Karya: Shinta Fairuzzuhro *)
HARI PERTAMA MASUK PESANTREN
Hari pertama masuk tiba. Udara pagi terasa lebih dingin dari biasanya. Aku berangkat bersama orang tua dengan hati yang terus berdebar. Sesampainya di pesantren, aku melihat banyak santri baru—semuanya tampak sama gugupnya denganku.
Kami diarahkan menuju asrama. Aku ditempatkan di lantai dua bersama sepuluh santri lainnya. Semuanya tampak asing, tapi mereka ramah dan cepat akrab.
Setelah orang tuaku berpamitan, aku tidak dapat menahan air mata. Melihat mama dan ayah berjalan menjauh membuat dadaku terasa sesak. Aku berusaha tersenyum, tapi mataku memanas.
Malam pertama di pesantren terasa sangat panjang. Aku mendengar suara tangis beberapa santri lain. Rupanya bukan hanya aku yang mengalami kangen dan gelisah. Aku mencoba tidur, tapi tetap saja air mata menetes.
Namun ketika pagi tiba, hatiku sedikit lebih baik. Kegiatan pesantren dimulai sejak subuh—sholat berjamaah, mengaji, bersih kamar, lalu sekolah. Hari-hariku mulai terisi dengan rutinitas baru.
Pelan-pelan, aku belajar menerima keadaan bahwa inilah jalan hidup baruku.
Bersambung ……
*) Siswi Kelas 8 MTs Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul


