logo_mts192
0%
Loading ...
Menambang Emas Di Separuh Akhir Ramadhan
0
Dua Kebahagiaan yang Dijanjikan
0
Ramadan: Momen Tepat Mereset Ulang Kehidupan
0
Kepala Madrasah Hadiri Pertemuan Rutin KKMTS-2 Bahas Persiapan TKA dan UMBK
0
Sahur: Jejak Keberkahan di Ujung Malam
0
Level-level Puasa | Part Akhir
0
Ketika Langit Terbuka dan Setan Terbelenggu
0
Level-level Puasa | Part 2
0
Puasa: Ibadah Sunyi Berpahala Tak Bertepi
0
Kepala Madrasah Hadiri Verifikasi LPJ BOP/BOS Madrasah dan PIP Tahun 2025
0
Lavel-lavel Puasa
0
Siswi MTs Miftahul Ulum 2 Masuk Top 25 Asean Short Story Writing Competition 2025
0

Category: Puisi

Kesatria Tangguhku

Kesatria Tangguhku

Karya: Shinta Fairuzzuhro *) Kesatria tanpa kudayang selalu berdiri di garda terdepan.Pejuang berjasa yang tak pernah menghiraukan lelah,membanting tulang tanpa

Rinduku Untukmu

Rinduku Untukmu

Karya: Shinta Fairuzzuhro *) Berandai angin mampu membawa kembali masa kita.Hari-hari terus berganti, menjauhkan kita hingga tak lagi bersama.Keinginan memeluk

Memulai Cerita Baru

Karya: Shinta Fairuzzuhro *) Kenyataan tak selalu bisa ditutupi,air mata pun mengalir tanpa henti.Mengingat semua yang telah terjadi,meyakinkan diri bahwa

Mampukah Aku?

Mampukah Aku?

Karya: Shinta Fairuzzuhro *) Hidup terus berjalan tanpa kutahu ujungnya,gelisah di hati kian bergelora.Apa yang akan tercipta di masa depan

Tembok Kita Terlalu Tinggi

Tembok Kita Terlalu Tinggi

Karya: Rizka Aulia Affarida *) Aku tahu, kita tak akan pernah bisa bersatu.Masjid dan katedral — sampai kapan pun —

Hati yang Penuh dengan Kerinduan

Hati yang Penuh dengan Kerinduan

Karya: Rizka Aulia Affarida *) Aku tahu, kisah ini mungkin terdengar kekanak-kanakan.Namun jujur, aku merindukanmu.Aku benar-benar merindukanmu.Meski aku sadar, kau

Manusia Favoritku

Manusia Favoritku

Karya: Rizka Aulia Affarida *) Untukmu, wahai manusia favoritku,yang telah melakukan banyak hal bersamaku,yang telah mengukir senyum di bibirku,dan membuat

Merindukan Kalian

Merindukan Kalian

Karya: Anis Izzamatul Fitriah *) Hai, kawan…Tiga tahun telah kita lewati,Suka dan duka kita jalani bersama. Sulit rasanya…Kini harus berpisah

Madrasah: Tawa, Tangis, dan Harapan

Karya: Anilna Badi’ah *) Burung berwarna estetik mengepakkan sayap di langit biruKami melangkah dengan seragam rapi, menggenggam pulpen dan bukuMenuntut

My Sister

My Sister

Karya: Amelia Safira *) Kakak…Aku tahu perasaanmuAku tahu, kau mungkin merasa tak sempurnaTapi bagiku…Kau justru paling sempurna saat bersamaku Kakak…Aku

Dinginnya Cuaca Malam

Dinginnya Cuaca Malam Ini

Karya: Ziyanatul Kamila Assa’idah *) Hari demi hari telah berlalu,Malam tiba… terasa menyeramkan bagiku.Sungguh suram malam ini,Bagaikan hutan gelap di

Charger KeImanan

Charger Iman

Karya: Nuril Maulidya Ariska *) Aku bertahan karena waktu.Aku lebih kuat karena rindu.Aku ceria karena senyumku,Dan aku tegar karena impianku.

Guru, Cahaya Ilmu MTs Miftahul Ulum 2

Guru, Cahaya Ilmu

Karya : Wulan Nur Malita *) Guru…Engkaulah pahlawan dalam hidupkuYang selalu sabar membimbing dan mengajarikuPengorbananmu tak pernah mengenal lelahBersamamu, aku

Hujan dan Petir dan Badai

Hujan dan Petir

Karya: Amelia Safira *) Di tengah keheningan malam,Rintik hujan turun perlahan,Menemani langkahkuDalam kesunyian yang menenangkan. Angin berhembus menusuk tubuh,Ranting-ranting bergoyang

Sahabat

Teman

Karya: Lailatul Qomariah *) Temanku…Kaulah yang selalu ada untukkuKaulah yang berjalan bersamakuKaulah yang setia di sisikuSaat aku benar-benar membutuhkannya Temanku…Hanya

Cinta untuk Rasulullah

Cinta untuk Rasulullah

Karya : Ahmad Zayadi Rayhan Al Zuhri  *) Di bulan maulid yang penuh cahaya,Lantunan shalawat terdengar di mana-mana,Namamu menggema di

Sadar

Tersadar

Karya: Diana Nouvita Sari *) Kini kami tersadar…Bahwa waktu tak bisa dihentikanBahwa perpisahan itu nyataBahwa setiap pertemuan, pasti ada akhirnya

Bising

Berisik

Karya: Zyaaaaan *) Semua kini ada di benak:Keluarga, teman, pendidikan, cinta.Entah harus dimulai dari mana,Semuanya hanya jadi angan —Aku enggan

Peluk Ibu yang Hilang

Rindu untuk Ibu

Karya: Cahya Maulida Bahri *) Sedari aku merangkak,Hingga aku bisa berjalan,Sedari aku hanya bisa menangis,Hingga aku bisa berbicara. Ibu…Putri kecilmu

untukmu ayah

For You, Dad

Karya: Almira Tungga Dewi Kristiawan *) Ayah…Kau bagai lenteraMenyinari gelap gulitakuMenerangi malam-malamkuMalam yang dinginMalam yang penuh ketakutan Ayah…Kau seperti pahlawan

Pahlawan Bangsa Indonesia

Pahlawan Indonesia

Karya: Weggy Chelsa Olivia | Kelas 9 Darah merahmu menetes,Membasahi seluruh tubuhmu.Senjatamu hanya bambu runcing,Namun tekadmu sebesar langit.Kau korbankan keluarga

Itukah Merdeka?

Itukah Merdeka?

