
Karya: Novy Amalia Hasanah *) Dunia tanpa batasfantasi menjadi arah langkahku,masa depan indah yang kurajut diam-diam.Namun, masih adakah harapanyang tersisa
Oleh: Husen, S.Pd.I *) Ada satu jalan menuju ketakwaan yang tidak ramai dilalui. Jalan itu sunyi, halus, dan seringkali luput
Oleh : Fathur Rahman, S.Pd.I., M.Pd *) Setiap tahun, Hari Raya Idul Fitri datang membawa suasana hangat dan penuh makna. Umat Islam
Oleh : Amang Phillips Dayeng Pasewang, S.Sos *) Di tanah Jawa, Syawal tidak hanya hadir dengan gema takbir dan pelukan
Oleh : Muhammad Bardan Nafis Firdausi, S.Pd *) Ramadhan telah pergi. Ia berlalu seperti tamu agung yang singgah sejenak, meninggalkan
Oleh: Abdul Wafi Hasan, SH *) Hari raya dalam Islam bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang kebahagiaan. Ia adalah
Oleh: Muhammad Said Fadhori, S.Pd.I *) Setiap kali Idul Fitri tiba, suasana berubah menjadi lebih hangat. Rumah-rumah terbuka, tangan saling
Oleh : Sholeh, S.Pd *) Hari raya bukan hanya tentang berkumpul dan saling berkunjung, tetapi juga tentang menjaga adab dalam
Okeh: Muhammad Faisol Ali, SH *) Ramadan mungkin telah berlalu, tetapi ruhnya seharusnya tidak ikut pergi. Banyak di antara kita
Oleh : Fathur Rahman, S.Pd.I., M.Pd *) Di setiap datangnya hari raya, umat Islam di seluruh dunia bergembira menyambutnya. Suasana penuh kegembiraan
Oleh : Husen, S.Pd.I *) Ramadan akan pergi. Hari-hari yang penuh ibadah perlahan akan menjadi kenangan. Takbir mulai berkumandang, menandakan
Oleh : Aris Purnomo, S.Pd *) Sering kali kita mendengar bahwa puasa baik untuk kesehatan. Banyak penelitian modern juga menunjukkan


Pahlawan Indonesia

Itukah Merdeka?

Indonesia Merdeka

Merah Darahmu, Semangat Kami

Perpisahan

Sahabat

Andai Aku Jadi Presiden

Ismail, Cahaya Pengorbanan Sejati

Pesantrenku
Category: Puisi

For You, Dad
Karya: Almira Tungga Dewi Kristiawan *) Ayah…Kau bagai lenteraMenyinari gelap gulitakuMenerangi malam-malamkuMalam yang dinginMalam yang penuh ketakutan Ayah…Kau seperti pahlawan

Pahlawan Indonesia
Karya: Weggy Chelsa Olivia | Kelas 9 Darah merahmu menetes,Membasahi seluruh tubuhmu.Senjatamu hanya bambu runcing,Namun tekadmu sebesar langit.Kau korbankan keluarga

Itukah Merdeka?
Oleh: Fathur Rahman, S.Pd.I *) Kokok ayam jantan mengakhiri keheningan malam.Fajar pun di ufuk timur mulai menyingsing.Kumandang adzan meramaikan toa-toa

Indonesia Merdeka
Karya: Lisa | Siswi Kelas 9 Indonesia, negeri yang kaya,Penuh budaya, penuh warna.Negeri yang selalu jaya,Di setiap masa, di tiap

Merah Darahmu, Semangat Kami
Karya: Devita Merah darahmu menggelora,Semangat juangmu takkan sirna.Meski nyawa jadi taruhan,Meski derita jadi kawan. Kau tegakkan kemerdekaan,Dengan peluh dan pengorbanan.Tanpa

Perpisahan
Karya: Dini Fitria Royhana Adibah *) Perpisahan telah tiba,Hari yang dulu terasa jauhKini datang tanpa bisa ditundaMeninggalkan sejuta rasaAntara haru

Sahabat
Karya: Saidatul Fatimah *) Kesalahan mungkin paling banyak darikuYang tak kunjung sadar akan sikapmuMenunggu bukan sekadar harapTapi jebakan rasa nyaman

Andai Aku Jadi Presiden
Karya: Reva Yuni Ningsih *) Bangkitlah…..Bangkitlah wahai pemudaLupakan sudah kaum belandaYang lalu biarlah laluMasa lalu jadikan ilmu Musuh besarmu bukanlah

Ismail, Cahaya Pengorbanan Sejati
Oleh : Abdul Gofur Arrazi, S.E.I *) Di padang sunyi yang tandus dan sepi,lahirlah engkau, wahai cahaya hati,dari rahim Hajar,

Pesantrenku
Karya : Nuril Maulidya Ariska *) Di balik tembok nan sederhana dan sunyi,Pesantren berdiri, teduh berseri.Cahaya ilmu menari di pelita
