logo_mts192
0%
Loading ...
Cermin Kedalaman
0
Dunia
0
Jalan Sunyi Menuju Ketakwaan
0
Reuni atau Kompetisi? Refleksi Atas Budaya Pamer di Hari Raya Idul Fitri
0
Ketupat: Anyaman Tradisi, Anyaman Hati
0
Syawal: Saat Cinta Itu Dilanjutkan, Bukan Ditinggalkan
0
Hari Raya: Antara Ibadah dan Keceriaan
0
Pesan Rasulullah saw tentang Silahturrahim
0
Agar Silaturrahim Bernilai Ibadah
0
Melanjutkan Cahaya Ramadan
0
Makna Hakiki dari Hari Raya Idul Fitri
0
Agar Hati Tetap Hidup di Hari Raya
0

Category: Puisi

Pahlawan Sejatiku

Oleh: Amanda Aulora Riffi *) Pahlawan butuh perjuangan yang keras, keringat-keringatnya bercucuran deras. Pahlawanku adalah orang tuakuIbu yang bertaruh nyawa

Pahlawanku

Karya Nabila Sakib *) Wahai pahlawankuKami rindu kehadiranmuKami rindu akan perjuangan muYang kini hanyalah sebuah kenangan masa lalu Kau orang

Takdir

Karya : Abdul Wafi Hasan *) Tidak ada yang tidak mungkin, bila tuhan sudah berkehendakApapun akan terjadi . . .Maka

Raga Tanpa Jiwa

Karya : Siti Khadijah Syarifah Wulan *) Dia ada, namun selalu acuh pada keadaanDia ada, namun hanya memberi kritik tanpa

Ayah – Puisi

Karya : Lailatul Masruroh *) Hujan hujan yang membasahiDirimu di saat engkau bekerjaDan engkau menahan rasaAir yang dingin itu.Dan engkau

Impianku

Karya : Putri Nabila Fitriana *) Yang ku impikan sejak duluTapi itu semua butuh waktuKukan bersungguh – sungguhDalam mencari ilmu

Untuk Kyai

Karya : Wilda Nabila Tunnor *) Kyai . . .Dari tak mandiri, aku datangDari tak disiplin, aku datangDari tak tau,

Sudahlah

Karya : Selly Holiana S *) Ditemani oleh senyapnya malamTerlalu candu dengan sinar rembulan GelapGelap yang begitu pekat menyelimutiRaga yang

Dirimu

Karya : Novi Rahayu R *) Dirimu nasehati dirikuSetiap saatAgar semakin lembut hatikuSemakin sabar jiwakuSemakon mengat rohanikuSemakin meninggi pedulikuSemakin manfaat

Ibu

Karya : Novi Rahayu R *) Ibu …..Bagiku ibu adalah pahlawankuBagiku ibu adalah malaikat pelindungkuAku tak bisa membalas kebahagiaankmuDari kecil