Oleh: Fathur Rahman, S.Pd.I *) Kokok ayam jantan mengakhiri keheningan malam.Fajar pun di ufuk timur mulai menyingsing.Kumandang adzan meramaikan toa-toa

Indonesia Merdeka

Indonesia Merdeka

Karya: Lisa | Siswi Kelas 9 Indonesia, negeri yang kaya,Penuh budaya, penuh warna.Negeri yang selalu jaya,Di setiap masa, di tiap

Merah Darahmu, Semangat Kami

Merah Darahmu, Semangat Kami

Karya: Devita Merah darahmu menggelora,Semangat juangmu takkan sirna.Meski nyawa jadi taruhan,Meski derita jadi kawan. Kau tegakkan kemerdekaan,Dengan peluh dan pengorbanan.Tanpa

Perpisahan dengan Guru

Perpisahan

Karya: Dini Fitria Royhana Adibah *) Perpisahan telah tiba,Hari yang dulu terasa jauhKini datang tanpa bisa ditundaMeninggalkan sejuta rasaAntara haru

Persahabatan

Sahabat

Karya: Saidatul Fatimah *) Kesalahan mungkin paling banyak darikuYang tak kunjung sadar akan sikapmuMenunggu bukan sekadar harapTapi jebakan rasa nyaman

andai aku jadi presiden

Andai Aku Jadi Presiden

Karya: Reva Yuni Ningsih *) Bangkitlah…..Bangkitlah wahai pemudaLupakan sudah kaum belandaYang lalu biarlah laluMasa lalu jadikan ilmu Musuh besarmu bukanlah

PPMU Bakid Pesantrenku

Pesantrenku

Karya : Nuril Maulidya Ariska *) Di balik tembok nan sederhana dan sunyi,Pesantren berdiri, teduh berseri.Cahaya ilmu menari di pelita

Memelihara Keindahan Mutmainnah kelas 9_1

Memelihara Keindahan

Karya: Mutmainah *) Semilir angin berembus sejuk,membuat dedaunan menari-nari.Langit membentang biru,berselimut awan putih kelabu. Matahari bersinar terang,burung-burung beterbangan,menghias cakrawala tanpa

Leaving With You, Goodbye

Leaving With You, Goodbye

By: Robiatul Adawiyah *) You left, leaving traces that can never be erased.In the quiet space, I ask the wind,Do

Terima Kasih Ibu Kartini

Terima Kasih, Ibu Kartini

Karya: Weggy Chelsa Olivia *) Dulu aku tak tahu,Mengapa perempuan tak boleh sekolah sepertimu.Dulu aku tak paham,Mengapa hanya laki-laki yang

MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid

Mata-mata

Karya: Mufridho *) Twilight…Kau begitu hebat dan tampan,Bersama jas hijau yang kau kenakan,Dengan lambang mata-mata di dadamu,Dan seratus wajah samaran,Yang

Back to Pesantren

Back to Pesantren

Karya : Robiatul Adawiyah*) Libur telah usai, hati mulai rindu,Suara ngaji dan adzan yang merdu.Kitab dan buku menanti dibuka kembali,Pelajaran

Perjuangan Seorang Ayah

Perjuangan Seorang Ayah

Karya: Syafa’atul Aliyah *) Ayah…Kau adalah pahlawan dalam hidupku,Lelaki terbaik yang selalu berjuang,Mengorbankan lelah dan waktu,Agar keluargamu tak merasa kekurangan.

Rindu Kitab Kuning

Rindu Kitab Kuning

Karya : Zahrotul Fadilah *) Di sudut lemari, kuintip sejenak,Kitab kuning yang lama tidak dibuka.Berdebu sedikit, tapi harum baunya,Seolah menyapa,

All About Mother

All About Mother

Karya: Flora Angellia *) Maa…Dari putri kecilmu ini, ada pesan yang harus tersampaikan.Terima kasih telah menjagaku, merawatku,Bahkan mengajarkanku tentang hal-hal

Ayah

Ayah

Karya : Nazwa Zamrotul Aini *) Ayah,Engkau tak pernah lelah menafkahi keluargamu.Engkau tak pernah berceritaBetapa sulitnya mencari nafkah.Engkau juga tak

Idul Fitri Penuh Cinta

Karya : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Saat mentari pagi tersenyum ceria,Lebaran tiba penuh suka cita,Hari kemenangan yang dinanti,Setelah sebulan

Pesantren

Karya : Fitria Hoirotun Nisa’ *) Aku santri…Di pesantren aku menuntut ilmu,Di pesantren kiai membimbingku,Di pesantren aku belajar mandiri. Aku

Guruku, Pedoman Hidupku

Guruku, Pedoman Hidupku

Karya: Nur Zahir *) Guru…Kau adalah pahlawan dalam hidupku.Tanpamu, aku tak bisa apa-apa.Guru… terima kasih telah mengajariku,Terima kasih telah membimbingku.

Malam 1000 Bulan

Karya : Robiatul Adawiyah *) Bulan bersinar terang di langit,Hati bergetar penuh syahdu.Malam istimewa telah menghampiri,Lailatul Qadar nan penuh rindu.

Indahnya Ramadhan

Karya : Nazwa Zamrotul Aini *) Di bulan suci penuh berkah,Ramadhan datang membawa cahaya.Langit malam bersinar terang,Bulan purnama menghias cakrawala.

Renjana

Karya : Febriani Cahya Ningtiyas *) Kisah ini telah lama usangNamun akara masih saja meradangBerteman semu, ia berlalu-lalangSeolah berkata, tak

Laut

Laut

Karya: Abelatus Zahra *) Aku bermimpi berjalan di tepi laut,Debur ombak menyapa lembut kaki kecilku,Membawa jejak kenangan yang pernah kita

Ayah

Karya: Fitria Hoirotun Nisa’ *) Ayah…Engkaulah raja di hati putrimu,Seorang ksatria tanpa kuda,Harta paling berharga,Bagi putrimu tercinta. Engkau rela berjuang

Liburan Pesantren

Liburan Pesantren

Karya : Siti Khatijah Syarifah Wulan *) Kala fajar mulai menyapa,angin lembut membelai jiwa.Langkah kaki tinggalkan gerbang,menyongsong rindu yang terbayang.

CITA-CITA

Cita-cita?

Karya : Nuril Izzah *) Aku selalu merasa bingung di antara keduanyaAntara keinginan ku sendiriAtau keinginan kedua orang tuaku.Keinginan yang

Febriani Cahya Ning Tiyas

NIKI, I Failed

Karya : Febriani Cahya Ning Tiyas*) Mungkin jika pada saat ituAku melarangmu untuk melakukan ituMungkin saat iniSemuanya tidak akan seperti

ibu Fitria Hoirotun Nisa’

IBU

Karya: Fitria Hoirotun Nisa’ *) Ibu..Engkaulah bidadari tak bersayapku..Engkaulah ratu tak bermahkotaku..Begitu tinggi derajatmu wahai Ibu..Sehingga surga berada di telapak

Lembaran santri

Lembaran Santri

Karya: Ziyanatul Kamila Assa’idah *) Aksara menjadi saksi bisu.Membekas Bersama bait-baitku.Yang selalu kususun.Hingga..berharap menjadi satu. Bukan menyerah.Tapi,ada perihal yang pentimg.Dan

Antara Cinta dan Egois

Antara Cinta dan Egois

Karya : Rahmadaini *) Kamu memelukku serasa aku adalah separuh hidupmuSeperti seseorang yang takut kehilanganAku selalu ada untukmuNamun aku tidak

TEMPATKU BERPULANG

Tempatku Berpulang

Karya : Rahmadaini *) Ayah?Mengapa aku baru menyadarinyaBahwa kau lah tempatku berpulangAku kira aku bisa tanpamuNamun nyatanya aku rapuhAku hancur

Mama Is My Heart

Mama is My Heart

Karya : Nuril Izzah *) Aku tahu ibu bukanlah seperti ibu lainnyaSeorang ibu yang selalu menghabiskan hari bersama anak anaknyaMama

Ya Nabi

Yaa Nabi.. Karya : Febriani Cahya Ning Tiyas Pagi yang cerah iniTerdengar suara lantunan sholawat kepada Nabibanyak santri yang ikut

I Found my Happiness

Karya : Nuril Izzah*) Aku sangat percaya diriMenurutku dengan berpikir optimisKita bisa melalukan semuanyaKarena aku merasa bahagia Aku akan tepuk

Hugged Your Self

Karya : Nuril Izzah *) Aku yang dipeluk diri sendiriAku bangga mempunyai dirikuSegala hal yang membuatku patahAkan ku perbaikiDan mencoba

