logo_mts192
0%
Loading ...

Sesi Terakhir Hari Kedua: Kepala Kemenag Tekankan Kepemimpinan Visioner dan Berintegritas

Share the Post:
Sesi Terakhir Hari Kedua: Kepala Kemenag Tekankan Kepemimpinan Visioner dan Berintegritas

Hari kedua Diklat Teknis Substantif Kepala Madrasah yang diselenggarakan Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Kabupaten Lumajang bekerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya ditutup dengan penguatan materi Nilai-Nilai Dasar Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Agama. Materi disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Dr. H. Achmad Faisol Syaifullah, M.H, Selasa (4/8/2026).

Di hadapan para kepala madrasah peserta diklat, Kepala Kankemenag Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa penyelenggaraan diklat bukan sekadar memenuhi program peningkatan kompetensi, tetapi merupakan ikhtiar bersama untuk memastikan para kepala madrasah terus melakukan upgrading pengetahuan, pola pikir, dan sistem kepemimpinan agar madrasah mampu bergerak lebih maju mengikuti dinamika zaman.

“Diklat ini dihadirkan agar kepala madrasah terus melakukan upgrading. Jangan sampai sistem di madrasah berjalan di tempat. Kita ingin setiap madrasah selalu selangkah lebih maju dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga

Hari Kedua Diklat Teknis Substantif Kamad: Fokus Transformasi Kurikulum

Ia menjelaskan bahwa kepala madrasah merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan. Karena itu, setiap pemimpin madrasah harus mampu menginternalisasikan nilai-nilai dasar SDM Kementerian Agama dalam setiap kebijakan, pelayanan, maupun budaya kerja di lingkungan madrasah.

Lima nilai dasar SDM Kementerian Agama yang menjadi fondasi tersebut meliputi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, integritas, profesionalitas, tanggung jawab, serta keteladanan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya menjadi slogan organisasi.

“Nilai-nilai dasar SDM Kementerian Agama bukan sekadar konsep. Kepala madrasah harus menjadi teladan dalam menanamkan keimanan, integritas, profesionalitas, tanggung jawab, dan keteladanan kepada seluruh warga madrasah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Achmad Faisol Syaifullah mengajak seluruh peserta untuk membangun kepemimpinan yang visioner. Menurutnya, pemimpin madrasah harus mampu menghadirkan warna melalui kreativitas, inovasi, dan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa, terutama dalam mencetak generasi peserta didik yang unggul.

Selain memiliki visi yang kuat, seorang kepala madrasah juga dituntut menjaga performa kepemimpinan, baik dalam penampilan, tutur kata, maupun perilaku sehari-hari. Ketiga aspek tersebut akan membentuk karakter dan sikap yang mampu menjadi teladan bagi seluruh warga madrasah.

“Pemimpin harus memiliki visi yang jelas, mampu memberi warna melalui kreativitas, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan peserta didik. Penampilan, perkataan, dan perbuatan harus selaras, karena dari situlah lahir karakter yang akan membangun kepercayaan masyarakat (trust people),” pesannya.

Suasana kelas berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi mengenai implementasi nilai-nilai dasar SDM Kementerian Agama dalam tata kelola madrasah, mulai dari penguatan budaya kerja, kepemimpinan yang melayani, hingga pembentukan karakter seluruh warga madrasah.

Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Husen, S.Pd.I., menyampaikan bahwa materi yang diberikan menjadi penguatan penting dalam membangun kepemimpinan madrasah yang adaptif dan berorientasi pada pelayanan.

“Materi ini semakin menguatkan komitmen kami bahwa membangun madrasah harus dimulai dari membangun manusianya. Kepala madrasah harus terus belajar, memperbarui cara berpikir, dan menghadirkan kepemimpinan yang visioner, berintegritas, serta mampu membangun kepercayaan masyarakat melalui keteladanan dalam sikap, ucapan, dan tindakan,” ungkap Husen.

Melalui sesi penutup hari kedua ini, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai dasar SDM Kementerian Agama secara konsisten dalam kepemimpinan dan pengelolaan madrasah. Dengan demikian, madrasah tidak hanya menjadi pusat pembelajaran yang unggul, tetapi juga menjadi lembaga pendidikan yang terus bertransformasi, dipercaya masyarakat, dan mampu melahirkan generasi berkarakter, berprestasi, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Join Our Newsletter