logo_mts192
0%
Loading ...
Dunia
0
Jalan Sunyi Menuju Ketakwaan
0
Reuni atau Kompetisi? Refleksi Atas Budaya Pamer di Hari Raya Idul Fitri
0
Ketupat: Anyaman Tradisi, Anyaman Hati
0
Syawal: Saat Cinta Itu Dilanjutkan, Bukan Ditinggalkan
0
Hari Raya: Antara Ibadah dan Keceriaan
0
Pesan Rasulullah saw tentang Silahturrahim
0
Agar Silaturrahim Bernilai Ibadah
0
Melanjutkan Cahaya Ramadan
0
Makna Hakiki dari Hari Raya Idul Fitri
0
Agar Hati Tetap Hidup di Hari Raya
0
Puasa : Terapi Sehat Jiwa dan Raga
0

Category: Puisi

ibu Fitria Hoirotun Nisa’

IBU

Karya: Fitria Hoirotun Nisa’ *) Ibu..Engkaulah bidadari tak bersayapku..Engkaulah ratu tak bermahkotaku..Begitu tinggi derajatmu wahai Ibu..Sehingga surga berada di telapak

Lembaran santri

Lembaran Santri

Karya: Ziyanatul Kamila Assa’idah *) Aksara menjadi saksi bisu.Membekas Bersama bait-baitku.Yang selalu kususun.Hingga..berharap menjadi satu. Bukan menyerah.Tapi,ada perihal yang pentimg.Dan

Antara Cinta dan Egois

Antara Cinta dan Egois

Karya : Rahmadaini *) Kamu memelukku serasa aku adalah separuh hidupmuSeperti seseorang yang takut kehilanganAku selalu ada untukmuNamun aku tidak

TEMPATKU BERPULANG

Tempatku Berpulang

Karya : Rahmadaini *) Ayah?Mengapa aku baru menyadarinyaBahwa kau lah tempatku berpulangAku kira aku bisa tanpamuNamun nyatanya aku rapuhAku hancur

Mama Is My Heart

Mama is My Heart

Karya : Nuril Izzah *) Aku tahu ibu bukanlah seperti ibu lainnyaSeorang ibu yang selalu menghabiskan hari bersama anak anaknyaMama

Ya Nabi

Yaa Nabi.. Karya : Febriani Cahya Ning Tiyas Pagi yang cerah iniTerdengar suara lantunan sholawat kepada Nabibanyak santri yang ikut

I Found my Happiness

Karya : Nuril Izzah*) Aku sangat percaya diriMenurutku dengan berpikir optimisKita bisa melalukan semuanyaKarena aku merasa bahagia Aku akan tepuk

Hugged Your Self

Karya : Nuril Izzah *) Aku yang dipeluk diri sendiriAku bangga mempunyai dirikuSegala hal yang membuatku patahAkan ku perbaikiDan mencoba

Aku dan Kita

Karya: Tri Novtia Angelika *) Apa yang kita alami demi teman terkadang melelahkan dan menjengkelkanNamun itulah yang membuat persahabatan mempunyai

Kemarin

Karya: Nur Thalita Safa*) Canda tawa yang telah usangTelah lama pudar bersama banyak kenangan,Setelah 12 purnama sang rembulanTibalah saatnya untuk