Aku dan Kita

Karya: Tri Novtia Angelika *) Apa yang kita alami demi teman terkadang melelahkan dan menjengkelkanNamun itulah yang membuat persahabatan mempunyai

Kemarin

Karya: Nur Thalita Safa*) Canda tawa yang telah usangTelah lama pudar bersama banyak kenangan,Setelah 12 purnama sang rembulanTibalah saatnya untuk

Kesatria Tanpa Kuda

Karya : Ahmad Aldian *) Ayah, engkaulah kesatria tanpa kudaEngkau susah payah bekerjaUntuk menafkahi semua keluargaAyah akan ku gantikan semua

Happy New Year 2024

Karya: Nurul Jasshinta*) Di hari ini aku tidak menangis atau pun gembiraDi hari ini pula aku telah bersyukur kepada Tuhan

Selamat Datang Tahun Baru

Karya: Putri Evita Muhajir)* Tamat sudah tugasku di tahun 2023Selamat tinggal DesemberSelamat tinggal tahun 2023Selamat datang JanuariSelamat datang tahun 2024

Ibu Tersayang

Karya: Vito Fabian Kristianto*) Ibu kamu adalah ibu yang luar biasaBegitu lembut namun begitu kuatBanyak cara yang kamu tunjukkan bahwa

Terdiam

Karya: Tri Novtia Angelika*) Aku terdiamdi saat aku sendiridan semua sedang tidak baik-baik sajadunia terasa sunyiSeakan tak beRpenghuni Aku terdiam

Tak Akan Ada Temu

Karya: M. Azrilliv LH*) Kita telah usaiPerjalanan panjang telah mengukir kisahCerita indah pun tak pantasKarena kita telah menguap kata pisah

Aku

Karya: Rifatul Aulia Rizqiyah*) Pagi ituKu berada di depan cermin ituMelihat dan berkacaBertanya-tanyaApa yang aku milikiApa yang kupunya Dan berangan-angan

Indonesiaku

Karya: Vito Fabian Kristianto*) IndonesiakuEngkau sangat kucintaiEngkau sangat indah IndonesiakuEngkau penuh dengan canda tawaPenuh dengan hijau dedaunanRerumputan yang hijauBiru air

Hati Berbicara

Karya: Nur Talitha Safa *) Cerita hari iniDengan banyak ceritaNan menyayat hati,Karena semua yang terjadiDiriku luruh bersama sakit iniBerharap segera

Kenangan

Karya: Vito Fabian Kristianto*) Di sini pula aku kembali mengingat rasaYang sempat kubiarkan padam tanpa nuansaGelap saja sehingga hampaLalu kau

In Lost

Karya: Putri Evita Muhajir)* Aku pernah merasakan kehilanganAku pernah merasa kesepianKarena kehilangan seseorang Katanya kehilangan hal yang wajarTapi nyatanya itu

Air Terjun

Karya: Dewi Yunita Farha Amalia*) Engkau meluncur dengan begitu derasnyaDari ketinggian di atas bumiSungguh jernih dan bersih airmuSampai tampak bebatuan

Bagaimana?

Karya: Azyan Musfiroh*) Bagaimana, sudah berhasil?Hasilnya tak memuaskan?Mood pun berantakan?Lelah dengan semuanya? Mungkin sekarang memang tidak berhasilNamun esok ku berani

Ulah Manusia

Karya: Adelia Franciska Dury*) Sampah berserakan dimana-manaTiada yang akan membersihkannyaTiada yang peduli terhadap lingkunganDan alam di sekitarnya Di saat banjir

Menunggumu

Karya: Sely Holiana Santi*) Aku di sini,Diam diri Bersama dengan rindu nan menyayat hatiRindu akan wajah Lelah mu karena menafkahi

Koushik

Karya: Fina Nailul Ihza*) Kini aku sedang nestapaMendengarmu menyukai dirinya.Tapi,entah mengapaJiwa ini masih enggan melepasmu,Sedang aku terjebak di amaraloka yang

Imperfect Journey

Karya: Siti Khodijah Syarifah Wulan*) Hari ini aku berhentiTapi hanya sejenakHari ini aku menepiSedikit memberi jarak Katanya“kau takkan bisa, semuanya

Takdir

Karya: Salsabila Aulia*) Sekarang!Ada saatnya kita tertawa,Ada saatnya kita bersedih,Kita di dunia ini sudah memiliki jadwalDari yang di atas, semua

Garis Luka

Karya: Fina nailul Ihza*) Ketika pertanyaan kian muncul di pikiranAku ingin bercerita, namun juga ingin mendengarkanPerlakuan manis perlahan menghipnotisDi kala

Evaluation

Karya: Nur Thalita Safa*) Real, All completely real An event that I previously underestimated In fact becomes a real enemy In

Sungai dan Arusnya

Karya: Nur Thalita Safa*) Berbicara tentang sungaiDan arusnyaBeserta perahu kertasYang terombang-ambing bersamanyaHanya bisa mengikuti arusTanpa tau akan berakhir dimanaTerkadang perahu

Aku dan Hujan

Karya : Siti Khodijah Syarifah Wulan*) Hujan selalu turun membawa beribu kenangan yang telah lama leburMemaksakan menguak banyaknya kisahDengan suasana

Berisik

Karya: Azyan Musfiroh*) Semua sekarang ada di benakKeluarga, teman, pendidikan, cintaEntah mau dimulai dengan cara bagaimanaSemuanya ada di angan, enggan

Tentangmu

About You

Karya: Putri Evita Muhajir*) Terima kasih sudah hadirDi kehidupan nyataTelah menghadirkan bahagiaWalaupun sekejap saja Yang kuanggap nyata hanyalah khayalan belakangDan

Ber-Akhlak-lah

Karya:Putri Evita Muhajir *) Orang pintarAkan kalah denganOrang yang ber ahlakPercuma kamu pintarJika akhlaknya tidak ada Pintar boleh tapi akhlak

Guruku

Ya Syaikhona

Karya : Hilda Izzah Najwa Fillah*) Semakin hari semakin menggebuAtas apa semua yang ku rindu.Dan semakin hari hanya ingin terus

Kerinduan

Setangkai Tunggu

Karya: Nur Thalita Safa*) Tentang aku yang ingin engkau kembaliNamun semesta tak pernah merestuiTak kunjung memberi pastiYang hanya memperdalam lubang

Tetao Semangat

Semangat Bukan Sambat

Karya: Nuril Maulidya Ariska*) Yang dibutuhkan usaha bukan wacanaMemang benar kita hanya bisa berencanaTapi realita,kita hanya pasrah pada yang maha

Kerinduan

Metafora Kerinduan

Karya : Nur Thalita Safa*) Rinai itu jatuh perlahanGemersik rindu yang tertahanMengalun indah dalam sebuah genangan. Lalu perlahan menderasSederas angin

Merindukan Hujan

Lama Tak Datang

Karya : Hilda Nia*) Wuhh!!Sinar matahari iniSungguh sangat menyengat diriMembuat diri ini kewalahanMencari kesejukan Berusaha mendinginkan badanBukan hanya dalam tempo

Ustadzaba

Al-Ustadz

Oleh : Abdul Gofur Ar-Rozi, SE *) Pari Nan Jauh di sanaTampak pada kamiKau tertatih dalam terjalPan terkepunh dingin kabut

Ayah Ibu

Kenangan Bersama Orang Tua

Karya : Vito Fabian Kristianto*) Di saat aku sendirianEngkaulah yang membawakanSesuatu yang aku inginkanDi saat aku gelisahEngkau lah yang melangkahTerlebih

