Mengenalkan sejarah dan kekayaan lokal melalui bahasa menjadi salah satu cara generasi muda merawat identitas daerah. Semangat inilah yang dibawa siswa MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul dalam ajang Lomba Bahasa tingkat MTs/SMP se-Kabupaten Lumajang yang diselenggarakan oleh SMK Muhammadiyah Lumajang.
Dalam kompetisi tersebut, siswa MTs Miftahul Ulum 2 mengangkat kisah asal muasal Jatiroto sebagai materi yang ditampilkan. Pilihan tema ini menjadi upaya untuk memperkenalkan cerita lokal sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap sejarah dan budaya daerahnya.
Melalui kisah asal muasal Jatiroto, peserta diajak menjadikan bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga media untuk menyampaikan cerita, merawat tradisi lisan, dan mewariskan pengetahuan lokal kepada generasi berikutnya.
Baca Juga
Pembina kegiatan, Rofik Hariyadi, M.Pd., menyampaikan bahwa keikutsertaan siswa dalam lomba ini merupakan kesempatan berharga untuk mengembangkan kemampuan berbahasa sekaligus memperluas wawasan kebudayaan.
“Kami ingin siswa tidak hanya memiliki kemampuan berbahasa yang baik, tetapi juga mengenal sejarah dan kekayaan daerahnya sendiri. Kisah asal muasal Jatiroto kami pilih agar siswa belajar menyampaikan cerita lokal dengan percaya diri sekaligus memahami pentingnya menjaga warisan budaya,” ungkap Rofik.
Ia berharap pengalaman mengikuti kompetisi ini dapat meningkatkan keberanian siswa dalam berekspresi, mengasah keterampilan berbahasa, serta memotivasi mereka untuk terus belajar dan berprestasi.
“Menang atau kalah bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Yang terpenting, anak-anak berani mencoba, mendapatkan pengalaman baru, dan mampu mengambil nilai positif dari setiap proses. Semoga kegiatan ini menumbuhkan kecintaan mereka terhadap bahasa, sejarah, dan budaya lokal,” tambahnya.
Partisipasi dalam lomba ini menjadi bagian dari upaya MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik, khususnya di bidang bahasa dan literasi budaya.
Melalui bahasa, siswa belajar bercerita. Melalui cerita lokal, mereka mengenal jati diri dan ikut menjaga warisan budaya untuk generasi mendatang.


