Oleh : Fathur Rahman, S.Pd.I., M.Pd *)
Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026, berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Sementara itu, NU memprediksi Idul Fitri akan jatuh pada 21 Maret 2026 sesuai dengan hasil kesepakatan Muktamar NU ke-34 dan Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 1/2026, karena kondisi hilal belum memenuhi kriteria MABIMS. Pemerintah melalui Kemenag menunggu hasil rukyatul hilal dan sidang isbat pada 19 Maret 2026 untuk menentukan apakah Lebaran pada 20 atau 21 Maret 2026.
Penetapan Muhammadiyah
Muhammadiyah menggunakan KHGT dari Musyawarah Nasional XXXII Tarjih, dengan kriteria elongasi 8° dan tinggi hilal 5° saat matahari terbenam sebelum 24.00 UTC di wilayah seperti Makkah. Majelis Tarjih PP Muhammadiyah menyatakan seluruh parameter astronomis terpenuhi, sehingga 1 Syawal berlaku global pada 20 Maret 2026. Penetapan ini bertujuan menyatukan umat Islam dunia dalam satu kalender hijriah.
Baca Juga
Awal Ramadlan, Kenapa Pemerintah, NU dan Muhammadiyah Berbeda?
Prediksi Nahdlatul Ulama’
Sementara Lembaga Falakiyah PBNU memperkirakan 1 Syawal akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, karena hilal belum mencapai kriteria pengamatan. Prediksi ini selaras dengan tradisi NU yang menunggu hasil rukyatul hilal dan sidang isbat pemerintah.
Demikian itu berdasarkan hadits Nabi Muhammad saw yang menganjurkan umatnya untuk melakukan rukyatul hilal:
َعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَال: قَال النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّ: صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ، فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِينَ
Artinya, “Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Nabi saw bersabda: “Berpuasalah karena melihatnya (hilal) dan berbukalah karena melihatnya. Jika terhalang oleh awan, maka sempurnakanlah hitungan bulan Sya’ban menjadi tiga puluh hari.” (HR Muslim).
Sikap Pemerintah / Kemenag
Dan Pemerintah melalui Kementerian Agama nantinya akan menggelar sidang isbat pada 19 Maret 2026 untuk penentuan resmi 1 Syawal 1447 H, kemungkinan 20 atau 21 Maret berdasarkan rukyat nasional.
Peluang Kesamaan Tanggal dengan Muhammadiyah pada 20 Maret dan NU/pemerintah berpotensi 21 Maret, Lebaran bersama tampaknya sulit kecuali salah satu pelaksana rukyatul hilal Lembaga Falakiyah PCNU di seluruh Indonesai berhasil melihat hilal pada Kamis 19 Maret 2026. Maka kemungkinan lebaran bersama anatara NU, Muhammadiyah dan Pemerintah itu akan nyata.
Berikut beberapa data hilal pada Kamis 19 Maret 2026 dari beberapa referensi kitab klasik hingga kontemporer :
| Sullam Al Nairoini | Jumat Legi, 20/3 | 19:32 WIS / 07:07 WIB | 05°16′ | 00h 21m | Selatan Matahari | Miring ke Utara | 02.07% | 1.79° |
| Tadzkiroh al-Ikhwan | Jumat Legi, 20/3 | 20:24 WIS / 07:58 WIB | 04°50′ | 00h 19m | Selatan Matahari | Miring ke Utara | 02.04% | 1.76° |
| Fathu al-Rouf al-Mannan | Jumat Legi, 20/3 | 20:24 WIS / 07:58 WIB | 04°50′ | 00h 19m | Selatan Matahari | Miring ke Utara | 02.04% | 1.76° |
| Muntaha Nataiji al-Aqwal | Jumat Legi, 20/3 | 07:25 WIS / 19:00 WIB | 04°01′ | 00h 16m | Selatan Matahari | Miring ke Selatan | 00.25% | 5.52° |
| Nuru al-Anwar | Jumat Legi, 20/3 | 20:49 WIS / 08:23 WIB | 02°10′ | 00h 11m | Utara Matahari | Miring ke Utara | -02.38% | 5.51° |
| Irsyadu al-Murid | Sabtu Pahing, 21/3 | 21:08 WIS / 08:27 WIB | 01°51′ | 00h 15m | Utara Matahari | Miring ke Utara | 00.14% | 5.48° |
| Faidlu al-Karim | Jumat Legi, 20/3 | 20:24 WIS / 07:58 WIB | 04°50′ | 00h 19m | Selatan Matahari | Miring ke Utara | 02.04% | 1.76° |
| Badiatu al-Mitsal | Jumat Legi, 20/3 | 07:16 WIS / 18:51 WIB | 04°00′ | 00h 16m | Utara Matahari | Miring ke Utara | 00.25% | 5.51° |
| Ephemeris | Jumat Legi, 20/3 | 20:39 WIS / 08:14 WIB | 02°03′ | 00h 08m | Selatan | Miring ke Selatan | 00.00% | 5.22° |
Dari beberapa data tersebut jika Imkanur rukyat menggunakan Irtifa 2° dan usia hilal 6 jam, maka kemungkinan Awal bulan Syawwal 1447 H. / 2026 M. Mayoritas akan jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026.
Akan tetapi sebagai warga negara yang baik hedaknya menunggu keputusan pemerintah melalui sidang Itsbat yang akan di laksanakan pada Kamis 19 Maret 2026. Hal itusesuai perintah Allah dalam QS. An-Nisa’: 59:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًاࣖ ٥٩
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi Muhammad) serta ululamri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunahnya) jika kamu beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih baik (bagimu) dan lebih bagus akibatnya (di dunia dan di akhirat).QS. An-Nisa’: 59.
Selamat hari raya idul fitri, minal aidin walfaizin mohon maaf lahir dan batin.
*) Guru MTs Miftahul Ulum 2 Bakid


