
MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul kembali melaksanakan kegiatan supervisi pembelajaran sebagai bagian dari komitmen madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Jatiroto, Lumajang, kembali menggelar agenda rutin bulanan, Focus Group Discussion (FGD) pada Rabu (28/1/2026).
Keluarga besar MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul Jatiroto Lumajang melaksanakan takziyah ke Desa Sumberanyar, Rowokangkung, pada Selasa, 28 Januari
MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul melaksanakan kegiatan supervisi pembelajaran mata pelajaran Matematika di kelas VII pada Senin (26/01/2026). Kegiatan
MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul Jatiroto Lumajang resmi menggelar kegiatan supervisi pembelajaran yang melibatkan seluruh guru dan tenaga pendidik
Karya: Shinta Fairuzzuhro *) SAHABAT BARU, CERITA BARU Hari-hari berlalu, dan aku mulai mengenal banyak teman. Ada yang lucu, pendiam,
Karya: Shinta Fairuzzuhro *) HARI PERTAMA MASUK PESANTREN Hari pertama masuk tiba. Udara pagi terasa lebih dingin dari biasanya. Aku
Karya: Shinta Fairuzzuhro *) PENDAFTARAN MTs Hari pendaftaran MTs akhirnya tiba. Aku dan kedua orang tuaku berangkat dari rumah dengan
Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Husen, S.Pd.I menghadiri pertemuan rutin triwulan ke-4 Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Kabupaten
Prestasi akademik kembali ditorehkan oleh MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Jatiroto, Lumajang. Sebanyak lima siswi berhasil meraih lima medali
Kepala MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Jatiroto, Kabupaten Lumajang, menggelar rapat koordinasi bersama Komite Madrasah dan tokoh masyarakat pada
MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Jatiroto, Lumajang, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan prestasi akademik peserta didik dengan mengikuti

Day: October 20, 2020

Santri Tulen (Semeru Police Movie Competition)
Bakir, seorang santri yang gemar membaca,cakap dalam berdebat juga terkenal aalim di kalangan teman-temannya. Suatu ketika, ditugaskan mengambil buku diluar pesantren bersama sahabat karieb nya oleh ustadznya. Bakir menempuh perjalanan cukup jauh demi melaksanakan perintah (PAKON-MADURARED). Nahasnya, dalam perjalanannya dia harus berurusan dengan polisi lalulintas. Sehingga terjadilah debat antara santri tulen dan pak polisi lalu lintas.