Rakyat Jelata

Rakyat Jelata

Karya : M.Fahri Nur Fadoli *) Hanya jelata…Bagaimana merajut asa?Sedang mereka sibuk dengan dunianyaMereka pikir baik-baik saja? Perfect,Sama sekali tak

Perbedaan

Beda

Karya : Fina Nailul ihza*) Beda! Aku berbeda.Memang! tapi mengapa?Mengapa harus dibeda-bedakan?Kenapa harus berprilaku berbeda?They say “yang beda itu spesial”

Udata Sejuk

Atma yang Sejuk

Karya : Ieca Nayla Maulidyans *) Bukankah dia Atma?Yang membuat sejuk rasa cinta?Jika ia membaraIa akan membuat dunia serasa milik

My Character Wibu

Karya : Almisa*) Satu putaran waktuSeribu kenangan di masa laluAbout me?Aku tak ingin menjadi TanjirouYang hanya Bahagia sesaatLalu kebahagiaannya hilang

Tangisan Doa Ibu

Doa Ibu

Karya : Muhammad Dafa Sodikin*) Sendu di kelopak matanyaMenghitam di kantung matanyaUcapan lirih dari mulutnyaTangan menengadahUjung mukena basah oleh air

Esai Santri

Esai yang Tak Usai

Karya : Nur Thalita Safa*) Hidup ini sedang tidak baik-baik sajaJangan pernah tanya mengapaNamun siapa yang mau bertanya??Tegur sapa saja

Guruku

Guru

Oleh : Ubaidillah Hasby*) Kami datang untuk tahuEngkau memberi kami ilmuKami datang dengan anganEngkau memberi kami masa depan Segala yang

Darurat

Mendesak

Karya : Nur Thalita Safa*) Luka-luka yang ku jadikan frasaTakan pudar seiring berjalannya masaMenyimpan kenangan dalam setiap perjalannya Biarlah ia

Doa dan Harapan

Harapan

Karya : Putri Evita Muhajir*) Hati akan tersakitiKarma kita sediriSudah tahu dia hanya pemberi harapanMasih saja dipertahankan Kalau sudah terluka

Kebersamaan Kita

Karya: Ahmad Aldian Syaputra*) Dimulai dari kebersamaanYang harus kita jalankanWalaupun banyak cobaanYang harus kita lewatkan Di saat aku sendiriEngkaulah yang

Ayah dan Ibu

Karya : Zahrotul Azizah*) Ibu…Kau adalah wanit yang kuatKau rela berkorban demi anak muMeski harus bangun karna mendengar tangisan kuWahai

Pergi, Kemana?

Karya: Rifatul Aulia Riskia *) Dikala itu aku terpojokkanMenanayakan kenyataanMenelan semua kepahitanMerasakan arti kehidupanMasih menjadi tanda tanyaApa yang telah terjadi

Dia Cakap

Karya : Sely Holiana Santi*) Duduk termenungSembari mencerna nasehat penuh akan hasratNasehat tentang menghadapi kehidupan Dia cakap,Kamu harus menguasai bahasa

Jihad Santri

Karya : Nur Thalita Safa*) Sebuah perjuangan yang mememilukanBukti nyata pada masa yang silamResolusi jihad para pejuangMerebut kembali sebuah perdamaian

Santri

Karya : Abdul Ghofur Ar-Rozi, S.E. *) Dikatanya aku hanya berdiam diri sajaSepi, tanpa warna nan tak bersahajaBagai ayam dalam

Anugerah

Karya : Nur Thalita Safa*) Satu hal yang pastiTak pernah terpungkiriMaupun bersarang dalam naluri dan hatiSebuah ketetapan oleh sang PenciptaMembawa

Fondasi

Karya : Nur Thalita Safa*) Langit menatap senduMenatap wajah penuh kesedihan ituWajah Lelah dengan guratan rinduMata kecilnya menatap sayuMeratap menyendiri

Tak Ada yang Tak Bisa

Karya : Nur Thalita Safa*) Ada kalanya semua lelucon tak lagi dapat mengundang tawaAda kalanya sisi berbeda kita tunjukan pada

Terlalu Larut

Karya: Sely Hoiana S.*) Laksana angin tanpa tujuanMengurung jiwa dalam relung kehampaanMenatap langit malam nan begitu gelap bagai kehidupanItu mengekspresikan

Cerita Subuh

Karya: Siti Khodijah Syarifah Wulan)* Kau takkan tahu banyaknya malam yang ku jenuhiKarena bintang selalu bersembunyi Kau takkan tahu banyaknya

Entah lah

Karya: Zahra Maulia*) Entah, sampai kapan singgah ini menjadi sungguhEntah, apa lagi yang akan disuguhSungguh, mereka hanya tertawa!Tanpa sadar mereka

Kenangan dalam Genangan

Karya : Nur Thalita Safa *) Entah mengapa kali ini rasanya berbedaKali tangisnya seolah membawa duka langitseakan memberitahu tentang sebuah

Ibu

Karya: Weggy Chelsa Olivia *) Ibu…Trimakasih sudah menjadi perempuan terhebatYang pernah aku kenalSungguh terasa hangatnya genggamanmuDan mendengar langsung nasehatmuMungkin…Aku salah

Ungkapan Rindu

Karya : Nur Thalita Safa *) Kali ini, semarak hidup seakan redupDipenuhi suasa sendu yang tak tertahan karena rinduLangit pun

Ayah

Karya: Aniswaatul *) Ayah……Kau pahlawankuKau yang selalu ada untukku Ayah……Maafkan akuMaafkan aku jika terlalu membebanimuMaafkan aku jika selalu merepotkanmu Ayah…….Terima

Sunyi

Karya: Layyinatul Maghfiroh*) Matahari sudah berganti rembulanTapi aku masih setia menyendiriDi kamar yang sangat sunyiDan hanya ditemani oleh lilin yang

Runtuh

Karya: Nur Thalita Safa*) Terkadang senyum manis ini hanya melambangkan kekecewaanBanyak arti mendalam yang tak bisa ku jelaskanTersirat makna yang

Yang Tertinggal

Karya : Nur Thalita Safa*) Senandung pagi mengalun riaMengundang senyum yang tak usai dibuatnyaMentari pun turut ikut sertaMenebar kehangatan kepada

Wajah Itu

Karya: Sely Holiana S *) Wajah itu…Sungguh terbayang dalam benak karena amat terlalu rinduWajah nan mulai menua dimakan oleh waktuTerlalu

Ibu

Karya : Siti Khotijad Syarifah Wulan*) Bagai cahaya yang datangKetika gelap mulai menyerangMenyambut hangatDengan dekapan yang amat eratMulai menimang senduMengalun

Fokus

Karya: Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Ku mantapkan langkah maju ke depanTak peduli tatapan tajam sekitarApalagi tentang apa yang mereka

Why?

