logo_mts192
0%
Loading ...
Cermin Kedalaman
0
Dunia
0
Jalan Sunyi Menuju Ketakwaan
0
Reuni atau Kompetisi? Refleksi Atas Budaya Pamer di Hari Raya Idul Fitri
0
Ketupat: Anyaman Tradisi, Anyaman Hati
0
Syawal: Saat Cinta Itu Dilanjutkan, Bukan Ditinggalkan
0
Hari Raya: Antara Ibadah dan Keceriaan
0
Pesan Rasulullah saw tentang Silahturrahim
0
Agar Silaturrahim Bernilai Ibadah
0
Melanjutkan Cahaya Ramadan
0
Makna Hakiki dari Hari Raya Idul Fitri
0
Agar Hati Tetap Hidup di Hari Raya
0

Category: Puisi

Yang Tertinggal

Karya : Nur Thalita Safa*) Senandung pagi mengalun riaMengundang senyum yang tak usai dibuatnyaMentari pun turut ikut sertaMenebar kehangatan kepada

Wajah Itu

Karya: Sely Holiana S *) Wajah itu…Sungguh terbayang dalam benak karena amat terlalu rinduWajah nan mulai menua dimakan oleh waktuTerlalu

Ibu

Karya : Siti Khotijad Syarifah Wulan*) Bagai cahaya yang datangKetika gelap mulai menyerangMenyambut hangatDengan dekapan yang amat eratMulai menimang senduMengalun

Fokus

Karya: Siti Khotijah Syarifah Wulan *) Ku mantapkan langkah maju ke depanTak peduli tatapan tajam sekitarApalagi tentang apa yang mereka

Why?

Karya: Fina Nailul Ihza *) Terdiam karna malas menanggapiMulut kelu untuk sekedar berucap “iya”Deru jantung berdegup kencang seakan ada tekananMulut

Sesal

Karya: Zahra Maulia *) Menyesal?Mungkinkah sesal akan jadi sialPenyesalan hanya akan terus menyandalSungguh tak semua bisa dipijarMenyesallah untuk kata kata

Pendosa

Karya: Sely Holiana S.*) Kau pendosaPendosa nan di lumuri dosaDosa mengalir di tubuh pendosaPendosa, si pemilik dosa sejagat raya Kau

Sendiri Lebih Baik

Karya: Sabila Hidayah *) Sendiri…Sekarang aku sendiri lagiSeperti biasa tiba-tiba semuanya menjauhAku heranAda apa dengan merekaAku bingung harus bagaimanaTapi terkadang

Guruku

Karya: Weggy Chelsa Diva*) Wahai guruku…Tanpamu ku tak bias membaca dan menulisDan tak akan memiliki akhlak yang bagus tuk di

Obessed

Karya: Azyan Musfiroh *) DirimuMatamu yang sayuMemabukankuGummy smile muSeakan menghipnotis dirikuDan suaramu yang bak luguMembuatku diriku ingin menerjang dirimuSungguh diriku