Rangkaian Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul Tahun Pelajaran 2026/2027 terus memberikan pembekalan yang relevan dengan kehidupan peserta didik. Salah satunya melalui materi etika bermedia sosial dengan bijak yang disampaikan khusus kepada para siswi.
Kegiatan berlangsung di Aula Madrasah Putri Lantai 2 dengan menghadirkan Muhammad Kholili, S.Pd., Ketua Bakid Multimedia sekaligus pegiat media sosial, sebagai narasumber.
Dalam penyampaiannya, Muhammad Kholili mengajak para siswi untuk tidak sekadar menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu menjadi pengguna yang cerdas, bertanggung jawab, dan beretika. Media sosial yang digunakan dengan tepat dapat menjadi sarana belajar, berbagi informasi, mengembangkan kreativitas, dan membangun komunikasi positif.
Baca Juga
Para siswi juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya berpikir sebelum mengunggah maupun membagikan sesuatu di media sosial. Setiap unggahan, komentar, foto, maupun video dapat meninggalkan jejak digital sehingga perlu dipertimbangkan dampaknya bagi diri sendiri maupun orang lain.
“Media sosial adalah ruang publik. Karena itu, apa yang kita tulis dan bagikan harus dipikirkan dengan baik. Jangan sampai karena ingin mendapatkan perhatian atau sekadar mengikuti tren, kita justru merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pesan Muhammad Kholili.
Ia juga mengingatkan para siswi agar berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi. Kemampuan memilah informasi menjadi penting agar peserta didik tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum jelas kebenarannya.
Kepala MTs Miftahul Ulum 2, Husen, S.Pd.I., mengapresiasi pembekalan tersebut. Menurutnya, literasi digital dan etika bermedia sosial merupakan bagian penting dari pendidikan karakter peserta didik di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat.
“Anak-anak kita hidup di zaman digital. Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya membekali mereka dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga dengan sikap dan etika dalam menggunakan teknologi. Kami berharap para siswi mampu menggunakan media sosial secara bijak, menjaga kehormatan diri, menghormati orang lain, dan mengambil manfaat positif dari perkembangan teknologi,” ungkap Husen.
Materi tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya MATAMUDA untuk memperkenalkan kehidupan madrasah secara lebih luas kepada peserta didik baru. Selain mengenalkan lingkungan dan budaya madrasah, MATAMUDA juga diarahkan untuk membangun karakter, kedisiplinan, kecakapan sosial, serta kesiapan peserta didik menghadapi berbagai tantangan di era digital.
Melalui pembekalan ini, MTs Miftahul Ulum 2 berharap para siswi mampu menjadi generasi yang cerdas dalam menggunakan media sosial, santun dalam berkomunikasi, kritis dalam menerima informasi, dan bertanggung jawab atas setiap jejak digitalnya.
Cerdas menggunakan teknologi, bijak bermedia sosial, dan tetap luhur dalam budi pekerti.


