Tindakan Preventif Cegah Bullying, Madrasah Launching Program Anti Perundungan & Kekerasan (APK),

Perundungan (bullying) dan kekerasan kerap sering ditemukan di lingkungan sekolah/madrasah. Tindak perilaku perundungan maupun kekerasan di sekolah/madrasah perlu menjadi perhatian khusus oleh banyak pihak. Oleh karena itu, dibutuhkan solusi untuk mencegah dan mengatasinya.

Mts. Miftahul Ulum 2 Bakid melalui Program Waka Kesiswaan bekerjasama dengan Bimbingan Konseling Madrasah dengan wali kelas sebagai pelaksana di tataran kelas menyusun Program Anti Perundungan & Kekerasan (APK) agar dapat mencegah dan mengatasi serta memberikan mental recovery kepada korban maupun pelaku perundungan dan kekerasan.

Adapun langkah-langkah Program APK ini, yaitu:

  1. Melakukan Survei

Tahap awal dari Program APK adalah melakukan survei terhadap peserta didik, wali kelas, dan juga guru-staf seputar perundungan dan kekerasan di lingkungan madrasah. Mereka diberikan pertanyaan-pertanyaan sederhana mengenai perundungan dan kekerasan, misalnya seperti pernahkan melakukan perundungan atau kekerasan, pernahkah menjadi korban perundungan atau kekerasan, apa yang dilakukan ketika melihat perundungan atau kekerasan, dan sebagainya.

Survei dilakukan secara anonim agar identitas responden tetap terjaga rahasianya. Dengan dilakukan survei, madrasah memiliki data perundungan dan kekerasan yang dapat dijadikan landasan pemetaan masalah maupun tindakan selanjutnya.

  1. Pemilihan Agen Perubahan

Pemilihan agen perubahan dilakukan saat pemilihan anggota OSIM dan anggota Pramuka. Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan terkait perundungan dan kekerasan. Mereka yang terpilih menjadi bagian OSIM (Organisasi Siswa Intra Madrasah) dan Pramuka diharapkan memiliki kecakapan untuk mencegah terjadinya perundungan dan kekerasan di lingkungan madrasah.

Pemilihan agen perubahan ini melibatkan OSIM dan Pramuka bertujuan untuk bisa mempengaruhi peserta didik lain agar peduli terhadap kasus perundungan yang terjadi di sekitarnya. Pembina OSIM, Pembina Pramuka, Guru PPKn, Guru Al’quran Hadist, dan Guru Aswaja menjadi bagian dari agen perubahan.

  1. Pelatihan Agen Perubahan

Para agen perubahan yang sudah terpilih selanjutnya akan menjalani sesi pelatihan kurang-lebih selama 10 pertemuan.
Pelatihan ini memberikan materi seputar anti perundungan dan kekerasan termasuk tambahan materi tentang anti rokok dan narkoba kepada agen perubahan.

Agar efektif, pelatihan dilakukan satu kali dalam dua minggu sehingga Program APK ini diestimasikan segera berjalan di semester berikutnya.

  1. Kampanye Program APK (Anti Perundungan & Kekerasan)

Setelah para agen perubahan diberi pelatihan mengenai perundungan dan kekerasan, satuan pendidikan mengadakan sosialisasi dan kampanye aktif Program APK ini wajib diikuti oleh seluruh civitas madrasah.

Kampanye-kampanye ini dapat diselenggarakan dengan berbagai ide kreatif dari para agen perubahan, bisa berbentuk penandatanganan deklarasi anti perundungan dan kekerasan, menyisipkan muatan anti perundungan dan kekerasan selama KBM maupun saat kegiatan siswa, ataupun ide-ide kreatif lainnya.

  1. Evaluasi Program APK

Mengevaluasi setiap kampanye yang telah dijalankan. Selain itu melakukan survei ulang tiap semester agar mendapatkan data terbaru terkait Program APK ini.

Program ini salah satu ikhtiar agar madrasah dapat menjadi lingkungan yang ramah untuk menjalankan proses belajar-mengajar tanpa ada perundungan maupun kekerasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *