logo_mts192
0%
Loading ...

Nabi Isa Pun Mengabarkan Kelahiran Rasulullah saw

Share the Post:

Oleh: Wiwin Sugianto, S.Pd. *)

Ada kabar gembira yang sejak dahulu sudah disampaikan oleh para nabi. Jauh sebelum Nabi Muhammad ﷺ lahir, kedatangan beliau telah menjadi bagian dari berita yang dibawa oleh para utusan Allah.

Allah Swt. berfirman dalam Surah Ash-Shaff ayat 6:

«وَإِذۡ قَالَ عِیسَى ٱبۡنُ مَرۡیَمَ یَـٰبَنِیۤ إِسۡرَ ٰ⁠ۤءِیلَ إِنِّی رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَیۡكُم مُّصَدِّقࣰا لِّمَا بَیۡنَ یَدَیَّ مِنَ ٱلتَّوۡرَىٰةِ وَمُبَشِّرَۢا بِرَسُولࣲ یَأۡتِی مِنۢ بَعۡدِی ٱسۡمُهُۥۤ أَحۡمَدُۖ فَلَمَّا جَاۤءَهُم بِٱلۡبَیِّنَـٰتِ قَالُوا۟ هَـٰذَا سِحۡرࣱ مُّبِینࣱ ۝٦»

Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, ‘Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad.’ Tetapi ketika dia datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, ‘Ini adalah sihir yang nyata.'”

Ayat ini terasa begitu indah ketika kita membacanya menjelang datangnya Rabiul Awwal. Ada satu nama yang disebut dengan penuh penghormatan: Ahmad.

Nama itu adalah salah satu nama mulia Nabi Muhammad ﷺ.

Menariknya, kedatangan Rasulullah ﷺ ternyata bukan kabar yang tiba-tiba. Ia telah menjadi bagian dari kabar gembira yang disampaikan Nabi Isa عليه السلام kepada kaumnya. Seolah-olah sejarah sedang menunggu datangnya seorang manusia yang kelak membawa cahaya bagi dunia.

Baca Juga

Nabi Ar-Rahmah: Rasulullah saw Sang Pembawa Kasih Sayang

Dan manusia itu adalah Nabi Muhammad ﷺ.

Nabi Muhammad ﷺ lahir bukan di tengah istana yang megah. Beliau lahir di Makkah, dari keluarga yang mulia, tetapi dalam kehidupan yang sederhana.

Namun dari rumah yang sederhana itu, lahirlah manusia yang namanya terus disebut oleh miliaran manusia hingga hari ini.

Beliau datang membawa Al-Qur’an. Beliau mengajarkan tauhid. Beliau mengajarkan kasih sayang. Beliau mengajarkan bagaimana menghormati orang tua, menyayangi anak yatim, membantu orang miskin, menjaga tetangga, memuliakan tamu, dan memperlakukan manusia dengan akhlak yang baik.

Beliau bukan hanya membawa ajaran untuk dibaca, tetapi juga memberikan teladan untuk dijalani.

Karena itu, kelahiran Nabi Muhammad ﷺ bukan sekadar peristiwa sejarah.

Ia adalah lahirnya cahaya bagi kehidupan manusia.

Allah Swt. berfirman:

«وَمَآ أَرْسَلْنَـٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَـٰلَمِينَ»

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.”
(QS. Al-Anbiya: 107)

Maka, Mengapa Tidak Bergembira?

Ketika Rabiul Awwal datang, suasana hati umat Islam biasanya terasa berbeda.

Masjid mulai dihiasi. Shalawat semakin sering terdengar. Pengajian Maulid diselenggarakan. Anak-anak belajar kisah Rasulullah ﷺ. Para jamaah berkumpul untuk membaca shalawat dan mengenang perjalanan hidup beliau.

Semua itu seharusnya membawa kegembiraan.

Bukan kegembiraan yang berlebihan tanpa makna, tetapi kegembiraan karena Allah telah mengutus seorang Rasul yang menjadi rahmat bagi kita.

Allah sendiri mengajarkan:

«قُلْ بِفَضْلِ ٱللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلْیَفْرَحُوا۟»

“Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira.”
(QS. Yunus: 58)

Jika Rasulullah ﷺ adalah rahmat bagi seluruh alam, maka datangnya bulan kelahiran beliau adalah momentum yang sangat baik untuk kembali membuka hati kepada beliau.

Mari bergembira. Mari memperbanyak shalawat. Mari membaca kembali sirah beliau. Mari mengenalkan Rasulullah ﷺ kepada anak-anak kita. Dan yang paling penting, mari berusaha meneladani akhlaknya.

Sebab cinta kepada Rasulullah ﷺ tidak cukup hanya diucapkan dengan lisan. Cinta akan semakin indah ketika terlihat dalam kehidupan sehari-hari.

Jika Rasulullah ﷺ mengajarkan kejujuran, mari kita jujur. Jika beliau mengajarkan kasih sayang, mari kita menyayangi. Jika beliau memaafkan, mari kita belajar memaafkan. Jika beliau peduli kepada orang lemah, mari kita belajar peduli. Jika beliau selalu menjaga akhlak, mari kita perbaiki akhlak kita.

Rabiul Awwal, Bulan untuk Menghidupkan Cinta

Rabiul Awwal bukan hanya tentang mengingat kapan Rasulullah ﷺ dilahirkan.

Lebih dari itu, Rabiul Awwal adalah kesempatan untuk bertanya kepada diri sendiri: Seberapa jauh kita mengenal Rasulullah ﷺ? Seberapa besar cinta kita kepada beliau? Dan yang paling penting:

Seberapa banyak akhlak Rasulullah ﷺ yang sudah hadir dalam kehidupan kita? Jangan sampai kita begitu sering menyebut nama Rasulullah ﷺ, tetapi masih mudah menyakiti sesama.

Jangan sampai kita rajin bershalawat, tetapi masih berat memaafkan. Jangan sampai kita merayakan kelahiran beliau, tetapi lupa mengikuti ajaran beliau.

Karena sesungguhnya, cara terbaik untuk merayakan hadirnya Rasulullah ﷺ adalah dengan menghadirkan ajaran dan akhlaknya dalam kehidupan kita.

Maka ketika Rabiul Awwal datang, mari kita sambut dengan hati yang gembira.

Mari kita katakan kepada diri sendiri: Selamat datang, Rabiul Awwal. Bulan yang mengingatkan kami kepada manusia paling mulia, Nabi Muhammad ﷺ.”

Semoga semakin banyak shalawat yang terucap. Semoga semakin dalam cinta kepada Rasulullah ﷺ. Semoga semakin lembut hati kita. Semoga semakin baik akhlak kita. Dan semoga kelak kita dikumpulkan bersama beliau di bawah naungan rahmat Allah Swt.

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Selamat datang Rabiul Awwal. Mari bergembira dengan cinta, memperbanyak shalawat, dan menghidupkan kembali akhlak Rasulullah ﷺ dalam kehidupan kita.

Join Our Newsletter