
Oleh : Fathur Rahman, S.Pd.I., M.Pd *) Ungkapan "نِصْفُ رَمَضَانَ ذَهَبَ، وَنِصْفُهُ الْآخَرُ ذَهَبٌ" yang artinya "Separuh Ramadhan telah berlalu,
Oleh: M. Hasyim Asy'ari, SH *) Ada saat-saat dalam hidup ketika kita belajar bahwa kebahagiaan bukanlah tentang banyaknya yang kita
Oleh : Husen, S.Pd.I *) Di antara bentangan waktu yang Allah anugerahkan kepada kita, ada satu bulan yang selalu hadir
Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Husen, S.Pd.I, menghadiri pertemuan rutin Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTS-2) yang dilaksanakan pada
Oleh : , Abdul Rozaq, S.Sos *) ahur bukan sekadar makan sebelum fajar, tetapi bagian dari sunnah yang penuh makna.
Oleh : Fathur Rahman, S.Pd.I., M.Pd *) 4). Menahan seluruh anggota tubuh dari dosa, seperti tangan dan kaki dari perbuatan
Oleh : Wiwin Sugianto, S.Pd.*) *Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh kemuliaan, keberkahan, dan ampunan. Di dalamnya Allah SWT melimpahkan
Oleh: Fathur Rahman, S.Pd.I., M.Pd *) Adapun puasa khusus ini, adalah puasanya orang-orang shalih yaitu menahan anggota tubuh dari perbuatan-perbuatan
Oleh : Abdur Rohman, S.Pd.I *) Ibadah dalam Islam umumnya memiliki dimensi lahiriah yang dapat disaksikan oleh orang lain. Namun,
Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Husen, S.Pd.I, menghadiri kegiatan Verifikasi LPJ BOP RA/BOS Madrasah dan PIP Tahun 2025
Oleh: Fathur Rahman, S.Pd.I., M.Pd *) Di lansir dari kitab Asroru Al-Shoum karya Imam Al-Ghazali, bahwa dalam puasa itu ada
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh peserta didik MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul Jatiroto Lumajang. Adalah Shinta Fairuzzuhro berhasil masuk


Rinduku Untukmu

Memulai Cerita Baru

Mampukah Aku?

Tembok Kita Terlalu Tinggi

Hati yang Penuh dengan Kerinduan

Manusia Favoritku

Merindukan Kalian

Madrasah: Tawa, Tangis, dan Harapan

My Sister

Dinginnya Cuaca Malam Ini

Charger Iman

Guru, Cahaya Ilmu

Hujan dan Petir

Teman

Cinta untuk Rasulullah

Tersadar

Berisik

Rindu untuk Ibu

For You, Dad

Pahlawan Indonesia

Itukah Merdeka?

Indonesia Merdeka

Merah Darahmu, Semangat Kami

Perpisahan

Sahabat

Andai Aku Jadi Presiden

Ismail, Cahaya Pengorbanan Sejati

Pesantrenku

Memelihara Keindahan

Leaving With You, Goodbye

Terima Kasih, Ibu Kartini

Mata-mata

Back to Pesantren

Perjuangan Seorang Ayah

Rindu Kitab Kuning

All About Mother

Ayah

Idul Fitri Penuh Cinta

Pesantren

Guruku, Pedoman Hidupku

Malam 1000 Bulan

Indahnya Ramadhan

Renjana

Laut

Ayah

Liburan Pesantren

Cita-cita?

NIKI, I Failed

IBU

Lembaran Santri

Antara Cinta dan Egois

Tempatku Berpulang

Mama is My Heart

Ya Nabi

I Found my Happiness

Hugged Your Self

Aku dan Kita

Kemarin

Kesatria Tanpa Kuda

Happy New Year 2024

Selamat Datang Tahun Baru

Ibu Tersayang

Terdiam

Tak Akan Ada Temu

Aku

Indonesiaku

Hati Berbicara

Kenangan

In Lost

Air Terjun

Bagaimana?

Ulah Manusia

Menunggumu

Koushik

Imperfect Journey

Takdir

Garis Luka

Evaluation

Sungai dan Arusnya

Aku dan Hujan

Berisik

About You

Ber-Akhlak-lah

Ya Syaikhona

Setangkai Tunggu

Semangat Bukan Sambat

Metafora Kerinduan

Lama Tak Datang

Al-Ustadz

Kenangan Bersama Orang Tua

Rakyat Jelata

Beda

Atma yang Sejuk

My Character Wibu

Doa Ibu

Esai yang Tak Usai

Guru

Mendesak

Harapan

Kebersamaan Kita

Ayah dan Ibu

Pergi, Kemana?

Dia Cakap

Jihad Santri

Santri

Anugerah

Fondasi

Tak Ada yang Tak Bisa

Terlalu Larut

Cerita Subuh

Entah lah

Kenangan dalam Genangan

Ibu

Ungkapan Rindu

Ayah

Sunyi

Runtuh

Yang Tertinggal

Wajah Itu

Ibu

Fokus

Why?

Sesal

Pendosa

Sendiri Lebih Baik

Guruku

Obessed

Bangkit

Astrophile

Indonesia, Apa Kabar?

Teruntuk Yang Terkasih

Terjebak Ekspektasi

Takdir Tuhan

Kemerdekaan

Sebuah Mimpi

Pilu

Masa Lalu

Feeling Lonely

Sahabat Kecilku

Ustadz

Dear Santri

Perjuangan Seorang Ayah

Cepat Pulang ya bu?

Pretty Always Win?

Missing More

Kerikil di Atas Tanah

Jerit Luka

Terserah, Aku Menyerah

Arunika

Who?

That Love Isn’t Real

Merindukan Titik Temu

Sang Ibu

Terimakasih Ayah

Kiaiku

Aku Tak Pantas

Tangisan Ibu Dalam Sujud

Terbelenggu Oleh Waktu

Keluh Kesah

Bulan Yang Dirindukan

Tak Biasa

Ya Ilahi

Keberkahan di Tanah Bakid

Berharap Kepada Sesama Makhluk

Mewarisi Keris Leluhur

Teruntuk Ayah

Lagi dan Lagi

Land of Dawn Mabuk | Puisi – Mobile Legend Part 1

Perpisahan

Hujan

Tak Redup Semangat

Tanah Air Indonesia

Rumit

Angin

Seorang Guru

Pisau Menusuk Pertemanan

Teman-temanku

Guruku

Sahabat Kecilku

Bunda

Inginku

Permata Hati

Setangkai Bunga Mawar

My Self

Ibu

Rindu Ayah

Bunda Anakmu Rindu

Asa Ganda

Guruku

Aku Menjadi Duri

Peluh Prestasi

Harapan

Tarif Pelajar

Dua Puluh Lima November

Sesat

Nyantri

Guru Kami

Guru

Happy Teacher Day

Aku Santri

Kanjuruhan Play

Sekolahku

Untukmu Ayah

Human Have a Nice Heart

Bunga Kawanku

Pejuang Al-Qur’an

Indahnya Indonesiaku

Pahlawan Sejatiku

Pahlawanku

Takdir

Raga Tanpa Jiwa

Ayah – Puisi

Impianku

Untuk Kyai

Sudahlah

Dirimu

Ibu

Sahabatku

Sekuat Tenaga

Rain in The Dark

Runtuh

Jasamu Abadi

Kembali

Yang Tersembunyi

Lara

Lalai

Terimakasih Ayah

Bunda….Maafkan Anakmu

Rindu Abi – Puisi

I Love You Mom – Puisi

Merindukan Sosok Ayah

Langit Bakidku

Kota Tarim

Family – Puisi

Alur – Puisi

Ayah, Aku Rindu

Pahlawan – Puisi

Tiga Sejoli – Puisi

Untuk Orang Tuaku

Menatap Ke Depan

Life Test – Puisi

Merindukan Ayah

Madrasahku

Pandanglah Dirimu

Terima Kasih Bunda

Merdeka

Gugur – Puisi

Santri – Puisi

Kerinduan – Puisi

Sembilu – Puisi

Ya Rasulullah – Puisi

For My Best Time – Puisi

Ikhlas – Puisi

The Real Insecure – Puisi

Meraih Mimpi – Puisi

Selamat Datang Adikku

Pendidikan Senjata Kesuksesan | Puisi

Sang Murid | Puisi

Gelisah Akademisi

Guru Kecil | Puisi

Tangis Pisah Meraih Cita

Ayah… Putrimu Rindu

Attitude Is Everything

Mari Hijrah Bersamaku

Insecure Berlebihan

Guru

Tenang dalam Kegelapan

Aku Tahu – Puisi

Teman – Puisi
Category: Puisi

Kesatria Tangguhku
Karya: Shinta Fairuzzuhro *) Kesatria tanpa kudayang selalu berdiri di garda terdepan.Pejuang berjasa yang tak pernah menghiraukan lelah,membanting tulang tanpa

