logo_mts192
0%
Loading ...

Pintu Khusus untuk Orang-Orang yang Berpuasa

Share the Post:
Pintu Khusus untuk Orang-Orang yang Berpuasa

Oleh : Lukman Hakim, SH *)

Setiap amal kebaikan memiliki balasannya. Namun ada amal tertentu yang mendapatkan keistimewaan yang sangat besar di sisi Allah. Salah satunya adalah puasa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

فِي الجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ، لَا يَدْخُلُهُ إِلَّا الصَّائِمُونَ

Di surga ada delapan pintu. Di antaranya ada satu pintu yang disebut Ar-Rayyan. Tidak ada yang memasukinya kecuali orang-orang yang berpuasa.” (HR. Bukhari)

Hadis ini memberi gambaran yang begitu indah tentang kemuliaan orang-orang yang berpuasa. Di surga yang penuh kenikmatan itu, Allah menyediakan satu pintu khusus yang hanya diperuntukkan bagi mereka yang menjaga puasanya.

Nama pintu itu adalah Ar-Rayyan, yang berarti “yang sangat menghilangkan dahaga”. Nama ini seakan menjadi jawaban dari rasa haus yang pernah dirasakan oleh orang-orang yang berpuasa ketika hidup di dunia.

Baca Juga

Saat Rasulullah memasuki Penghujung Ramadan

Selama berpuasa, seseorang menahan dirinya dari minum meski tenggorokannya terasa kering. Ia menahan diri dari makan meski perutnya lapar. Semua itu dilakukan bukan karena tidak ada makanan atau minuman, tetapi karena ketaatan kepada Allah.

Di siang hari Ramadan, mungkin ada saat-saat di mana rasa haus begitu terasa. Terutama ketika matahari terik dan aktivitas tetap berjalan seperti biasa. Namun orang yang berpuasa tetap bersabar, menunggu hingga waktu berbuka tiba.

Allah tidak pernah melupakan pengorbanan kecil itu.

Kelak di akhirat, orang-orang yang bersabar dalam puasanya akan dipanggil melalui pintu yang khusus disediakan untuk mereka. Sebuah pintu yang menjadi tanda kemuliaan dan penghargaan dari Allah.

Bayangkan betapa membahagiakannya ketika seseorang dipanggil untuk memasuki surga melalui pintu itu. Sebuah pintu yang tidak dimasuki oleh semua orang, tetapi hanya oleh mereka yang sungguh-sungguh menjaga puasanya.

Hadis ini mengajarkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga beberapa jam. Ia adalah ibadah yang nilainya sangat besar di sisi Allah.

Rasa lapar yang kita rasakan hari ini akan berlalu ketika azan Maghrib berkumandang. Dahaga yang kita tahan akan hilang dengan seteguk air saat berbuka.

Namun kesabaran yang kita jalani dalam puasa bisa menjadi sebab dibukanya pintu khusus di surga.

Semoga setiap rasa lapar yang kita tahan, setiap dahaga yang kita sabar hadapi, dan setiap hari puasa yang kita jalani menjadi jalan bagi kita untuk dipanggil suatu hari nanti melalui pintu Ar-Rayyan—pintu yang hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang berpuasa.

*) Guru MTs Miftahul Ulum 2 Bakid

Join Our Newsletter