Karya: Abelliatus Zahra *)
Ikan mencintai air,
namun air merebusnya.
Daun setia pada angin,
namun angin menggugurkannya.
Manusia menggantung hidupnya pada tanah,
namun tanah menguburnya.
Sadarlah…
Bukan air yang merebus ikan,
namun api yang mendidihkannya.
Bukan angin yang menggugurkan daun,
namun takdir yang memutuskannya.
Bukan tanah yang mengubur manusia,
namun kematian yang menjemputnya.
Dalami dulu pemahamanmu,
jangan menilai apa yang hanya kamu lihat.
Cermatilah lebih dalam, pahami lebih luas,
jangan menyalahkan sesuatu tanpa alasan.
Seringkali kamu menyalahkan sesuatu tanpa melihat akarnya:
Kamu menyalahkan takdir, padahal itu konsekuensimu.
Kamu menyalahkan manusia karena menyakitimu,
Padahal kamu tersakiti oleh ekspektasimu sendiri.
Terkadang, kamu harus melihat akarnya terlebih dahulu,
sebelum kamu memutuskan sesuatu.
*) Siswi Kelas 8 MTs Miftahul Ulum 2 Bakid