Karya: Fina Nailul Ihza *) Terdiam karna malas menanggapiMulut kelu untuk sekedar berucap “iya”Deru jantung berdegup kencang seakan ada tekananMulut

Sesal

Karya: Zahra Maulia *) Menyesal?Mungkinkah sesal akan jadi sialPenyesalan hanya akan terus menyandalSungguh tak semua bisa dipijarMenyesallah untuk kata kata

Pendosa

Karya: Sely Holiana S.*) Kau pendosaPendosa nan di lumuri dosaDosa mengalir di tubuh pendosaPendosa, si pemilik dosa sejagat raya Kau

Sendiri Lebih Baik

Karya: Sabila Hidayah *) Sendiri…Sekarang aku sendiri lagiSeperti biasa tiba-tiba semuanya menjauhAku heranAda apa dengan merekaAku bingung harus bagaimanaTapi terkadang

Guruku

Karya: Weggy Chelsa Diva*) Wahai guruku…Tanpamu ku tak bias membaca dan menulisDan tak akan memiliki akhlak yang bagus tuk di

Obessed

Karya: Azyan Musfiroh *) DirimuMatamu yang sayuMemabukankuGummy smile muSeakan menghipnotis dirikuDan suaramu yang bak luguMembuatku diriku ingin menerjang dirimuSungguh diriku

Bangkit

Karya: Fina Nailul Ihza*) Mendongaklah jangan selalu menundukBangkitlah!Dan lihat dunia yang kau anggap jahatKau kuatKau hebatKau pintar Gagal bukan berarti

Astrophile

Karya: Nur Thalita Safa*) Berjajar ornament dalam setiap garis semestaBegitu indah tiada tara Merkurius…Sahabat dekat seorang mentari begitu mungilterdaftar sebagai

Indonesia, Apa Kabar?

Karya : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Apa kabar Indonesiaku?Apakah masih merintih, menitih melangkah maju?Atau tetap dengan julukan macan tidurmu?

Teruntuk Yang Terkasih

Karya : Siti Khodijah Syarifah Wulan *) Kau adalah apa yang selalu aku ingatKetika jauh maupun dekatKau adalah apa yang

Terjebak Ekspektasi

Karya: Nur Thalita Safa *) Nyatanya realita tak semudah yang ku kiraKali ini ku terjebak, dalam ekspektasi yang mendesakSesak dan muakLagi-lagi pupus

Takdir Tuhan

Karya: Nur Thalita Safa *) Tatkala arunika tertelan langit senjaKu di sini dengan segudang asaMenggores tinta agar abadi sepanjang masaKaryaku, begitu juga

Kemerdekaan

Karya: Rifatul Aulia R. *) 1945 adalah saksi bisu tanggal di mana kita telahterbebas dari kata penjajahanTerbebas dari kata penindasaanTerbebas

Sebuah Mimpi

Karya: Nur Thalita Safa *) Di bawah terang nya sinar rembulanDi tengah luasnya hamparan bintang-bintangAkan ku beritahukan pada duniaBahwa, suatu saat aku

Pilu

Karya: Nur Thalita Safa *) Entah apa yang ku rasakanHati ini gelisah dan ketakutanTak bisa ku ungkapkanSeakan mulut ini selalu bungkam Mengapa

Masa Lalu

Karya: Nur Thalita Safa *) Di sinilah akuDalam ruang tanpa waktuSekelebat bayangan hadir sebagai tamuPengganggu antara aku dan pikiranku Dia,

Feeling Lonely

Karya: Nur Thalita Safa *) Aku tanpa mereka, bagai malam tanpa bintangSunyi dan sepiTanpa canda tawa yang mengiringiAku iri!Pada mereka

Sahabat Kecilku

Karya: Riski Amelia Sahabat ku….Kau selalu ada untukkuDi kala aku bersedih maupun bahagiaDan tak lupa kau selalu menemanikuKesana kemari Sahabat

Ustadz

Karya: Serly Adilia Agustin *) Apakah kau masih ingat pada kamiApakah kau masih menyimpan kenanganmu dengan kamiMeskipun kau sudah tak

Dear Santri

Karya: Serli Adilia Agustin *) Kau tak kerasan berada di pondok?Kau merasa tak bebas berada di pondok?Kau merasa dirimu terkekang?Tak

Perjuangan Seorang Ayah

Karya : Riski Amelia *) Ayah….Kau selalu membantingkan tulang pada kuKau selalu menafkahi ku Ayah….Terima kasih atas semua jasamuYang telah

Cepat Pulang ya bu?

Karya : Vira Virnanda Ayu L *) Ibu kapan pulangApakah ibu tak rindu pada anak mu ini ?Bu sampai kapan

Pretty Always Win?

Karya : Siti Khatijah Syarifah Wulan *) Jika fisik menjadi patokan untuk segalanyaLantas untuk apa hati tercipta?Belakangan ini dunia mulai

Missing More

Karya: Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Biarkanlah aku mengabadikan kisahmuDalam sajak yang kutulis atas nama rinduJasadmu boleh saja bersemayam tenang

Kerikil di Atas Tanah

Karya: Sely Holiana S.*) Mata ini tak ingin melihat,Tak ingin melihat tatapan kecewanyaTak ingin melihat ke putus asaan nyaKarena hati

Jerit Luka

Karya: Iecha Nayla Maulidyans *) Awal di mana aku menemukan BahagiaHingga akhir dari segala luka yang ku deritaBerasama waktu yang

Terserah, Aku Menyerah

Karya : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Titik terhebat ingin menyerah itu ketika kau benar benar sendiriTak ada sandaran, sang

Arunika

Karya: Nur Thalita Safa *) Teruntuk Arunika yang menyinari cakrawalaTerima kasih telah menerangi bagaskaraMemberi kehangatan pada bantalaJuga, ketenangan kepada sebuah

Who?

Karya: Fina Nailul Ihza *) Dia!Orang yang sama, namunDengan penampilan yang berbedaLebih sederhana tapi aku menyukainya Dia!Pendiam,tapi dalam diamnya ada

That Love Isn’t Real

Karya : Iecha Nayla Maulidyans *) Jika kau bertanya tentang mimpiApa yang aku impikanAku akan menjawab bermimpi memilikimuMimpi yang hanya

Merindukan Titik Temu

Karya : Siti Khodijah Syarifah Wulan *) Saat ini aku terbelenggu oleh rindu,Dan tenggelam oleh rasa kecewa yang tak menentuEntah

Sang Ibu

Karya: Danisa Fatma *) Ibu……Engkau bagaikan pahlawan bagikuSembilan bulan engkau mengandungku Ibu….Engkau yang merawatku dari kecil hingga besarEngakau rela mengorbankan

Terimakasih Ayah

Karya : Serly Adilia Agustin *) Terima kasih ayah …..Kau rela berkorban demi anakmu iniKau rela banting tulang tanpa ada

Kiaiku

Karya : Nur Zahrotus Soleha *) Wahai Kiaiku…Terimakasih atas kesabaranmuTerimakasih atas perjuanganmuTerimakasih atas jasa-jasamu Maafkan kami wahai KiaikuMaafkan kami atas

Aku Tak Pantas

Karya : Shelly Holiana S *) Pendosa ini tak pantasAku merasa raga ini tak pantasYa,tak pantas tuk menyebut raga ini

Tangisan Ibu Dalam Sujud

Karya : Siril Lailatun Nazila *) Di saat gelap menyelimuti malamDi saat relung hati yang kosongDi situlah jiwa mulai merasa

Terbelenggu Oleh Waktu

Karya : Siril Lailatun Nazila *) Di ujung malam yang sepiKu terpaku merenungiSiang malam tanpa hentiJadi belenggu di dalam hidupku

Keluh Kesah

Karya : Fitroh Nuraini *) Bibirku terbungkamBerucap lisan tak dapat melontarkanDi sebuah tempat yang bertuanKu bersungguh sungguh menuntut ilmuDemi meraih

Bulan Yang Dirindukan

Karya : Siril Lailatun Nazila *) Bulan yang di rindukan sebentar lagi akan segera tibaJedag jedug di tengah malam sebentar

Tak Biasa

Karya : Shelly Holiana S *) Ketika bahasa tak lagi biasaBahasa mulai berbisaBisa yang mengikuti masaMasa yang akan datang setiap

Ya Ilahi

Karya : Kirani Rahmawati *) Mimpi dulu yang pernah ku renungiBersama impian yang diidam-idamkanPergi bersama ke Tanah SuciTuk tunaikan panggilan

Keberkahan di Tanah Bakid

Karya : Siril Lailatun Nazila*) Wahai kau yang selalu ku rinduWahai kau sang pesantrenkuNamamu kan ku kenang selaluDi dalam sanubariku

Berharap Kepada Sesama Makhluk

Karya : Shelly Holiana S *) Aku dibuat terbang olehnya.Namun dijatuhkan pula olehnya.Kata kata penyemangat dilontarkan dari mulut berbisanya.Dan membuat

Mewarisi Keris Leluhur

Karya: Sely Holiana S.*) Kini,Negara RI tidak bisa disebut negaraSumua telah diperdayaRakyat jelata pun tidak berdayaAku tidak bisa apa-apaTapi aku

Teruntuk Ayah

Karya : Fitroh Nuraini dan Syarifatul Khoiriyah *) Teruntuk Ayah…. Tetaplah menjadi ayah yang tegar, menjadi yang terbaik untuk keluarga,Sabar

Lagi dan Lagi

Karya: Selly Holiana S *) Lagi dan lagiMengapa harus lagiLagi-lagi seperti itu, lagi Lagi dan lagiSelalu terulang, lagiLagi-lagi harus begitu,

Perpisahan

Karya : Adifa Dian Isnaeni Karisma Yanti *) Selama perpisahan ini terjadiHatiku tergores kesedihan,hatiku merasakan luka yang sangat dalamKetika terucap

Hujan

Karya: Lailatun Nafilah *) Rintikan air hujan membasahiHingga ke ulung hatiKarena aku yang bertemaSepi, bersama secangkir kopi Hujan……Izinkan sekali lagi

Tak Redup Semangat

Karya: Fitroh Nuraini *) Terpuruk dalam kenestapaanMenjadikan masalah sebagai pelajaranBersemangat dan tak pernah redupJati dirinya yang sering di rendahkan Namun……Kesabaran

Tanah Air Indonesia

Karya : Fitroh Nuraini *) Berkibarlah sang pusakaBuktikan kejayaan negaraKeelokan tanah air Indonesia Berjajar pulau di nusantara berbeda bahasa, suku

Rumit

Karya : Syarifatul Khoiriyah *) Haruskah serumit inibanyak kejanggalan hatiyang tak bisa ku pungkiriBanyak beban yang tengah ku hadapiHaruskah saat

Angin

Karya : Lailatun Nafilah *) Helaian rambutku bertebaranMenyisakan ketenanganMenepi, menyisakan dedaunanYang sekali bertebaran Di sini ku seorang diriDengan tinta hitam

Seorang Guru

Karya : Adifah Dian Isnaeni Karisma Yanti *) Kau tembus dinginnya pagi dan pekatnya malamKau berkorban demi anak didik yang

Pisau Menusuk Pertemanan

Karya : Putri Evita Muhajir *) Hari ini yang kurang sempurna untukkuBukan tak mau bersamamuBukan tak mau melihat perjuanganmuHanya aku

Teman-temanku

Karya: Humairotun Nisak *) Teman – temanku….Engkaulah teman-temanku yang terbaikEngkaulah yang selalu menemanikuDan engkau juga ada di saat aku sedihDan

Guruku

Karya: Aira Qurota A’yun *) Guruku…….Terimakasih engkauh telah mengajarikuIlmu ilmu yang bermanfaatSampai diriku tauNahwu, sejarah itu apa Guru….Engkaulah orang keduaYang

Sahabat Kecilku

Karya : Maghfiroh *) Sahabatku……Sudah lama kita tak bertemuAku rindu akan canda tawamuKu rindu akan senyummuAku merindukan dengan apa yang

Bunda

Karya : Khoyriyah Basich *) Maaf, maaf dan maafMaafkan anakmu iniAku tak bisa membuatmu bahagiaDan sering membuatmu gelisah Maaf bun…..Kata

Inginku

Karya : Huzaimatul Jannah Ramadhani *) Kian larut mata memandangtak seorangpun di depan matakuHati yang linglung entah mau apaMulut membisu

Permata Hati

Karya: Khumairotun Nisak*) Lantunan doa yang sangat menenangkanBalikkan dapat menghilangkan kegelisahanSemua rasa rindu ini, yang terus bertambah dan bergejolakseiring dengan

Setangkai Bunga Mawar

Karya: Putri Evita Muhajir *) Bunga mawar begitu indah dirimuBegitu harum bungamuBegitu indah warna bungamuDaunnya yang bewarna hijauYang menghias cantik

My Self

Karya: Nur Thalita Safa *) Ini aku!Ada saat dibutuhkanDianggap saat berkepunyaanDan dibuang saat ada yang menggantikan Ini aku!Bersama senyum penuh

Ibu

Karya: Kaisya Luna Fara Aisa *) Sungguhku berterima kasih kepadamuYang sudah membesarkanku dari aku kecil sampai besarSungguh banyak pengorbananmu kepada

Rindu Ayah

Karya: Putri Evita Muhajir *) Ayah ku….Kaulah pahlawankuKaulah pria pertama yang memelukkuHanya kaulah yang mengerti perasaanku Ayah ku…..Kau adalah mataharikuYang

Bunda Anakmu Rindu

Karya: Aira Qurota A’yun *) Ku pegang engkau erat-eratTatapanmu begitu indahWaktu telah menjadikan harapanNamun, bagiku tatapanmuMasih semanis cokelat Biar saja

Asa Ganda

Karya: Moh. Ibnu Abas *) Perlukah selalu memberi tanpa dimintaPerlukah meminta tanpa harus memaksaMeski kata mereka, kalimat itu terlalu sederhanaUntukku

Guruku

Karya: Humairatun Nisa’ *) GurukuEngkaulah yang mengajari kamiEngkau memberikan kami ilmuTidak pernah marahWalaupun kami tidak mendengarkanmu GurukuMaafkan kami bila kadangkala

Aku Menjadi Duri

Karya: Eka Ramadani Wahyu Ningsih *) Jika aku menjadi merpatiKan kusampaikan pesan tentang isi hatiJika aku menjadi pelangiKan kutampakkan keindahan

Peluh Prestasi

Karya: Solihin *) Hujan sore ini tak lagi berwujud airHanya gerimis keringat yang bercucuranDiusapnya peluh, menyisakan noda-noda lesuKupandang bapak, dari

Harapan

Karya: Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Gemuruh rintikan hujanGuntur yang tak berhenti menyambarDinginnya malam menambah cekamnya keadaanMenemani jiwa yang tengah

Tarif Pelajar

Karya: Adeliya Savania Putri *) Manis terucap dari ungkap-ungkap para pemegang tahtaMengelabuhi bisik-bisik fakta yang seharusnya mereka terimaIa berpedoman, berdedikasi

Dua Puluh Lima November

Karya : Nur Zahrotus Sholeha *) Wahai guru tercintakuKau berikan ilmu kepada kamiTanpa meminta balasanKau luangkan separuh waktumu untuk kamiKau

Sesat

Karya : Fitroh Nuraini *) Dunia semakin tuaKorupsi hinggap dimana-manaManusia gila akan dunia, sibuk akan hartaTak sadar bahwa siapakah dirinya

Nyantri

Karya : Selvia Anggraeni *) Ketika kita menjadi santriSetiap harinya yang belajar dan menagajiYang kehidupannya bersama temanDan penuh dengan banyak

Guru Kami

Karya : Selvia Anggraeni *) Teruntuk engkau wahai gurukuYang setiap harinya selalu hadirHanya untuk kami Panasnya matahari engkau lewatiRela hanya

Guru

Oleh: Flora Angelia *) Teruntuk guru kami yang kamiHormati sebagai orang tua kamiDi sekolahKami segenap siswi mengucapTerimakasih di hari guru

Happy Teacher Day

Oleh: Fitroh Nuraini *) TeruntukmuEngkaulah sosok muliaEngkaulah sosok yang paling berjasaTiada ternilai harganya Perjuanganmu dalam ilmuTak kenal lelah walau menghabiskan

Aku Santri

Karya : Lailatul Masruroh *) Diamku menjadi santriHanya seperti ‘dibully’Harapanku menjadi santriHanya untuk barakah kiai Santri..Tidak akan pernah merasa letihUntuk

Kanjuruhan Play

Karya : Lailatul Masruroh *) Seperti kelihatan damaiDari luarDan kelihatan ramaiDari dalamSemua orang berlariMenuju ke tempatAman Dan semua bingungUntuk mencari

Sekolahku

Karya : Lailatul Masrurah *) Salah tempatkuUntuk mencari ilmuTiada tempat yang lebih bermanfaat kecuali dirimuEngkau memberikan tempat teduhanYang sangat berarti

Untukmu Ayah

Karya : Citra Amelia *) Tuhan….Andai aku diberi satu permintaan…..Diriku ingin… aku tidak ingin besarAku ingin menjadi putri kecil ayah..

Human Have a Nice Heart

Karya : Iecha Nayla Maulidyans *) Hai buLihat sudah sampai mana perjuanganmuYang telah mendidikku sampai dewasaTanpa mengeluh atas semua jasaYang

Bunga Kawanku

Karya : Lallatul Masruroh *) Di sebelum kau mengenalkuKau sangat asing dengankuKau fikir engkau anak jahatDan kukira engkau bukan anak

Pejuang Al-Qur’an

Karya : Lailatul Masruroh “) Dialah seseorang yang tak pernah letih untuk menghafalDan dia selalu memikirkan akhiratnyaSampai lupa akan keadaan

Indahnya Indonesiaku

Oleh: Lailatun Nafilah *) Sang bumi pertiwiHamparan luas tanah hijau nan permaiBeraneka ragam flora dan faunaBerjuta-juta budaya dan bahasa Wahai

Pahlawan Sejatiku

Oleh: Amanda Aulora Riffi *) Pahlawan butuh perjuangan yang keras, keringat-keringatnya bercucuran deras. Pahlawanku adalah orang tuakuIbu yang bertaruh nyawa

Pahlawanku

Karya Nabila Sakib *) Wahai pahlawankuKami rindu kehadiranmuKami rindu akan perjuangan muYang kini hanyalah sebuah kenangan masa lalu Kau orang

Takdir

Karya : Abdul Wafi Hasan *) Tidak ada yang tidak mungkin, bila tuhan sudah berkehendakApapun akan terjadi . . .Maka

Raga Tanpa Jiwa

Karya : Siti Khadijah Syarifah Wulan *) Dia ada, namun selalu acuh pada keadaanDia ada, namun hanya memberi kritik tanpa

Ayah – Puisi

Karya : Lailatul Masruroh *) Hujan hujan yang membasahiDirimu di saat engkau bekerjaDan engkau menahan rasaAir yang dingin itu.Dan engkau

Impianku

Karya : Putri Nabila Fitriana *) Yang ku impikan sejak duluTapi itu semua butuh waktuKukan bersungguh – sungguhDalam mencari ilmu

Untuk Kyai

Karya : Wilda Nabila Tunnor *) Kyai . . .Dari tak mandiri, aku datangDari tak disiplin, aku datangDari tak tau,

Sudahlah

Karya : Selly Holiana S *) Ditemani oleh senyapnya malamTerlalu candu dengan sinar rembulan GelapGelap yang begitu pekat menyelimutiRaga yang

Dirimu

Karya : Novi Rahayu R *) Dirimu nasehati dirikuSetiap saatAgar semakin lembut hatikuSemakin sabar jiwakuSemakon mengat rohanikuSemakin meninggi pedulikuSemakin manfaat

Ibu

Karya : Novi Rahayu R *) Ibu …..Bagiku ibu adalah pahlawankuBagiku ibu adalah malaikat pelindungkuAku tak bisa membalas kebahagiaankmuDari kecil

Sahabatku

Karya : Novi Rahayu R *) Sahabatku …..Engkaulah sahabat terbaikkuSahabat terbaik dalam hidupkuSahabat rumah kedua bagikuDisaat kita sedihDia akan selalu

Sekuat Tenaga

Karya : Sely Holiana S.*) Harapanmu adalah yang ku tujuSekuat tenaga ini berjuang untukmuSekuat tenaga lidah ini bergerak lincahTuk menghafal

Rain in The Dark

Karya : Karya : Serly Adilia Agustin *) Semuanya berbeda,Bisakah aku katakan bahwa aku sedang tidak baik-baik saja?Bisakah aku menangis?Berteriak

Runtuh

Karya : Siti Khotijah Syarifah Wulan *)                                           Semuanya berbeda, Bisakah aku katakan bahwa aku sedang tidak baik-baik saja? Bisakah

Jasamu Abadi

Karya : Viera Vaizatul Maulidia *) Begitu cepat waktu berjalanMenyisakan deretan-deretan kenanganYang selalu ingin ku ulangWalaupun dalam ingatan Entah huruf-huruf

Kembali

Karya : Sely Holiana S.*) Lara itu muncul kembaliMerusak mood sang pemilik hati Lara itu muncul kembaliDitemani sebilah pisau tak

Yang Tersembunyi

Karya : Sely Holiana. S *) Ku kiraKau pengganggu di hidupkuTapi ternyata itu yang ku rindu Ku kiraKau perusak suasana

Lara

Karya : Sely Holiana. S. *) Hati ini sakitJika sudah mengingat kejadian yangMenggores hati Hati ini sakitJika sudah mengingat suara

Lalai

Karya: Sely Holiana S *) Ketika mentari mulai menyinariBanyak pasang mata mulaiTerbuka kerena sinar matahariyang masuk dari celah jendela rumah

Terimakasih Ayah

Karya : Serly Adilia Agustin *) Terima kasih ayah …..Kau rela berkorban demi anakmu iniKau rela banting tulang tanpa ada

Bunda….Maafkan Anakmu

Karya : Siril Lailatun Nazila *) Bunda . . .Maafkan anakmuMaafkan kami yang selalu membuatmu kecewaKarena tingkah laku ku yang

Rindu Abi – Puisi

Karya : Wilda Nabila Tunnor *) Abi . . .Di mana engkau berada sekarangApakah engkau tidak merindukan sosok putrimu iniYang

I Love You Mom – Puisi

Karya : Siti Nur Haliza *) Ibu engkau adalah sosok wanitaYang sangat berjasaEngkau adalah sosok wanitaYang sangat kuat Aku tidak

Merindukan Sosok Ayah

Karya : Nofi Rahayu *) Ayah …..Aku sangat mrindukanmuRindu akan canda tawamuRindu akan kasih sayangmuYang tak pernah kurasakan Ayah …..Ku

Langit Bakidku

Karya : Fitroh Nuaraini *) Langit Bakid kuDisini ku menuntut ilmuDisinilah ku memulai hidup baruJauh dari ayah ibuTak sekalipun membuatku

