logo_mts192
0%
Loading ...

2026: NU, Muhammadiyah dan Pemerintah -Mungkinkah Lebaran Bersama?

Share the Post:
2026: NU, Muhammadiyah dan Pemerintah -Mungkinkah Lebaran Bersama?

Oleh : Fathur Rahman, S.Pd.I., M.Pd *)

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026, berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Sementara itu, NU memprediksi Idul Fitri akan jatuh pada 21 Maret 2026 sesuai dengan hasil kesepakatan Muktamar NU ke-34 dan Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 1/2026, karena kondisi hilal belum memenuhi kriteria MABIMS. Pemerintah melalui Kemenag menunggu hasil rukyatul hilal dan sidang isbat pada 19 Maret 2026 untuk menentukan apakah Lebaran pada 20 atau 21 Maret 2026.

Penetapan Muhammadiyah

Muhammadiyah menggunakan KHGT dari Musyawarah Nasional XXXII Tarjih, dengan kriteria elongasi 8° dan tinggi hilal 5° saat matahari terbenam sebelum 24.00 UTC di wilayah seperti Makkah. Majelis Tarjih PP Muhammadiyah menyatakan seluruh parameter astronomis terpenuhi, sehingga 1 Syawal berlaku global pada 20 Maret 2026. Penetapan ini bertujuan menyatukan umat Islam dunia dalam satu kalender hijriah.

Baca Juga

Awal Ramadlan, Kenapa Pemerintah, NU dan Muhammadiyah Berbeda?

Prediksi Nahdlatul Ulama’

Sementara Lembaga Falakiyah PBNU  memperkirakan 1 Syawal akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, karena hilal belum mencapai kriteria pengamatan. Prediksi ini selaras dengan tradisi NU yang menunggu hasil rukyatul hilal dan sidang isbat pemerintah.

Demikian itu berdasarkan hadits Nabi Muhammad saw yang menganjurkan umatnya untuk melakukan rukyatul hilal: 

   َعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَال: قَال النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّ: صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ، فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِينَ

Artinya, “Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Nabi saw bersabda: “Berpuasalah karena melihatnya (hilal) dan berbukalah karena melihatnya. Jika terhalang oleh awan, maka sempurnakanlah hitungan bulan Sya’ban menjadi tiga puluh hari.” (HR Muslim). 


Sikap Pemerintah / Kemenag

Dan Pemerintah melalui Kementerian Agama nantinya akan menggelar sidang isbat pada 19 Maret 2026 untuk penentuan resmi 1 Syawal 1447 H, kemungkinan 20 atau 21 Maret berdasarkan rukyat nasional.

Peluang Kesamaan Tanggal dengan Muhammadiyah pada 20 Maret dan NU/pemerintah berpotensi 21 Maret, Lebaran bersama tampaknya sulit kecuali salah satu pelaksana rukyatul hilal Lembaga Falakiyah PCNU di seluruh Indonesai berhasil melihat hilal pada Kamis 19 Maret 2026. Maka kemungkinan lebaran bersama anatara NU, Muhammadiyah dan Pemerintah itu akan nyata. 

Berikut beberapa data hilal pada Kamis 19 Maret 2026 dari beberapa referensi kitab klasik hingga kontemporer :

Sullam Al NairoiniJumat Legi, 20/319:32 WIS / 07:07 WIB05°16′00h 21mSelatan MatahariMiring ke Utara02.07%1.79°
Tadzkiroh al-IkhwanJumat Legi, 20/320:24 WIS  / 07:58 WIB04°50′00h 19mSelatan MatahariMiring ke Utara02.04%1.76°
Fathu al-Rouf al-MannanJumat Legi, 20/320:24 WIS / 07:58 WIB04°50′00h 19mSelatan MatahariMiring ke Utara02.04%1.76°
Muntaha Nataiji al-AqwalJumat Legi, 20/307:25 WIS / 19:00 WIB04°01′00h 16mSelatan MatahariMiring ke Selatan00.25%5.52°
Nuru al-AnwarJumat Legi, 20/320:49 WIS / 08:23 WIB02°10′00h 11mUtara MatahariMiring ke Utara-02.38%5.51°
Irsyadu al-MuridSabtu Pahing, 21/321:08 WIS / 08:27 WIB01°51′00h 15mUtara MatahariMiring ke Utara00.14%5.48°
Faidlu al-KarimJumat Legi, 20/320:24 WIS / 07:58 WIB04°50′00h 19mSelatan MatahariMiring ke Utara02.04%1.76°
Badiatu al-MitsalJumat Legi, 20/307:16 WIS / 18:51 WIB04°00′00h 16mUtara MatahariMiring ke Utara00.25%5.51°
EphemerisJumat Legi, 20/320:39 WIS / 08:14 WIB02°03′00h 08mSelatanMiring ke Selatan00.00%5.22°

Dari beberapa data tersebut jika Imkanur rukyat menggunakan Irtifa 2° dan  usia hilal 6 jam, maka kemungkinan Awal bulan Syawwal 1447 H. / 2026 M. Mayoritas akan jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026.

Akan tetapi sebagai warga negara yang baik hedaknya menunggu keputusan pemerintah melalui sidang Itsbat yang akan di laksanakan pada Kamis 19 Maret 2026. Hal itusesuai perintah Allah dalam QS. An-Nisa’: 59:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًاࣖ ۝٥٩

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi Muhammad) serta ululamri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunahnya) jika kamu beriman kepada Allah dan hari Akhir. Yang demikian itu lebih baik (bagimu) dan lebih bagus akibatnya (di dunia dan di akhirat).QS. An-Nisa’: 59.

Selamat hari raya idul fitri, minal aidin walfaizin mohon maaf lahir dan batin.

*) Guru MTs Miftahul Ulum 2 Bakid

Join Our Newsletter