Perlombaan Kemerdekaan Ke-78: Cabang Pidato

Memasuki hari ketiga, ruang perlombaan oleh panitia disulap dengan dekorasi yang identik dengan warna merah putih. M Afif Umri, S.H menjelaskan tentang berubahnya laboratorium komputer dengan dipenuhi ornamen simbolik nasionalis ini guna menciptakan aura patriotisme dan menstimulasi peserta agar menjiwai isi pidato yang dibawakannya.

Sebelum perlombaan, masing-masing peserta dari tiap kelas telah dilatih oleh wali kelasnya, pun juga dengan isi pidato ditulis dari hasil kolaborasi tiga guru pengampu mapel Bahasa Indonesia. Ustadz Afif mengatakan bahwa peserta dapat memaksimalkan potensinya jika setiap wali kelas mau untuk melatihnya. Namun, jika wali kelas acuh maka teks pidato hanyalah sekedar teks tanpa terasa muatan pesan tersirat dan tersuratnya. “Jadi, di cabang lomba ini sebenarnya juga akan dinilai peran wali kelas”, begitu ungkap pengampu ekskul kaligrafi.

Bertindak sebagai juri bagi peserta siswa putra yaitu Waka Kurikulum Husen, S.Pd.I dan Ketua Panitia Hamzah Maulana R, S.H yang di Tahun Ajaran 2023-2024 ditunjuk sebagai pengampu ekskul pidato. Sedangkan juri bagi siswi putri yaitu pengampu ekskul pidato periode Tahun Ajaran 2022-2023 Mahrus Sholeh, S.H dan Waka Humas Danang Satrio P, S.Psi.

Bagaikan orator, para peserta berorasi dengan gayanya masing-masing. Ada yang berapi-api dengan tempo cepat, ada yang santai tanpa banyak bahasa tubuh dengan ketegasan intonasi, sebaliknya ada yang menonjolkan bahasa tubuh dan mimik wajah, ada pula yang meniru model pidato da’i. Panitia menyediakan sedikitnya delapan teks yang dapat dipilih secara bebas oleh para peserta di babak penyisihan. Kemudian untuk babak final, panitia yang akan memilihkan sesuai rekomendasi dari dewan juri, tujuannya untuk semakin memperlihatkan bakatnya tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *