logo_mts192
0%
Loading ...
Cermin Kedalaman
0
Dunia
0
Jalan Sunyi Menuju Ketakwaan
0
Reuni atau Kompetisi? Refleksi Atas Budaya Pamer di Hari Raya Idul Fitri
0
Ketupat: Anyaman Tradisi, Anyaman Hati
0
Syawal: Saat Cinta Itu Dilanjutkan, Bukan Ditinggalkan
0
Hari Raya: Antara Ibadah dan Keceriaan
0
Pesan Rasulullah saw tentang Silahturrahim
0
Agar Silaturrahim Bernilai Ibadah
0
Melanjutkan Cahaya Ramadan
0
Makna Hakiki dari Hari Raya Idul Fitri
0
Agar Hati Tetap Hidup di Hari Raya
0

Category: Puisi

Guru

Oleh: Flora Angelia *) Teruntuk guru kami yang kamiHormati sebagai orang tua kamiDi sekolahKami segenap siswi mengucapTerimakasih di hari guru

Happy Teacher Day

Oleh: Fitroh Nuraini *) TeruntukmuEngkaulah sosok muliaEngkaulah sosok yang paling berjasaTiada ternilai harganya Perjuanganmu dalam ilmuTak kenal lelah walau menghabiskan

Aku Santri

Karya : Lailatul Masruroh *) Diamku menjadi santriHanya seperti ‘dibully’Harapanku menjadi santriHanya untuk barakah kiai Santri..Tidak akan pernah merasa letihUntuk

Kanjuruhan Play

Karya : Lailatul Masruroh *) Seperti kelihatan damaiDari luarDan kelihatan ramaiDari dalamSemua orang berlariMenuju ke tempatAman Dan semua bingungUntuk mencari

Sekolahku

Karya : Lailatul Masrurah *) Salah tempatkuUntuk mencari ilmuTiada tempat yang lebih bermanfaat kecuali dirimuEngkau memberikan tempat teduhanYang sangat berarti

Untukmu Ayah

Karya : Citra Amelia *) Tuhan….Andai aku diberi satu permintaan…..Diriku ingin… aku tidak ingin besarAku ingin menjadi putri kecil ayah..

Human Have a Nice Heart

Karya : Iecha Nayla Maulidyans *) Hai buLihat sudah sampai mana perjuanganmuYang telah mendidikku sampai dewasaTanpa mengeluh atas semua jasaYang

Bunga Kawanku

Karya : Lallatul Masruroh *) Di sebelum kau mengenalkuKau sangat asing dengankuKau fikir engkau anak jahatDan kukira engkau bukan anak

Pejuang Al-Qur’an

Karya : Lailatul Masruroh “) Dialah seseorang yang tak pernah letih untuk menghafalDan dia selalu memikirkan akhiratnyaSampai lupa akan keadaan

Indahnya Indonesiaku

Oleh: Lailatun Nafilah *) Sang bumi pertiwiHamparan luas tanah hijau nan permaiBeraneka ragam flora dan faunaBerjuta-juta budaya dan bahasa Wahai