logo_mts192
0%
Loading ...
Cermin Kedalaman
0
Dunia
0
Jalan Sunyi Menuju Ketakwaan
0
Reuni atau Kompetisi? Refleksi Atas Budaya Pamer di Hari Raya Idul Fitri
0
Ketupat: Anyaman Tradisi, Anyaman Hati
0
Syawal: Saat Cinta Itu Dilanjutkan, Bukan Ditinggalkan
0
Hari Raya: Antara Ibadah dan Keceriaan
0
Pesan Rasulullah saw tentang Silahturrahim
0
Agar Silaturrahim Bernilai Ibadah
0
Melanjutkan Cahaya Ramadan
0
Makna Hakiki dari Hari Raya Idul Fitri
0
Agar Hati Tetap Hidup di Hari Raya
0

Category: Puisi

Bangkit

Karya: Fina Nailul Ihza*) Mendongaklah jangan selalu menundukBangkitlah!Dan lihat dunia yang kau anggap jahatKau kuatKau hebatKau pintar Gagal bukan berarti

Astrophile

Karya: Nur Thalita Safa*) Berjajar ornament dalam setiap garis semestaBegitu indah tiada tara Merkurius…Sahabat dekat seorang mentari begitu mungilterdaftar sebagai

Indonesia, Apa Kabar?

Karya : Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Apa kabar Indonesiaku?Apakah masih merintih, menitih melangkah maju?Atau tetap dengan julukan macan tidurmu?

Teruntuk Yang Terkasih

Karya : Siti Khodijah Syarifah Wulan *) Kau adalah apa yang selalu aku ingatKetika jauh maupun dekatKau adalah apa yang

Terjebak Ekspektasi

Karya: Nur Thalita Safa *) Nyatanya realita tak semudah yang ku kiraKali ini ku terjebak, dalam ekspektasi yang mendesakSesak dan muakLagi-lagi pupus

Takdir Tuhan

Karya: Nur Thalita Safa *) Tatkala arunika tertelan langit senjaKu di sini dengan segudang asaMenggores tinta agar abadi sepanjang masaKaryaku, begitu juga

Kemerdekaan

Karya: Rifatul Aulia R. *) 1945 adalah saksi bisu tanggal di mana kita telahterbebas dari kata penjajahanTerbebas dari kata penindasaanTerbebas

Sebuah Mimpi

Karya: Nur Thalita Safa *) Di bawah terang nya sinar rembulanDi tengah luasnya hamparan bintang-bintangAkan ku beritahukan pada duniaBahwa, suatu saat aku

Pilu

Karya: Nur Thalita Safa *) Entah apa yang ku rasakanHati ini gelisah dan ketakutanTak bisa ku ungkapkanSeakan mulut ini selalu bungkam Mengapa

Masa Lalu

Karya: Nur Thalita Safa *) Di sinilah akuDalam ruang tanpa waktuSekelebat bayangan hadir sebagai tamuPengganggu antara aku dan pikiranku Dia,