Kota Tarim

Karya : Siril Lailatun Nazila *) Inilah tempat yang ku tunggu-tungguSebuah tempat yang ingin ku tujuKu ucapkan salam pada jalanan

Family – Puisi

Nama : Nur Khoirun Nisa’ *) Ada beberapa orang yang sangat berarti peran nya, di sebuah kata keluarga. Ayah yang

Alur – Puisi

Karya : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Hei, apakah kau sedang terpuruk?Mengira Tuhan itu buruk?Dgn menyediakan dunia tak adil untukmu,Juga

Ayah, Aku Rindu

Karya: Adelia Franciska Rafika Dury *) Ayah, aku rinduAku rindu tangan berototmuTiada kata lelah di setiap harimuPanas hujan kau lewati

Pahlawan – Puisi

Karya : Selvia Anggraeni *) Wahai para pahlawan²Kalian yang bertanda jasaKepada negara IndonesiaDemi membela warga – warga Kami memang tidak

Tiga Sejoli – Puisi

Karya : Selly Holiana. S *) Dulu . . . Kita selalu bercengkrama Selalu bersama bagai tiga sejoli Yang tak

Untuk Orang Tuaku

Karya : Nurul Jasshinta *) Kaulah yang berhati muliaKau rela kecapean hanya demi anakmuKau lapangkan hatimu demi anakmuKau teguhkan kakimu

Menatap Ke Depan

Karya : Selly Holiana. S. *) Duduk di taman kotaMelihat apa yang ada di depan mataIa melihat gadis kecil berceritaPada

Life Test – Puisi

Oleh : Abdul Wafi Hasan *) Kurang lebih 1 tahun sudah kita laluiSuka duka telah kita lewati bersama Seseorang yang

Merindukan Ayah

Karya: Citra Amelia *) Andai saja ada kesempatan,aku tidak bertumbuh menjadi remaja.Inginku tetap sebagai putri kecil ayah,senantiasa dimanja di kala

Madrasahku

Oleh : Adelia Frandeka Rafika Dury *) Disinilah tempat menimba ilmuMengkarya diri dengan ketrampilan baruDiajari etika hidupMandiri merawat masa kini

Pandanglah Dirimu

Karya: Azyan Musfiroh *) Hai, apa kabar?Hari ini apakah lebih baik dari sebelumnya?I’ts okey, jika hari ini tidak ada bedanya

Terima Kasih Bunda

Karya : Nadia Salsabila *) Bun, terima kasih semua pengorbananmu.Senyum yang tak pernah pudar untukku,menutupi letih demi merawat gadis kecilmu.

Merdeka

Oleh : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) 17 AgustusHari dimana semua rakyat Indonesia memperingati hari kemerdekaannyaDengan mengibarkan sang sakaDiiringi lagu

Gugur – Puisi

Oleh : Firda Firnanda *) Ia merangkak di atas bumi yang dicintainyaPelor yang menancap di dadanyaMenjadi bukti suatu pengorbanannyaTiada lagi

Santri – Puisi

Karya : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Aku santri Meninggalkan zona nyaman, demi meraih berkah sang rahman. Aku santri Hidup

Kerinduan – Puisi

Karya : Bunga Ramadhani *) IbuBetapa rindu aku padamuHari-hari berlalu tanpa hadirmuKu menangis tersedu Betapa aku ingin melihatmu ibu..Walau hanya

Sembilu – Puisi

Oleh : Novi Rahayu R *) Ia biarkan aku mengembara diLorong hampaMenghayati betapa sepi, lebih panasKetimbang api Ia bebasuan aku

Ya Rasulullah – Puisi

Oleh: Sukaina *) Engkau pancaran cahayaMenerangi suasana yang gelap dan sunyiEngkau sebagai rahmat bagiSeluruh semesta alam Ya RasulAllah Engkau lahir

For My Best Time – Puisi

Oleh : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) 6 Tahun sudah kita laluiSuka duka telah kita lewatiLau teman dalam tawaJuga menetap

Ikhlas – Puisi

Oleh : Sely Holiana S *) IkhlasSatu kata yang begitu singkat, namunBegitu banyak makna IkhlasSatu kata yang mudah terucap, namunBerat

The Real Insecure – Puisi

Oleh : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Lihat…!Tangan itu, begitu lihainya memakai manik-manik tersebutSejadah juta mulai pudar karena sujud yang

Meraih Mimpi – Puisi

Karya: Fitroh Nuraini *) Tak akan pernah redup semangatkuTak akan pernah cukup diriku menuntut ilmuAku akan terus berusaha semampukuMeraih masa

Selamat Datang Adikku

Karya: Tri Novtia Anjelika *) Selamat datang, Siswa BaruDi tempat kau akan mendapatkan teman baruPun tempat mengenal banyak ilmuMurni senyummu

Sang Murid | Puisi

Oleh : Danang Satrio Priyono, S.Psi *) Murid pencari kebenaranBerpeluh pahit menyemai ilmuLelah letih memupuk harapanMenorehkan tinta di kertas-kertas Murid

Gelisah Akademisi

Oleh : Sahroni, S.Pd.I., M.Pd *) Kunyatakan rahmat-Nya dalam kata,tertumpuk berbaris-baris. Menuai sifat-Nya melalui ilmu,berjenjang-jenjang pendidikan ditempuh. Apalah arti ilmu

Guru Kecil | Puisi

Guru kecil bak ranting menjuntai menggapai cahaya ilmu.Rela diinjak maupun dipatahkan oleh hewan oportunis,menahan terpaan angin pembawa isu disintegrasi,disengat panas

Tangis Pisah Meraih Cita

Karya: Nur Fadilah Ach. *) Hari-hari yang aku lalui dengan sabar dan ikhlasAku sudah 3 tahun disiniMengejar cita-cita Saat ini,

Ayah… Putrimu Rindu

Ayah, Putrimu Rindu . . .Rindu akan tangan kekarmuYang mendekapku ketika air mata mengalir di pipiku Rindu akan nasehatmuYang selalu

Attitude Is Everything

Karya: Abdul Wafi Hasan *) Selama kita masih mampu menerima keadaan, selamanya kita akan di berikan Kemudahan ” Kita semua

Mari Hijrah Bersamaku

Nama : Siti Khotijah Syarifah WulanKelas : VII GKategori : PUISI Zina begitu banyaknyaKemaksiatan merajalelaMengumbar aurat dengan sombongnyaMerebutkan dunia, hingga

Insecure Berlebihan

Entah ! Diri ini sering membandingkanAntara kesempurnaan dan kekuranganSelalu merasa kurangSeakan tak mensyukuri pemberian tuhanBukannya bersyukur diberi kebugaranMalah meminta fisik

Guru

Karya: Nur Fadhilah Ach *) Terpujilah wahai engkauYang selalu sabar walau kami bergurauIkhlas menjelaskan ilmu walau suara parau Namamu selalu

Tenang dalam Kegelapan

Masalah sering kurahasiakanSampai hati tak sanggup mengembanBukannya tak mau mengeluarkan Namun . . . Takut tak ada yang mendengarkanDan malah

Aku Tahu – Puisi

Aku Tahu,Ragamu memang sudah tiada,namun cerita yang masih melekat di fikirkankuakan terus ku kenang sepanjang masa,tak kan kubiarkan hilang di

Teman – Puisi

TemanItukah yang disebut teman?Datang di saat kita tertawadan pergi di saat kita sedang terluka, Teman?Itukah yang disebut dengan teman?Datang meluapkan