Rinduku Untukmu
Karya: Shinta Fairuzzuhro *) Berandai angin mampu membawa kembali masa kita.Hari-hari terus berganti, menjauhkan kita hingga tak lagi bersama.Keinginan memeluk

Memulai Cerita Baru
Karya: Shinta Fairuzzuhro *) Kenyataan tak selalu bisa ditutupi,air mata pun mengalir tanpa henti.Mengingat semua yang telah terjadi,meyakinkan diri bahwa

Mampukah Aku?
Karya: Shinta Fairuzzuhro *) Hidup terus berjalan tanpa kutahu ujungnya,gelisah di hati kian bergelora.Apa yang akan tercipta di masa depan

Tembok Kita Terlalu Tinggi
Karya: Rizka Aulia Affarida *) Aku tahu, kita tak akan pernah bisa bersatu.Masjid dan katedral — sampai kapan pun —

Hati yang Penuh dengan Kerinduan
Karya: Rizka Aulia Affarida *) Aku tahu, kisah ini mungkin terdengar kekanak-kanakan.Namun jujur, aku merindukanmu.Aku benar-benar merindukanmu.Meski aku sadar, kau

Manusia Favoritku
Karya: Rizka Aulia Affarida *) Untukmu, wahai manusia favoritku,yang telah melakukan banyak hal bersamaku,yang telah mengukir senyum di bibirku,dan membuat

Merindukan Kalian
Karya: Anis Izzamatul Fitriah *) Hai, kawan…Tiga tahun telah kita lewati,Suka dan duka kita jalani bersama. Sulit rasanya…Kini harus berpisah

Madrasah: Tawa, Tangis, dan Harapan
Karya: Anilna Badi’ah *) Burung berwarna estetik mengepakkan sayap di langit biruKami melangkah dengan seragam rapi, menggenggam pulpen dan bukuMenuntut

My Sister
Karya: Amelia Safira *) Kakak…Aku tahu perasaanmuAku tahu, kau mungkin merasa tak sempurnaTapi bagiku…Kau justru paling sempurna saat bersamaku Kakak…Aku

Dinginnya Cuaca Malam Ini
Karya: Ziyanatul Kamila Assa’idah *) Hari demi hari telah berlalu,Malam tiba… terasa menyeramkan bagiku.Sungguh suram malam ini,Bagaikan hutan gelap di

Charger Iman
Karya: Nuril Maulidya Ariska *) Aku bertahan karena waktu.Aku lebih kuat karena rindu.Aku ceria karena senyumku,Dan aku tegar karena impianku.

Guru, Cahaya Ilmu
Karya : Wulan Nur Malita *) Guru…Engkaulah pahlawan dalam hidupkuYang selalu sabar membimbing dan mengajarikuPengorbananmu tak pernah mengenal lelahBersamamu, aku

Hujan dan Petir
Karya: Amelia Safira *) Di tengah keheningan malam,Rintik hujan turun perlahan,Menemani langkahkuDalam kesunyian yang menenangkan. Angin berhembus menusuk tubuh,Ranting-ranting bergoyang

Teman
Karya: Lailatul Qomariah *) Temanku…Kaulah yang selalu ada untukkuKaulah yang berjalan bersamakuKaulah yang setia di sisikuSaat aku benar-benar membutuhkannya Temanku…Hanya

Cinta untuk Rasulullah
Karya : Ahmad Zayadi Rayhan Al Zuhri *) Di bulan maulid yang penuh cahaya,Lantunan shalawat terdengar di mana-mana,Namamu menggema di

Tersadar
Karya: Diana Nouvita Sari *) Kini kami tersadar…Bahwa waktu tak bisa dihentikanBahwa perpisahan itu nyataBahwa setiap pertemuan, pasti ada akhirnya

Berisik
Karya: Zyaaaaan *) Semua kini ada di benak:Keluarga, teman, pendidikan, cinta.Entah harus dimulai dari mana,Semuanya hanya jadi angan —Aku enggan

Rindu untuk Ibu
Karya: Cahya Maulida Bahri *) Sedari aku merangkak,Hingga aku bisa berjalan,Sedari aku hanya bisa menangis,Hingga aku bisa berbicara. Ibu…Putri kecilmu

For You, Dad
Karya: Almira Tungga Dewi Kristiawan *) Ayah…Kau bagai lenteraMenyinari gelap gulitakuMenerangi malam-malamkuMalam yang dinginMalam yang penuh ketakutan Ayah…Kau seperti pahlawan

Pahlawan Indonesia
Karya: Weggy Chelsa Olivia | Kelas 9 Darah merahmu menetes,Membasahi seluruh tubuhmu.Senjatamu hanya bambu runcing,Namun tekadmu sebesar langit.Kau korbankan keluarga

Itukah Merdeka?
Oleh: Fathur Rahman, S.Pd.I *) Kokok ayam jantan mengakhiri keheningan malam.Fajar pun di ufuk timur mulai menyingsing.Kumandang adzan meramaikan toa-toa

Indonesia Merdeka
Karya: Lisa | Siswi Kelas 9 Indonesia, negeri yang kaya,Penuh budaya, penuh warna.Negeri yang selalu jaya,Di setiap masa, di tiap

Merah Darahmu, Semangat Kami
Karya: Devita Merah darahmu menggelora,Semangat juangmu takkan sirna.Meski nyawa jadi taruhan,Meski derita jadi kawan. Kau tegakkan kemerdekaan,Dengan peluh dan pengorbanan.Tanpa

Perpisahan
Karya: Dini Fitria Royhana Adibah *) Perpisahan telah tiba,Hari yang dulu terasa jauhKini datang tanpa bisa ditundaMeninggalkan sejuta rasaAntara haru

Sahabat
Karya: Saidatul Fatimah *) Kesalahan mungkin paling banyak darikuYang tak kunjung sadar akan sikapmuMenunggu bukan sekadar harapTapi jebakan rasa nyaman

Andai Aku Jadi Presiden
Karya: Reva Yuni Ningsih *) Bangkitlah…..Bangkitlah wahai pemudaLupakan sudah kaum belandaYang lalu biarlah laluMasa lalu jadikan ilmu Musuh besarmu bukanlah

Ismail, Cahaya Pengorbanan Sejati
Oleh : Abdul Gofur Arrazi, S.E.I *) Di padang sunyi yang tandus dan sepi,lahirlah engkau, wahai cahaya hati,dari rahim Hajar,

Pesantrenku
Karya : Nuril Maulidya Ariska *) Di balik tembok nan sederhana dan sunyi,Pesantren berdiri, teduh berseri.Cahaya ilmu menari di pelita

Memelihara Keindahan
Karya: Mutmainah *) Semilir angin berembus sejuk,membuat dedaunan menari-nari.Langit membentang biru,berselimut awan putih kelabu. Matahari bersinar terang,burung-burung beterbangan,menghias cakrawala tanpa

Leaving With You, Goodbye
By: Robiatul Adawiyah *) You left, leaving traces that can never be erased.In the quiet space, I ask the wind,Do

Terima Kasih, Ibu Kartini
Karya: Weggy Chelsa Olivia *) Dulu aku tak tahu,Mengapa perempuan tak boleh sekolah sepertimu.Dulu aku tak paham,Mengapa hanya laki-laki yang

Mata-mata
Karya: Mufridho *) Twilight…Kau begitu hebat dan tampan,Bersama jas hijau yang kau kenakan,Dengan lambang mata-mata di dadamu,Dan seratus wajah samaran,Yang

Back to Pesantren
Karya : Robiatul Adawiyah*) Libur telah usai, hati mulai rindu,Suara ngaji dan adzan yang merdu.Kitab dan buku menanti dibuka kembali,Pelajaran

Perjuangan Seorang Ayah
Karya: Syafa’atul Aliyah *) Ayah…Kau adalah pahlawan dalam hidupku,Lelaki terbaik yang selalu berjuang,Mengorbankan lelah dan waktu,Agar keluargamu tak merasa kekurangan.

Rindu Kitab Kuning
Karya : Zahrotul Fadilah *) Di sudut lemari, kuintip sejenak,Kitab kuning yang lama tidak dibuka.Berdebu sedikit, tapi harum baunya,Seolah menyapa,

All About Mother
Karya: Flora Angellia *) Maa…Dari putri kecilmu ini, ada pesan yang harus tersampaikan.Terima kasih telah menjagaku, merawatku,Bahkan mengajarkanku tentang hal-hal

Ayah
Karya : Nazwa Zamrotul Aini *) Ayah,Engkau tak pernah lelah menafkahi keluargamu.Engkau tak pernah berceritaBetapa sulitnya mencari nafkah.Engkau juga tak

Idul Fitri Penuh Cinta
Karya : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Saat mentari pagi tersenyum ceria,Lebaran tiba penuh suka cita,Hari kemenangan yang dinanti,Setelah sebulan

Pesantren
Karya : Fitria Hoirotun Nisa’ *) Aku santri…Di pesantren aku menuntut ilmu,Di pesantren kiai membimbingku,Di pesantren aku belajar mandiri. Aku

Guruku, Pedoman Hidupku
Karya: Nur Zahir *) Guru…Kau adalah pahlawan dalam hidupku.Tanpamu, aku tak bisa apa-apa.Guru… terima kasih telah mengajariku,Terima kasih telah membimbingku.

Malam 1000 Bulan
Karya : Robiatul Adawiyah *) Bulan bersinar terang di langit,Hati bergetar penuh syahdu.Malam istimewa telah menghampiri,Lailatul Qadar nan penuh rindu.

Indahnya Ramadhan
Karya : Nazwa Zamrotul Aini *) Di bulan suci penuh berkah,Ramadhan datang membawa cahaya.Langit malam bersinar terang,Bulan purnama menghias cakrawala.

Renjana
Karya : Febriani Cahya Ningtiyas *) Kisah ini telah lama usangNamun akara masih saja meradangBerteman semu, ia berlalu-lalangSeolah berkata, tak

Laut
Karya: Abelatus Zahra *) Aku bermimpi berjalan di tepi laut,Debur ombak menyapa lembut kaki kecilku,Membawa jejak kenangan yang pernah kita

Ayah
Karya: Fitria Hoirotun Nisa’ *) Ayah…Engkaulah raja di hati putrimu,Seorang ksatria tanpa kuda,Harta paling berharga,Bagi putrimu tercinta. Engkau rela berjuang

Liburan Pesantren
Karya : Siti Khatijah Syarifah Wulan *) Kala fajar mulai menyapa,angin lembut membelai jiwa.Langkah kaki tinggalkan gerbang,menyongsong rindu yang terbayang.

Cita-cita?
Karya : Nuril Izzah *) Aku selalu merasa bingung di antara keduanyaAntara keinginan ku sendiriAtau keinginan kedua orang tuaku.Keinginan yang

NIKI, I Failed
Karya : Febriani Cahya Ning Tiyas*) Mungkin jika pada saat ituAku melarangmu untuk melakukan ituMungkin saat iniSemuanya tidak akan seperti

IBU
Karya: Fitria Hoirotun Nisa’ *) Ibu..Engkaulah bidadari tak bersayapku..Engkaulah ratu tak bermahkotaku..Begitu tinggi derajatmu wahai Ibu..Sehingga surga berada di telapak

Lembaran Santri
Karya: Ziyanatul Kamila Assa’idah *) Aksara menjadi saksi bisu.Membekas Bersama bait-baitku.Yang selalu kususun.Hingga..berharap menjadi satu. Bukan menyerah.Tapi,ada perihal yang pentimg.Dan

Antara Cinta dan Egois
Karya : Rahmadaini *) Kamu memelukku serasa aku adalah separuh hidupmuSeperti seseorang yang takut kehilanganAku selalu ada untukmuNamun aku tidak

Tempatku Berpulang
Karya : Rahmadaini *) Ayah?Mengapa aku baru menyadarinyaBahwa kau lah tempatku berpulangAku kira aku bisa tanpamuNamun nyatanya aku rapuhAku hancur

Mama is My Heart
Karya : Nuril Izzah *) Aku tahu ibu bukanlah seperti ibu lainnyaSeorang ibu yang selalu menghabiskan hari bersama anak anaknyaMama

Ya Nabi
Yaa Nabi.. Karya : Febriani Cahya Ning Tiyas Pagi yang cerah iniTerdengar suara lantunan sholawat kepada Nabibanyak santri yang ikut

I Found my Happiness
Karya : Nuril Izzah*) Aku sangat percaya diriMenurutku dengan berpikir optimisKita bisa melalukan semuanyaKarena aku merasa bahagia Aku akan tepuk

Hugged Your Self
Karya : Nuril Izzah *) Aku yang dipeluk diri sendiriAku bangga mempunyai dirikuSegala hal yang membuatku patahAkan ku perbaikiDan mencoba

Aku dan Kita
Karya: Tri Novtia Angelika *) Apa yang kita alami demi teman terkadang melelahkan dan menjengkelkanNamun itulah yang membuat persahabatan mempunyai

Kemarin
Karya: Nur Thalita Safa*) Canda tawa yang telah usangTelah lama pudar bersama banyak kenangan,Setelah 12 purnama sang rembulanTibalah saatnya untuk

Kesatria Tanpa Kuda
Karya : Ahmad Aldian *) Ayah, engkaulah kesatria tanpa kudaEngkau susah payah bekerjaUntuk menafkahi semua keluargaAyah akan ku gantikan semua

Happy New Year 2024
Karya: Nurul Jasshinta*) Di hari ini aku tidak menangis atau pun gembiraDi hari ini pula aku telah bersyukur kepada Tuhan

Selamat Datang Tahun Baru
Karya: Putri Evita Muhajir)* Tamat sudah tugasku di tahun 2023Selamat tinggal DesemberSelamat tinggal tahun 2023Selamat datang JanuariSelamat datang tahun 2024

Ibu Tersayang
Karya: Vito Fabian Kristianto*) Ibu kamu adalah ibu yang luar biasaBegitu lembut namun begitu kuatBanyak cara yang kamu tunjukkan bahwa

Terdiam
Karya: Tri Novtia Angelika*) Aku terdiamdi saat aku sendiridan semua sedang tidak baik-baik sajadunia terasa sunyiSeakan tak beRpenghuni Aku terdiam

Tak Akan Ada Temu
Karya: M. Azrilliv LH*) Kita telah usaiPerjalanan panjang telah mengukir kisahCerita indah pun tak pantasKarena kita telah menguap kata pisah

Aku
Karya: Rifatul Aulia Rizqiyah*) Pagi ituKu berada di depan cermin ituMelihat dan berkacaBertanya-tanyaApa yang aku milikiApa yang kupunya Dan berangan-angan

Indonesiaku
Karya: Vito Fabian Kristianto*) IndonesiakuEngkau sangat kucintaiEngkau sangat indah IndonesiakuEngkau penuh dengan canda tawaPenuh dengan hijau dedaunanRerumputan yang hijauBiru air

Hati Berbicara
Karya: Nur Talitha Safa *) Cerita hari iniDengan banyak ceritaNan menyayat hati,Karena semua yang terjadiDiriku luruh bersama sakit iniBerharap segera

Kenangan
Karya: Vito Fabian Kristianto*) Di sini pula aku kembali mengingat rasaYang sempat kubiarkan padam tanpa nuansaGelap saja sehingga hampaLalu kau

In Lost
Karya: Putri Evita Muhajir)* Aku pernah merasakan kehilanganAku pernah merasa kesepianKarena kehilangan seseorang Katanya kehilangan hal yang wajarTapi nyatanya itu

Air Terjun
Karya: Dewi Yunita Farha Amalia*) Engkau meluncur dengan begitu derasnyaDari ketinggian di atas bumiSungguh jernih dan bersih airmuSampai tampak bebatuan

Bagaimana?
Karya: Azyan Musfiroh*) Bagaimana, sudah berhasil?Hasilnya tak memuaskan?Mood pun berantakan?Lelah dengan semuanya? Mungkin sekarang memang tidak berhasilNamun esok ku berani

Ulah Manusia
Karya: Adelia Franciska Dury*) Sampah berserakan dimana-manaTiada yang akan membersihkannyaTiada yang peduli terhadap lingkunganDan alam di sekitarnya Di saat banjir

Menunggumu
Karya: Sely Holiana Santi*) Aku di sini,Diam diri Bersama dengan rindu nan menyayat hatiRindu akan wajah Lelah mu karena menafkahi

Koushik
Karya: Fina Nailul Ihza*) Kini aku sedang nestapaMendengarmu menyukai dirinya.Tapi,entah mengapaJiwa ini masih enggan melepasmu,Sedang aku terjebak di amaraloka yang

Imperfect Journey
Karya: Siti Khodijah Syarifah Wulan*) Hari ini aku berhentiTapi hanya sejenakHari ini aku menepiSedikit memberi jarak Katanya“kau takkan bisa, semuanya

Takdir
Karya: Salsabila Aulia*) Sekarang!Ada saatnya kita tertawa,Ada saatnya kita bersedih,Kita di dunia ini sudah memiliki jadwalDari yang di atas, semua

Garis Luka
Karya: Fina nailul Ihza*) Ketika pertanyaan kian muncul di pikiranAku ingin bercerita, namun juga ingin mendengarkanPerlakuan manis perlahan menghipnotisDi kala

Evaluation
Karya: Nur Thalita Safa*) Real, All completely real An event that I previously underestimated In fact becomes a real enemy In

Sungai dan Arusnya
Karya: Nur Thalita Safa*) Berbicara tentang sungaiDan arusnyaBeserta perahu kertasYang terombang-ambing bersamanyaHanya bisa mengikuti arusTanpa tau akan berakhir dimanaTerkadang perahu

Aku dan Hujan
Karya : Siti Khodijah Syarifah Wulan*) Hujan selalu turun membawa beribu kenangan yang telah lama leburMemaksakan menguak banyaknya kisahDengan suasana

Berisik
Karya: Azyan Musfiroh*) Semua sekarang ada di benakKeluarga, teman, pendidikan, cintaEntah mau dimulai dengan cara bagaimanaSemuanya ada di angan, enggan

About You
Karya: Putri Evita Muhajir*) Terima kasih sudah hadirDi kehidupan nyataTelah menghadirkan bahagiaWalaupun sekejap saja Yang kuanggap nyata hanyalah khayalan belakangDan

Ber-Akhlak-lah
Karya:Putri Evita Muhajir *) Orang pintarAkan kalah denganOrang yang ber ahlakPercuma kamu pintarJika akhlaknya tidak ada Pintar boleh tapi akhlak

Ya Syaikhona
Karya : Hilda Izzah Najwa Fillah*) Semakin hari semakin menggebuAtas apa semua yang ku rindu.Dan semakin hari hanya ingin terus

Setangkai Tunggu
Karya: Nur Thalita Safa*) Tentang aku yang ingin engkau kembaliNamun semesta tak pernah merestuiTak kunjung memberi pastiYang hanya memperdalam lubang

Semangat Bukan Sambat
Karya: Nuril Maulidya Ariska*) Yang dibutuhkan usaha bukan wacanaMemang benar kita hanya bisa berencanaTapi realita,kita hanya pasrah pada yang maha

Metafora Kerinduan
Karya : Nur Thalita Safa*) Rinai itu jatuh perlahanGemersik rindu yang tertahanMengalun indah dalam sebuah genangan. Lalu perlahan menderasSederas angin

Lama Tak Datang
Karya : Hilda Nia*) Wuhh!!Sinar matahari iniSungguh sangat menyengat diriMembuat diri ini kewalahanMencari kesejukan Berusaha mendinginkan badanBukan hanya dalam tempo

Al-Ustadz
Oleh : Abdul Gofur Ar-Rozi, SE *) Pari Nan Jauh di sanaTampak pada kamiKau tertatih dalam terjalPan terkepunh dingin kabut

Kenangan Bersama Orang Tua
Karya : Vito Fabian Kristianto*) Di saat aku sendirianEngkaulah yang membawakanSesuatu yang aku inginkanDi saat aku gelisahEngkau lah yang melangkahTerlebih

Rakyat Jelata
Karya : M.Fahri Nur Fadoli *) Hanya jelata…Bagaimana merajut asa?Sedang mereka sibuk dengan dunianyaMereka pikir baik-baik saja? Perfect,Sama sekali tak

Beda
Karya : Fina Nailul ihza*) Beda! Aku berbeda.Memang! tapi mengapa?Mengapa harus dibeda-bedakan?Kenapa harus berprilaku berbeda?They say “yang beda itu spesial”

Atma yang Sejuk
Karya : Ieca Nayla Maulidyans *) Bukankah dia Atma?Yang membuat sejuk rasa cinta?Jika ia membaraIa akan membuat dunia serasa milik

My Character Wibu
Karya : Almisa*) Satu putaran waktuSeribu kenangan di masa laluAbout me?Aku tak ingin menjadi TanjirouYang hanya Bahagia sesaatLalu kebahagiaannya hilang

Doa Ibu
Karya : Muhammad Dafa Sodikin*) Sendu di kelopak matanyaMenghitam di kantung matanyaUcapan lirih dari mulutnyaTangan menengadahUjung mukena basah oleh air

Esai yang Tak Usai
Karya : Nur Thalita Safa*) Hidup ini sedang tidak baik-baik sajaJangan pernah tanya mengapaNamun siapa yang mau bertanya??Tegur sapa saja

Guru
Oleh : Ubaidillah Hasby*) Kami datang untuk tahuEngkau memberi kami ilmuKami datang dengan anganEngkau memberi kami masa depan Segala yang

Mendesak
Karya : Nur Thalita Safa*) Luka-luka yang ku jadikan frasaTakan pudar seiring berjalannya masaMenyimpan kenangan dalam setiap perjalannya Biarlah ia

Harapan
Karya : Putri Evita Muhajir*) Hati akan tersakitiKarma kita sediriSudah tahu dia hanya pemberi harapanMasih saja dipertahankan Kalau sudah terluka

Kebersamaan Kita
Karya: Ahmad Aldian Syaputra*) Dimulai dari kebersamaanYang harus kita jalankanWalaupun banyak cobaanYang harus kita lewatkan Di saat aku sendiriEngkaulah yang

Ayah dan Ibu
Karya : Zahrotul Azizah*) Ibu…Kau adalah wanit yang kuatKau rela berkorban demi anak muMeski harus bangun karna mendengar tangisan kuWahai

Pergi, Kemana?
Karya: Rifatul Aulia Riskia *) Dikala itu aku terpojokkanMenanayakan kenyataanMenelan semua kepahitanMerasakan arti kehidupanMasih menjadi tanda tanyaApa yang telah terjadi

Dia Cakap
Karya : Sely Holiana Santi*) Duduk termenungSembari mencerna nasehat penuh akan hasratNasehat tentang menghadapi kehidupan Dia cakap,Kamu harus menguasai bahasa

Jihad Santri
Karya : Nur Thalita Safa*) Sebuah perjuangan yang mememilukanBukti nyata pada masa yang silamResolusi jihad para pejuangMerebut kembali sebuah perdamaian

Santri
Karya : Abdul Ghofur Ar-Rozi, S.E. *) Dikatanya aku hanya berdiam diri sajaSepi, tanpa warna nan tak bersahajaBagai ayam dalam

Anugerah
Karya : Nur Thalita Safa*) Satu hal yang pastiTak pernah terpungkiriMaupun bersarang dalam naluri dan hatiSebuah ketetapan oleh sang PenciptaMembawa

Fondasi
Karya : Nur Thalita Safa*) Langit menatap senduMenatap wajah penuh kesedihan ituWajah Lelah dengan guratan rinduMata kecilnya menatap sayuMeratap menyendiri

Tak Ada yang Tak Bisa
Karya : Nur Thalita Safa*) Ada kalanya semua lelucon tak lagi dapat mengundang tawaAda kalanya sisi berbeda kita tunjukan pada

Terlalu Larut
Karya: Sely Hoiana S.*) Laksana angin tanpa tujuanMengurung jiwa dalam relung kehampaanMenatap langit malam nan begitu gelap bagai kehidupanItu mengekspresikan

Cerita Subuh
Karya: Siti Khodijah Syarifah Wulan)* Kau takkan tahu banyaknya malam yang ku jenuhiKarena bintang selalu bersembunyi Kau takkan tahu banyaknya

Entah lah
Karya: Zahra Maulia*) Entah, sampai kapan singgah ini menjadi sungguhEntah, apa lagi yang akan disuguhSungguh, mereka hanya tertawa!Tanpa sadar mereka

Kenangan dalam Genangan
Karya : Nur Thalita Safa *) Entah mengapa kali ini rasanya berbedaKali tangisnya seolah membawa duka langitseakan memberitahu tentang sebuah

Ibu
Karya: Weggy Chelsa Olivia *) Ibu…Trimakasih sudah menjadi perempuan terhebatYang pernah aku kenalSungguh terasa hangatnya genggamanmuDan mendengar langsung nasehatmuMungkin…Aku salah

Ungkapan Rindu
Karya : Nur Thalita Safa *) Kali ini, semarak hidup seakan redupDipenuhi suasa sendu yang tak tertahan karena rinduLangit pun

Ayah
Karya: Aniswaatul *) Ayah……Kau pahlawankuKau yang selalu ada untukku Ayah……Maafkan akuMaafkan aku jika terlalu membebanimuMaafkan aku jika selalu merepotkanmu Ayah…….Terima

Sunyi
Karya: Layyinatul Maghfiroh*) Matahari sudah berganti rembulanTapi aku masih setia menyendiriDi kamar yang sangat sunyiDan hanya ditemani oleh lilin yang

Runtuh
Karya: Nur Thalita Safa*) Terkadang senyum manis ini hanya melambangkan kekecewaanBanyak arti mendalam yang tak bisa ku jelaskanTersirat makna yang

Yang Tertinggal
Karya : Nur Thalita Safa*) Senandung pagi mengalun riaMengundang senyum yang tak usai dibuatnyaMentari pun turut ikut sertaMenebar kehangatan kepada

Wajah Itu
Karya: Sely Holiana S *) Wajah itu…Sungguh terbayang dalam benak karena amat terlalu rinduWajah nan mulai menua dimakan oleh waktuTerlalu

Ibu
Karya : Siti Khotijad Syarifah Wulan*) Bagai cahaya yang datangKetika gelap mulai menyerangMenyambut hangatDengan dekapan yang amat eratMulai menimang senduMengalun

Fokus
Karya: Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Ku mantapkan langkah maju ke depanTak peduli tatapan tajam sekitarApalagi tentang apa yang mereka

Why?
Karya: Fina Nailul Ihza *) Terdiam karna malas menanggapiMulut kelu untuk sekedar berucap “iya”Deru jantung berdegup kencang seakan ada tekananMulut

Sesal
Karya: Zahra Maulia *) Menyesal?Mungkinkah sesal akan jadi sialPenyesalan hanya akan terus menyandalSungguh tak semua bisa dipijarMenyesallah untuk kata kata

Pendosa
Karya: Sely Holiana S.*) Kau pendosaPendosa nan di lumuri dosaDosa mengalir di tubuh pendosaPendosa, si pemilik dosa sejagat raya Kau

Sendiri Lebih Baik
Karya: Sabila Hidayah *) Sendiri…Sekarang aku sendiri lagiSeperti biasa tiba-tiba semuanya menjauhAku heranAda apa dengan merekaAku bingung harus bagaimanaTapi terkadang

Guruku
Karya: Weggy Chelsa Diva*) Wahai guruku…Tanpamu ku tak bias membaca dan menulisDan tak akan memiliki akhlak yang bagus tuk di

Obessed
Karya: Azyan Musfiroh *) DirimuMatamu yang sayuMemabukankuGummy smile muSeakan menghipnotis dirikuDan suaramu yang bak luguMembuatku diriku ingin menerjang dirimuSungguh diriku

Bangkit
Karya: Fina Nailul Ihza*) Mendongaklah jangan selalu menundukBangkitlah!Dan lihat dunia yang kau anggap jahatKau kuatKau hebatKau pintar Gagal bukan berarti

Astrophile
Karya: Nur Thalita Safa*) Berjajar ornament dalam setiap garis semestaBegitu indah tiada tara Merkurius…Sahabat dekat seorang mentari begitu mungilterdaftar sebagai

Indonesia, Apa Kabar?
Karya : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Apa kabar Indonesiaku?Apakah masih merintih, menitih melangkah maju?Atau tetap dengan julukan macan tidurmu?

Teruntuk Yang Terkasih
Karya : Siti Khodijah Syarifah Wulan *) Kau adalah apa yang selalu aku ingatKetika jauh maupun dekatKau adalah apa yang

Terjebak Ekspektasi
Karya: Nur Thalita Safa *) Nyatanya realita tak semudah yang ku kiraKali ini ku terjebak, dalam ekspektasi yang mendesakSesak dan muakLagi-lagi pupus

Takdir Tuhan
Karya: Nur Thalita Safa *) Tatkala arunika tertelan langit senjaKu di sini dengan segudang asaMenggores tinta agar abadi sepanjang masaKaryaku, begitu juga

Kemerdekaan
Karya: Rifatul Aulia R. *) 1945 adalah saksi bisu tanggal di mana kita telahterbebas dari kata penjajahanTerbebas dari kata penindasaanTerbebas

Sebuah Mimpi
Karya: Nur Thalita Safa *) Di bawah terang nya sinar rembulanDi tengah luasnya hamparan bintang-bintangAkan ku beritahukan pada duniaBahwa, suatu saat aku

Pilu
Karya: Nur Thalita Safa *) Entah apa yang ku rasakanHati ini gelisah dan ketakutanTak bisa ku ungkapkanSeakan mulut ini selalu bungkam Mengapa

Masa Lalu
Karya: Nur Thalita Safa *) Di sinilah akuDalam ruang tanpa waktuSekelebat bayangan hadir sebagai tamuPengganggu antara aku dan pikiranku Dia,

Feeling Lonely
Karya: Nur Thalita Safa *) Aku tanpa mereka, bagai malam tanpa bintangSunyi dan sepiTanpa canda tawa yang mengiringiAku iri!Pada mereka

Sahabat Kecilku
Karya: Riski Amelia Sahabat ku….Kau selalu ada untukkuDi kala aku bersedih maupun bahagiaDan tak lupa kau selalu menemanikuKesana kemari Sahabat

Ustadz
Karya: Serly Adilia Agustin *) Apakah kau masih ingat pada kamiApakah kau masih menyimpan kenanganmu dengan kamiMeskipun kau sudah tak

Dear Santri
Karya: Serli Adilia Agustin *) Kau tak kerasan berada di pondok?Kau merasa tak bebas berada di pondok?Kau merasa dirimu terkekang?Tak

Perjuangan Seorang Ayah
Karya : Riski Amelia *) Ayah….Kau selalu membantingkan tulang pada kuKau selalu menafkahi ku Ayah….Terima kasih atas semua jasamuYang telah

Cepat Pulang ya bu?
Karya : Vira Virnanda Ayu L *) Ibu kapan pulangApakah ibu tak rindu pada anak mu ini ?Bu sampai kapan

Pretty Always Win?
Karya : Siti Khatijah Syarifah Wulan *) Jika fisik menjadi patokan untuk segalanyaLantas untuk apa hati tercipta?Belakangan ini dunia mulai

Missing More
Karya: Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Biarkanlah aku mengabadikan kisahmuDalam sajak yang kutulis atas nama rinduJasadmu boleh saja bersemayam tenang

Kerikil di Atas Tanah
Karya: Sely Holiana S.*) Mata ini tak ingin melihat,Tak ingin melihat tatapan kecewanyaTak ingin melihat ke putus asaan nyaKarena hati

Jerit Luka
Karya: Iecha Nayla Maulidyans *) Awal di mana aku menemukan BahagiaHingga akhir dari segala luka yang ku deritaBerasama waktu yang

Terserah, Aku Menyerah
Karya : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Titik terhebat ingin menyerah itu ketika kau benar benar sendiriTak ada sandaran, sang

Arunika
Karya: Nur Thalita Safa *) Teruntuk Arunika yang menyinari cakrawalaTerima kasih telah menerangi bagaskaraMemberi kehangatan pada bantalaJuga, ketenangan kepada sebuah

Who?
Karya: Fina Nailul Ihza *) Dia!Orang yang sama, namunDengan penampilan yang berbedaLebih sederhana tapi aku menyukainya Dia!Pendiam,tapi dalam diamnya ada

That Love Isn’t Real
Karya : Iecha Nayla Maulidyans *) Jika kau bertanya tentang mimpiApa yang aku impikanAku akan menjawab bermimpi memilikimuMimpi yang hanya

Merindukan Titik Temu
Karya : Siti Khodijah Syarifah Wulan *) Saat ini aku terbelenggu oleh rindu,Dan tenggelam oleh rasa kecewa yang tak menentuEntah

Sang Ibu
Karya: Danisa Fatma *) Ibu……Engkau bagaikan pahlawan bagikuSembilan bulan engkau mengandungku Ibu….Engkau yang merawatku dari kecil hingga besarEngakau rela mengorbankan

Terimakasih Ayah
Karya : Serly Adilia Agustin *) Terima kasih ayah …..Kau rela berkorban demi anakmu iniKau rela banting tulang tanpa ada

Kiaiku
Karya : Nur Zahrotus Soleha *) Wahai Kiaiku…Terimakasih atas kesabaranmuTerimakasih atas perjuanganmuTerimakasih atas jasa-jasamu Maafkan kami wahai KiaikuMaafkan kami atas

Aku Tak Pantas
Karya : Shelly Holiana S *) Pendosa ini tak pantasAku merasa raga ini tak pantasYa,tak pantas tuk menyebut raga ini

Tangisan Ibu Dalam Sujud
Karya : Siril Lailatun Nazila *) Di saat gelap menyelimuti malamDi saat relung hati yang kosongDi situlah jiwa mulai merasa

Terbelenggu Oleh Waktu
Karya : Siril Lailatun Nazila *) Di ujung malam yang sepiKu terpaku merenungiSiang malam tanpa hentiJadi belenggu di dalam hidupku

Keluh Kesah
Karya : Fitroh Nuraini *) Bibirku terbungkamBerucap lisan tak dapat melontarkanDi sebuah tempat yang bertuanKu bersungguh sungguh menuntut ilmuDemi meraih

Bulan Yang Dirindukan
Karya : Siril Lailatun Nazila *) Bulan yang di rindukan sebentar lagi akan segera tibaJedag jedug di tengah malam sebentar

Tak Biasa
Karya : Shelly Holiana S *) Ketika bahasa tak lagi biasaBahasa mulai berbisaBisa yang mengikuti masaMasa yang akan datang setiap

Ya Ilahi
Karya : Kirani Rahmawati *) Mimpi dulu yang pernah ku renungiBersama impian yang diidam-idamkanPergi bersama ke Tanah SuciTuk tunaikan panggilan

Keberkahan di Tanah Bakid
Karya : Siril Lailatun Nazila*) Wahai kau yang selalu ku rinduWahai kau sang pesantrenkuNamamu kan ku kenang selaluDi dalam sanubariku

Berharap Kepada Sesama Makhluk
Karya : Shelly Holiana S *) Aku dibuat terbang olehnya.Namun dijatuhkan pula olehnya.Kata kata penyemangat dilontarkan dari mulut berbisanya.Dan membuat

Mewarisi Keris Leluhur
Karya: Sely Holiana S.*) Kini,Negara RI tidak bisa disebut negaraSumua telah diperdayaRakyat jelata pun tidak berdayaAku tidak bisa apa-apaTapi aku

Teruntuk Ayah
Karya : Fitroh Nuraini dan Syarifatul Khoiriyah *) Teruntuk Ayah…. Tetaplah menjadi ayah yang tegar, menjadi yang terbaik untuk keluarga,Sabar

Lagi dan Lagi
Karya: Selly Holiana S *) Lagi dan lagiMengapa harus lagiLagi-lagi seperti itu, lagi Lagi dan lagiSelalu terulang, lagiLagi-lagi harus begitu,

Land of Dawn Mabuk | Puisi – Mobile Legend Part 1
Karya: Aby Yusuf Al Baihaqi *) Satu ingatanSeribu tangisanSahabat…Menggapaimu bagaikan main rank bersamaOrang epic yang ingin menuju rangked Mythick Sahabat…Andai

Perpisahan
Karya : Adifa Dian Isnaeni Karisma Yanti *) Selama perpisahan ini terjadiHatiku tergores kesedihan,hatiku merasakan luka yang sangat dalamKetika terucap

Hujan
Karya: Lailatun Nafilah *) Rintikan air hujan membasahiHingga ke ulung hatiKarena aku yang bertemaSepi, bersama secangkir kopi Hujan……Izinkan sekali lagi

Tak Redup Semangat
Karya: Fitroh Nuraini *) Terpuruk dalam kenestapaanMenjadikan masalah sebagai pelajaranBersemangat dan tak pernah redupJati dirinya yang sering di rendahkan Namun……Kesabaran

Tanah Air Indonesia
Karya : Fitroh Nuraini *) Berkibarlah sang pusakaBuktikan kejayaan negaraKeelokan tanah air Indonesia Berjajar pulau di nusantara berbeda bahasa, suku

Rumit
Karya : Syarifatul Khoiriyah *) Haruskah serumit inibanyak kejanggalan hatiyang tak bisa ku pungkiriBanyak beban yang tengah ku hadapiHaruskah saat

Angin
Karya : Lailatun Nafilah *) Helaian rambutku bertebaranMenyisakan ketenanganMenepi, menyisakan dedaunanYang sekali bertebaran Di sini ku seorang diriDengan tinta hitam

Seorang Guru
Karya : Adifah Dian Isnaeni Karisma Yanti *) Kau tembus dinginnya pagi dan pekatnya malamKau berkorban demi anak didik yang

Pisau Menusuk Pertemanan
Karya : Putri Evita Muhajir *) Hari ini yang kurang sempurna untukkuBukan tak mau bersamamuBukan tak mau melihat perjuanganmuHanya aku

Teman-temanku
Karya: Humairotun Nisak *) Teman – temanku….Engkaulah teman-temanku yang terbaikEngkaulah yang selalu menemanikuDan engkau juga ada di saat aku sedihDan

Guruku
Karya: Aira Qurota A’yun *) Guruku…….Terimakasih engkauh telah mengajarikuIlmu ilmu yang bermanfaatSampai diriku tauNahwu, sejarah itu apa Guru….Engkaulah orang keduaYang

Sahabat Kecilku
Karya : Maghfiroh *) Sahabatku……Sudah lama kita tak bertemuAku rindu akan canda tawamuKu rindu akan senyummuAku merindukan dengan apa yang

Bunda
Karya : Khoyriyah Basich *) Maaf, maaf dan maafMaafkan anakmu iniAku tak bisa membuatmu bahagiaDan sering membuatmu gelisah Maaf bun…..Kata

Inginku
Karya : Huzaimatul Jannah Ramadhani *) Kian larut mata memandangtak seorangpun di depan matakuHati yang linglung entah mau apaMulut membisu

Permata Hati
Karya: Khumairotun Nisak*) Lantunan doa yang sangat menenangkanBalikkan dapat menghilangkan kegelisahanSemua rasa rindu ini, yang terus bertambah dan bergejolakseiring dengan

Setangkai Bunga Mawar
Karya: Putri Evita Muhajir *) Bunga mawar begitu indah dirimuBegitu harum bungamuBegitu indah warna bungamuDaunnya yang bewarna hijauYang menghias cantik

My Self
Karya: Nur Thalita Safa *) Ini aku!Ada saat dibutuhkanDianggap saat berkepunyaanDan dibuang saat ada yang menggantikan Ini aku!Bersama senyum penuh

Ibu
Karya: Kaisya Luna Fara Aisa *) Sungguhku berterima kasih kepadamuYang sudah membesarkanku dari aku kecil sampai besarSungguh banyak pengorbananmu kepada

Rindu Ayah
Karya: Putri Evita Muhajir *) Ayah ku….Kaulah pahlawankuKaulah pria pertama yang memelukkuHanya kaulah yang mengerti perasaanku Ayah ku…..Kau adalah mataharikuYang

Bunda Anakmu Rindu
Karya: Aira Qurota A’yun *) Ku pegang engkau erat-eratTatapanmu begitu indahWaktu telah menjadikan harapanNamun, bagiku tatapanmuMasih semanis cokelat Biar saja

Asa Ganda
Karya: Moh. Ibnu Abas *) Perlukah selalu memberi tanpa dimintaPerlukah meminta tanpa harus memaksaMeski kata mereka, kalimat itu terlalu sederhanaUntukku

Guruku
Karya: Humairatun Nisa’ *) GurukuEngkaulah yang mengajari kamiEngkau memberikan kami ilmuTidak pernah marahWalaupun kami tidak mendengarkanmu GurukuMaafkan kami bila kadangkala

