logo_mts192
0%
Loading ...

Aku & Pesantren Bagian 6

Share the Post:
Aku & Pesantren Bagian 6

Karya: Shinta Fairuzzuhro *)

UJIAN, TANGIS, DAN KEKUATAN

Semakin lama, pelajaran di sekolah semakin sulit. Ada kalanya aku merasa tidak sanggup mengikuti semuanya. Tugas menumpuk, hafalan bertambah, dan kegiatan pesantren tetap berjalan seperti biasa tanpa memberi jeda. Tubuh rasanya lelah, pikiran pun penat. Kadang aku bertanya pada diri sendiri, “Bisakah aku bertahan sampai akhir?”

Baca Juga

Aku & Pesantren Bagian 5

Pernah suatu malam, aku menangis diam-diam di balik selimut. Air mata turun begitu saja, seakan semua beban ingin keluar sekaligus. Namun temanku yang tidur di sebelahku menyadarinya. Ia menepuk bahuku pelan dan berkata,
“Tenang… kita bisa kok. Pelan-pelan aja. Kamu nggak sendirian.”

Kalimat sederhana itu terasa seperti pelukan yang menenangkan. Ada kekuatan baru yang muncul setelahnya. Ternyata, memiliki teman yang mengerti adalah berkah yang tidak ternilai.

Hari demi hari berlalu, dan ujian akhirnya tiba. Suasana pesantren berubah menjadi lebih sunyi dan serius. Semua orang belajar di mana-mana—di aula, di teras, bahkan di tangga asrama. Aku pun belajar siang dan malam, berharap tidak mengecewakan mama dan ayah yang selalu mendoakanku.

Ketika hasil ujian dibagikan, jantungku berdebar. Nilai pertamaku tidak sempurna, tapi cukup memuaskan. Saat melihat angka-angka itu, aku tersenyum bangga. Bukan karena hasilnya, tetapi karena perjuanganku akhirnya berbuah manis.

Dari sini aku sadar satu hal penting:
Pesantren bukan hanya tempat belajar agama.
Bukan hanya tempat menghafal dan mengerjakan tugas.

Pesantren adalah tempat membentuk kekuatan diri—kekuatan untuk bertahan, berjuang, dan tidak menyerah meski rasa lelah sering datang.

Bersambung…..

*) Siswi Kelas 8 MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul

Join Our Newsletter