasulullah saw tentang Silahturrahim
0
Agar Silaturrahim Bernilai Ibadah
0
Melanjutkan Cahaya Ramadan
0
Makna Hakiki dari Hari Raya Idul Fitri
0
Agar Hati Tetap Hidup di Hari Raya
0
Puasa : Terapi Sehat Jiwa dan Raga
0

Category: Puisi

Kesatria Tanpa Kuda

Karya : Ahmad Aldian *) Ayah, engkaulah kesatria tanpa kudaEngkau susah payah bekerjaUntuk menafkahi semua keluargaAyah akan ku gantikan semua

Happy New Year 2024

Karya: Nurul Jasshinta*) Di hari ini aku tidak menangis atau pun gembiraDi hari ini pula aku telah bersyukur kepada Tuhan

Selamat Datang Tahun Baru

Karya: Putri Evita Muhajir)* Tamat sudah tugasku di tahun 2023Selamat tinggal DesemberSelamat tinggal tahun 2023Selamat datang JanuariSelamat datang tahun 2024

Ibu Tersayang

Karya: Vito Fabian Kristianto*) Ibu kamu adalah ibu yang luar biasaBegitu lembut namun begitu kuatBanyak cara yang kamu tunjukkan bahwa

Terdiam

Karya: Tri Novtia Angelika*) Aku terdiamdi saat aku sendiridan semua sedang tidak baik-baik sajadunia terasa sunyiSeakan tak beRpenghuni Aku terdiam

Tak Akan Ada Temu

Karya: M. Azrilliv LH*) Kita telah usaiPerjalanan panjang telah mengukir kisahCerita indah pun tak pantasKarena kita telah menguap kata pisah

Aku

Karya: Rifatul Aulia Rizqiyah*) Pagi ituKu berada di depan cermin ituMelihat dan berkacaBertanya-tanyaApa yang aku milikiApa yang kupunya Dan berangan-angan

Indonesiaku

Karya: Vito Fabian Kristianto*) IndonesiakuEngkau sangat kucintaiEngkau sangat indah IndonesiakuEngkau penuh dengan canda tawaPenuh dengan hijau dedaunanRerumputan yang hijauBiru air

Hati Berbicara

Karya: Nur Talitha Safa *) Cerita hari iniDengan banyak ceritaNan menyayat hati,Karena semua yang terjadiDiriku luruh bersama sakit iniBerharap segera

Kenangan

Karya: Vito Fabian Kristianto*) Di sini pula aku kembali mengingat rasaYang sempat kubiarkan padam tanpa nuansaGelap saja sehingga hampaLalu kau