Aku Menjadi Duri
Karya: Eka Ramadani Wahyu Ningsih *) Jika aku menjadi merpatiKan kusampaikan pesan tentang isi hatiJika aku menjadi pelangiKan kutampakkan keindahan

Peluh Prestasi
Karya: Solihin *) Hujan sore ini tak lagi berwujud airHanya gerimis keringat yang bercucuranDiusapnya peluh, menyisakan noda-noda lesuKupandang bapak, dari

Harapan
Karya: Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Gemuruh rintikan hujanGuntur yang tak berhenti menyambarDinginnya malam menambah cekamnya keadaanMenemani jiwa yang tengah

Tarif Pelajar
Karya: Adeliya Savania Putri *) Manis terucap dari ungkap-ungkap para pemegang tahtaMengelabuhi bisik-bisik fakta yang seharusnya mereka terimaIa berpedoman, berdedikasi

Dua Puluh Lima November
Karya : Nur Zahrotus Sholeha *) Wahai guru tercintakuKau berikan ilmu kepada kamiTanpa meminta balasanKau luangkan separuh waktumu untuk kamiKau

Sesat
Karya : Fitroh Nuraini *) Dunia semakin tuaKorupsi hinggap dimana-manaManusia gila akan dunia, sibuk akan hartaTak sadar bahwa siapakah dirinya

Nyantri
Karya : Selvia Anggraeni *) Ketika kita menjadi santriSetiap harinya yang belajar dan menagajiYang kehidupannya bersama temanDan penuh dengan banyak

Guru Kami
Karya : Selvia Anggraeni *) Teruntuk engkau wahai gurukuYang setiap harinya selalu hadirHanya untuk kami Panasnya matahari engkau lewatiRela hanya

Guru
Oleh: Flora Angelia *) Teruntuk guru kami yang kamiHormati sebagai orang tua kamiDi sekolahKami segenap siswi mengucapTerimakasih di hari guru

Happy Teacher Day
Oleh: Fitroh Nuraini *) TeruntukmuEngkaulah sosok muliaEngkaulah sosok yang paling berjasaTiada ternilai harganya Perjuanganmu dalam ilmuTak kenal lelah walau menghabiskan

Aku Santri
Karya : Lailatul Masruroh *) Diamku menjadi santriHanya seperti ‘dibully’Harapanku menjadi santriHanya untuk barakah kiai Santri..Tidak akan pernah merasa letihUntuk

Kanjuruhan Play
Karya : Lailatul Masruroh *) Seperti kelihatan damaiDari luarDan kelihatan ramaiDari dalamSemua orang berlariMenuju ke tempatAman Dan semua bingungUntuk mencari

Sekolahku
Karya : Lailatul Masrurah *) Salah tempatkuUntuk mencari ilmuTiada tempat yang lebih bermanfaat kecuali dirimuEngkau memberikan tempat teduhanYang sangat berarti

Untukmu Ayah
Karya : Citra Amelia *) Tuhan….Andai aku diberi satu permintaan…..Diriku ingin… aku tidak ingin besarAku ingin menjadi putri kecil ayah..

Human Have a Nice Heart
Karya : Iecha Nayla Maulidyans *) Hai buLihat sudah sampai mana perjuanganmuYang telah mendidikku sampai dewasaTanpa mengeluh atas semua jasaYang

Bunga Kawanku
Karya : Lallatul Masruroh *) Di sebelum kau mengenalkuKau sangat asing dengankuKau fikir engkau anak jahatDan kukira engkau bukan anak

Pejuang Al-Qur’an
Karya : Lailatul Masruroh “) Dialah seseorang yang tak pernah letih untuk menghafalDan dia selalu memikirkan akhiratnyaSampai lupa akan keadaan

Indahnya Indonesiaku
Oleh: Lailatun Nafilah *) Sang bumi pertiwiHamparan luas tanah hijau nan permaiBeraneka ragam flora dan faunaBerjuta-juta budaya dan bahasa Wahai

Pahlawan Sejatiku
Oleh: Amanda Aulora Riffi *) Pahlawan butuh perjuangan yang keras, keringat-keringatnya bercucuran deras. Pahlawanku adalah orang tuakuIbu yang bertaruh nyawa

Pahlawanku
Karya Nabila Sakib *) Wahai pahlawankuKami rindu kehadiranmuKami rindu akan perjuangan muYang kini hanyalah sebuah kenangan masa lalu Kau orang

Takdir
Karya : Abdul Wafi Hasan *) Tidak ada yang tidak mungkin, bila tuhan sudah berkehendakApapun akan terjadi . . .Maka

Raga Tanpa Jiwa
Karya : Siti Khadijah Syarifah Wulan *) Dia ada, namun selalu acuh pada keadaanDia ada, namun hanya memberi kritik tanpa

Ayah – Puisi
Karya : Lailatul Masruroh *) Hujan hujan yang membasahiDirimu di saat engkau bekerjaDan engkau menahan rasaAir yang dingin itu.Dan engkau

Impianku
Karya : Putri Nabila Fitriana *) Yang ku impikan sejak duluTapi itu semua butuh waktuKukan bersungguh – sungguhDalam mencari ilmu

Untuk Kyai
Karya : Wilda Nabila Tunnor *) Kyai . . .Dari tak mandiri, aku datangDari tak disiplin, aku datangDari tak tau,

Sudahlah
Karya : Selly Holiana S *) Ditemani oleh senyapnya malamTerlalu candu dengan sinar rembulan GelapGelap yang begitu pekat menyelimutiRaga yang

Dirimu
Karya : Novi Rahayu R *) Dirimu nasehati dirikuSetiap saatAgar semakin lembut hatikuSemakin sabar jiwakuSemakon mengat rohanikuSemakin meninggi pedulikuSemakin manfaat

Ibu
Karya : Novi Rahayu R *) Ibu …..Bagiku ibu adalah pahlawankuBagiku ibu adalah malaikat pelindungkuAku tak bisa membalas kebahagiaankmuDari kecil

Sahabatku
Karya : Novi Rahayu R *) Sahabatku …..Engkaulah sahabat terbaikkuSahabat terbaik dalam hidupkuSahabat rumah kedua bagikuDisaat kita sedihDia akan selalu

Sekuat Tenaga
Karya : Sely Holiana S.*) Harapanmu adalah yang ku tujuSekuat tenaga ini berjuang untukmuSekuat tenaga lidah ini bergerak lincahTuk menghafal

Rain in The Dark
Karya : Karya : Serly Adilia Agustin *) Semuanya berbeda,Bisakah aku katakan bahwa aku sedang tidak baik-baik saja?Bisakah aku menangis?Berteriak

Runtuh
Karya : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Semuanya berbeda, Bisakah aku katakan bahwa aku sedang tidak baik-baik saja? Bisakah

Jasamu Abadi
Karya : Viera Vaizatul Maulidia *) Begitu cepat waktu berjalanMenyisakan deretan-deretan kenanganYang selalu ingin ku ulangWalaupun dalam ingatan Entah huruf-huruf

Kembali
Karya : Sely Holiana S.*) Lara itu muncul kembaliMerusak mood sang pemilik hati Lara itu muncul kembaliDitemani sebilah pisau tak

Yang Tersembunyi
Karya : Sely Holiana. S *) Ku kiraKau pengganggu di hidupkuTapi ternyata itu yang ku rindu Ku kiraKau perusak suasana

Lara
Karya : Sely Holiana. S. *) Hati ini sakitJika sudah mengingat kejadian yangMenggores hati Hati ini sakitJika sudah mengingat suara

Lalai
Karya: Sely Holiana S *) Ketika mentari mulai menyinariBanyak pasang mata mulaiTerbuka kerena sinar matahariyang masuk dari celah jendela rumah

Terimakasih Ayah
Karya : Serly Adilia Agustin *) Terima kasih ayah …..Kau rela berkorban demi anakmu iniKau rela banting tulang tanpa ada

Bunda….Maafkan Anakmu
Karya : Siril Lailatun Nazila *) Bunda . . .Maafkan anakmuMaafkan kami yang selalu membuatmu kecewaKarena tingkah laku ku yang

Rindu Abi – Puisi
Karya : Wilda Nabila Tunnor *) Abi . . .Di mana engkau berada sekarangApakah engkau tidak merindukan sosok putrimu iniYang

I Love You Mom – Puisi
Karya : Siti Nur Haliza *) Ibu engkau adalah sosok wanitaYang sangat berjasaEngkau adalah sosok wanitaYang sangat kuat Aku tidak

Merindukan Sosok Ayah
Karya : Nofi Rahayu *) Ayah …..Aku sangat mrindukanmuRindu akan canda tawamuRindu akan kasih sayangmuYang tak pernah kurasakan Ayah …..Ku

Langit Bakidku
Karya : Fitroh Nuaraini *) Langit Bakid kuDisini ku menuntut ilmuDisinilah ku memulai hidup baruJauh dari ayah ibuTak sekalipun membuatku

Kota Tarim
Karya : Siril Lailatun Nazila *) Inilah tempat yang ku tunggu-tungguSebuah tempat yang ingin ku tujuKu ucapkan salam pada jalanan

Family – Puisi
Nama : Nur Khoirun Nisa’ *) Ada beberapa orang yang sangat berarti peran nya, di sebuah kata keluarga. Ayah yang

Alur – Puisi
Karya : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Hei, apakah kau sedang terpuruk?Mengira Tuhan itu buruk?Dgn menyediakan dunia tak adil untukmu,Juga

Ayah, Aku Rindu
Karya: Adelia Franciska Rafika Dury *) Ayah, aku rinduAku rindu tangan berototmuTiada kata lelah di setiap harimuPanas hujan kau lewati

Pahlawan – Puisi
Karya : Selvia Anggraeni *) Wahai para pahlawan²Kalian yang bertanda jasaKepada negara IndonesiaDemi membela warga – warga Kami memang tidak

Tiga Sejoli – Puisi
Karya : Selly Holiana. S *) Dulu . . . Kita selalu bercengkrama Selalu bersama bagai tiga sejoli Yang tak

Untuk Orang Tuaku
Karya : Nurul Jasshinta *) Kaulah yang berhati muliaKau rela kecapean hanya demi anakmuKau lapangkan hatimu demi anakmuKau teguhkan kakimu

Menatap Ke Depan
Karya : Selly Holiana. S. *) Duduk di taman kotaMelihat apa yang ada di depan mataIa melihat gadis kecil berceritaPada

Life Test – Puisi
Oleh : Abdul Wafi Hasan *) Kurang lebih 1 tahun sudah kita laluiSuka duka telah kita lewati bersama Seseorang yang

Merindukan Ayah
Karya: Citra Amelia *) Andai saja ada kesempatan,aku tidak bertumbuh menjadi remaja.Inginku tetap sebagai putri kecil ayah,senantiasa dimanja di kala

Madrasahku
Oleh : Adelia Frandeka Rafika Dury *) Disinilah tempat menimba ilmuMengkarya diri dengan ketrampilan baruDiajari etika hidupMandiri merawat masa kini

Pandanglah Dirimu
Karya: Azyan Musfiroh *) Hai, apa kabar?Hari ini apakah lebih baik dari sebelumnya?I’ts okey, jika hari ini tidak ada bedanya

Terima Kasih Bunda
Karya : Nadia Salsabila *) Bun, terima kasih semua pengorbananmu.Senyum yang tak pernah pudar untukku,menutupi letih demi merawat gadis kecilmu.

Merdeka
Oleh : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) 17 AgustusHari dimana semua rakyat Indonesia memperingati hari kemerdekaannyaDengan mengibarkan sang sakaDiiringi lagu

Gugur – Puisi
Oleh : Firda Firnanda *) Ia merangkak di atas bumi yang dicintainyaPelor yang menancap di dadanyaMenjadi bukti suatu pengorbanannyaTiada lagi

Santri – Puisi
Karya : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Aku santri Meninggalkan zona nyaman, demi meraih berkah sang rahman. Aku santri Hidup

Kerinduan – Puisi
Karya : Bunga Ramadhani *) IbuBetapa rindu aku padamuHari-hari berlalu tanpa hadirmuKu menangis tersedu Betapa aku ingin melihatmu ibu..Walau hanya

Sembilu – Puisi
Oleh : Novi Rahayu R *) Ia biarkan aku mengembara diLorong hampaMenghayati betapa sepi, lebih panasKetimbang api Ia bebasuan aku

Ya Rasulullah – Puisi
Oleh: Sukaina *) Engkau pancaran cahayaMenerangi suasana yang gelap dan sunyiEngkau sebagai rahmat bagiSeluruh semesta alam Ya RasulAllah Engkau lahir

For My Best Time – Puisi
Oleh : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) 6 Tahun sudah kita laluiSuka duka telah kita lewatiLau teman dalam tawaJuga menetap

Ikhlas – Puisi
Oleh : Sely Holiana S *) IkhlasSatu kata yang begitu singkat, namunBegitu banyak makna IkhlasSatu kata yang mudah terucap, namunBerat

The Real Insecure – Puisi
Oleh : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Lihat…!Tangan itu, begitu lihainya memakai manik-manik tersebutSejadah juta mulai pudar karena sujud yang

Meraih Mimpi – Puisi
Karya: Fitroh Nuraini *) Tak akan pernah redup semangatkuTak akan pernah cukup diriku menuntut ilmuAku akan terus berusaha semampukuMeraih masa

Selamat Datang Adikku
Karya: Tri Novtia Anjelika *) Selamat datang, Siswa BaruDi tempat kau akan mendapatkan teman baruPun tempat mengenal banyak ilmuMurni senyummu

Pendidikan Senjata Kesuksesan | Puisi
Oleh : Abdul Wafi Hasan *) Bila Diri Kita Bisa BersyukurDan Bersuka Cita, TubuhpunAkan Merespon Positif. Hidup pun Jadi Lebih

Sang Murid | Puisi
Oleh : Danang Satrio Priyono, S.Psi *) Murid pencari kebenaranBerpeluh pahit menyemai ilmuLelah letih memupuk harapanMenorehkan tinta di kertas-kertas Murid

Gelisah Akademisi
Oleh : Sahroni, S.Pd.I., M.Pd *) Kunyatakan rahmat-Nya dalam kata,tertumpuk berbaris-baris. Menuai sifat-Nya melalui ilmu,berjenjang-jenjang pendidikan ditempuh. Apalah arti ilmu

Guru Kecil | Puisi
Guru kecil bak ranting menjuntai menggapai cahaya ilmu.Rela diinjak maupun dipatahkan oleh hewan oportunis,menahan terpaan angin pembawa isu disintegrasi,disengat panas

Tangis Pisah Meraih Cita
Karya: Nur Fadilah Ach. *) Hari-hari yang aku lalui dengan sabar dan ikhlasAku sudah 3 tahun disiniMengejar cita-cita Saat ini,

Ayah… Putrimu Rindu
Ayah, Putrimu Rindu . . .Rindu akan tangan kekarmuYang mendekapku ketika air mata mengalir di pipiku Rindu akan nasehatmuYang selalu

Attitude Is Everything
Karya: Abdul Wafi Hasan *) Selama kita masih mampu menerima keadaan, selamanya kita akan di berikan Kemudahan ” Kita semua

Mari Hijrah Bersamaku
Nama : Siti Khotijah Syarifah WulanKelas : VII GKategori : PUISI Zina begitu banyaknyaKemaksiatan merajalelaMengumbar aurat dengan sombongnyaMerebutkan dunia, hingga

Insecure Berlebihan
Entah ! Diri ini sering membandingkanAntara kesempurnaan dan kekuranganSelalu merasa kurangSeakan tak mensyukuri pemberian tuhanBukannya bersyukur diberi kebugaranMalah meminta fisik

Guru
Karya: Nur Fadhilah Ach *) Terpujilah wahai engkauYang selalu sabar walau kami bergurauIkhlas menjelaskan ilmu walau suara parau Namamu selalu

Tenang dalam Kegelapan
Masalah sering kurahasiakanSampai hati tak sanggup mengembanBukannya tak mau mengeluarkan Namun . . . Takut tak ada yang mendengarkanDan malah

Aku Tahu – Puisi
Aku Tahu,Ragamu memang sudah tiada,namun cerita yang masih melekat di fikirkankuakan terus ku kenang sepanjang masa,tak kan kubiarkan hilang di

Teman – Puisi
TemanItukah yang disebut teman?Datang di saat kita tertawadan pergi di saat kita sedang terluka, Teman?Itukah yang disebut dengan teman?Datang meluapkan
