PAS Hari Kelima : PKn dan Fikih

Sabtu (3/12/2022), Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dan Mapel Fiqih merupakan dua mapel yang diujikan di hari kelima PAS Ganjil 2022-2023. Sejak lima menit sebelum ujian berlangsung, terlihat peserta maupun pengawas telah siap memulai ujian.

Abdul Ghofur, S.E selaku pengampu Mapel Pkn di Kelas IX menyatakan bahwa materi soal lebih banyak tentang pendidikan karakter ketimbang hafalan, “ada sedikit porsi untuk hafalan undang-undang dan sejenisnya, di semester ini kami guru PKn bersama guru Aswaja dan akidah akhlak menyusun soal-soal lebih kepada pendidikan karakter, misalnya mengenai moderasi beragama, penanaman budi pekerti, dan semacamnya”.

Baca Juga

PAS HARI KEEMPAT : BAHASA INGGRIS DAN SKI

Ujian semester yang notabene outputnya mengenai penilaian/capaian belajar siswa diharapkan dapat pula berimplikasi pada perubahan pola pikir dan perilaku pada siswa. Hal ini diutarakan oleh Muhammad Ismail, S.Pd, dirinya berharap perilaku anak-anak yang kerap ditampilkan oleh siswa berangsur-angsur dapat berubah menjadi sikap yang mandiri dan memiliki komitmen untuk belajar dengan serius.

“Benar apa yang diutarakan Pak Ghofur tadi, bahwa dengan siswa diberikan pemahaman dan pengetahuan dapat menjadi dasar pekerti yang baik. Saya hanya menginginkan agar siswa dapat mandiri dan serius dalam menempuh pendidikan” pungkas guru matematika yang juga sebagai pembina pramuka madrasah.

Soal-soal ujian Mapel Pendidikan Kewarganegaraan yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari tidak menyulitkan siswa dalam menyelesaikannya. Kendati level soal ada pada kategori HOTS, banyak dari peserta keluar ruangan sebelum bel berdering.

Di jam kedua, setelah istirahat, Mapel Fiqih diujikan. Dua pengawas ruang ujian putri untuk Kelas VII, Mahrus Ali, S.H dan Abdul Halim, S.H, mendapatkan banyak keluhan dari siswa mengenai adanya beberapa soal-soal yang tercetak tidak sempurna. Dalam kesempatan itu, menurut keterangan keduanya saat dimintai keterangan selepas ujian terkait situasi ujian di gedung putri, katanya bahkan ada siswi Kelas VII tersebut yang menanyakan jawaban langsung.

Berbeda dengan Kelas VIII dan Kelas IX Putri, meskipun sambil menggerutu kegerahan karena panasnya cuaca, tak sekalipun dari mereka izin keluar ruangan. Menurut Lailatul Masruroh salah seorang siswi, akan lebih baik bersabar menahan gerah agar segera merampungkan seluruh soal.

Zainuddin, M.Pd yang dihubungi via seluler oleh panitia ujian menjelaskan beberapa soal kepada pengawas dan memohon agar meneruskan penjelasan darinya ke siswa-siswi sehingga memahami maksud soal yang dirasa ambigu maupun kurang jelas. Kepada panitia dan pengawas, dirinya meminta maaf karena terpaksa tidak dapat membantu suksesi PAS di semester kali ini.

Sekedar informasi, pengampu Mapel Fiqih ini sedang melanjutkan studi doktoralnya melalui jalur Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Beasiswa S3 Dalam Negeri LPDP – Kementerian Agama RI. Bukankah luar biasa jika ada madrasah jenjang tsanawiyah yang gurunya bergelar doktor?

4 Replies to “PAS Hari Kelima : PKn dan Fikih”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *