Pertemuan KKMTs : Pengawas Madrasah Berikan Pembinaan

Pertemuan KKMTs : Pengawas Madrasah Berikan Pembinaan

Pertemuan Rutin Triwulan KKMTs Kabupaten Lumajang dimanfaatkan betul oleh pengurus KKMTs Kabupaten. Tidak hanya memberikan info-info terkini tentang agenda kegiatan kemadrasahan, pengurus KKM juga meminta para pengawas bina untuk memberikan pembinaan dan motivasi kepada Kepala Madrasah yang hadir dalam mengelola pendidikan ke depan.


Pembinaan pertama disampaikan oleh Drs Achmad Junaedi, MM. Asesor senior BAN S/M Provinsi Jawa Timur ini memaparkan materi tentang tantangan madrasah ke depan khususnya fenomena kasus bullying yang kerap terjadi di beberapa lembaga pendidikan.


Pria yang akrab disapa Abah Jun ini mengatakan kepala madrasah dan para guru harus berikhtiar agar di madrasah tidak terjadi Perundungan dan bullying dengan membuat program kerja yang kongkrit untuk pencegahan Bullying dan anti kekerasan.

Baca Juga

PERTEMUAN TRIWULAN KKMTS. LUMAJANG DI MTS. HIDAYATUL HASAN BLUKON


Program anti perundungan harus berkolaborasi dan bersinergi dengan seluruh pendidik, tenaga pendidik dan komite madrasah. Karenanya, agar terarah dan terukur, Kepala Madrasah : 1. Membuat SK Tim Anti Perundungan. Guru BK layak sebagai ketua Tim dan melibatkan semua guru; 2. Menyusun Program Anti Perundungan, 3. Mensosialisasikan kepada seluruh warga madrasah; 4. Menjadwal Jam Kosong dan Jam Istirahat; 5. Memasang CCVT di setiap kelas dan berbagai sudut madrasah. 6. Keteladanan Pendidik dan Tendik


Pembinaan kedua dipaparkan oleh Ketua Pengawas Tingkat MTs ibu Sri Wahyuni. Pengawas yang pernah memegang mata pelajaran Geografi ini menyampaikan hasil evaluasi pelaksanaan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) tahun 2023.


Hasil evaluasi para pengawas menunjukkan bahwa para kepala masih lebih dominan dalam pemenuhan dokumen instrumen PKKM belum fokus dalam pengembangan madrasah. Berikut beberapa catatan hasil evaluasi PKKM Tahun 2023 : 1) Penyusunan EDM dan ERKAM masih berbasis aplikasi tidak real dengan kenyataan di lapangan. 2) Supervisi kurang ada tindak lanjut. 3) Kepala Madrasah yang berperan sebagai Pemimpin, Manajer, dan Supervisor masih kurang efektif.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 hingga 12.00 ditutup dengan doa dan ramah tamah di salah satu ruang konsumsi di lantai 1.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *