MYRES 2023, Proposal Penelitian Siswa Gagal Melaju

Melalui ekstrakurikuler karya ilmiah remaja (Ekskul KIR) mengabarkan bahwa enam proposal penelitian siswa yang diajukan pada Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES) Tahun 2023 ini gagal melangkah ke tahapan selanjutnya. Zainal, M.Pd menginformasikan kepada awak media bahwa proposal yang lolos masih didominasi madrasah tsanawiyah berbasis sekolah negeri dibandingkan dengan sekolah swasta.

Ditanya mengenai jumlah total proposal penelitian yang masuk dari seluruh Indonesia, dirinya mengaku belum mengetahui karena dari pihak panitia juga belum menginformasikannya. Namun, ustadz yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) STAI Miftahul Ulum Lumajang ini sangat mengapresiasi manajemen madrasah yang istiqomah menstimulasi, mewadahi, dan memfasilitasi siswa maupun guru-guru pembimbing untuk berkarya di bidang penelitian.

Di lain pihak, Kepala Madrasah Sahroni, S.Pd.I., M.Pd yang dihubungi via telepon karena beberapa hari belakangan ini harus beristirahat total mengaku bangga meskipun tidak ada satupun proposal yang lolos. Menurutnya, kegagalan ini murni karena kesalahan manajemen madrasah karena alokasi waktu penyusunan penelitian yang dilakukan siswa dan jadwal guru pembimbing banyak benturan dengan kegiatan lain.

“Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada siswa maupun guru-guru pembimbing, kegagalan di MYRES tahun ini merupakan kesalahan saya sebagai pimpinan manajemen madrasah yang tidak maksimal mempersiapkan segala kebutuhan, terutama alokasi waktu saat penyusunan dan jadwal kegiatan yang ada di madrasah. Dengan keterbatasan kami selaku pengelola, mereka (siswa dan guru pembimbing) nyatanya dapat menyelesaikan proposal penelitian tersebut. Hal itu yang membuat saya bangga”, ujar Wakil Sekretaris PC LBM NU Lumajang ini.

Sikap kepala madrasah ini bukan tanpa alasan, kendati proses penyusunan mengalami beberapa hambatan pun hal itu tidak mengendurkan niat dan minat civitas yang dipimpinnya dalam berliterasi di bidang penelitian ilmiah. Terlepas kegagalan di event MYRES 2023, Ustadz Sahroni kembali memotivasi koleganya dari kalangan tenaga kependidikan untuk dapat menerbitkan karya buku atas namanya sendiri seperti yang telah beliau lakukan. Bahkan, pihak lembaga akan mensupport jika ada yang melakukannya mulai dari proses penulisan hingga penerbitan.

Dari informasi yang telah didapat tim redaksi madrasah, keenam judul proposal penelitian siswa di MYRES tahun ini, yaitu: Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) Di Madrasah (Studi Di MTs. Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul, Jatiroto, Lumajang); Implementasi Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Kecerdasan Buatan Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Arab Dengan Berbagai Tipe Multiple Intelligences; Proteksi Keamanan Anak Di Bawah Umur Menggunakan Tag RFID Aktif (PROKEA); Etnomatematika Pura Mandara Giri Semeru Agung: Eksplorasi Geometri Dan Pembelajarannya; MISTER (Madrasah Inspiring Student And Content Writer) – (Ekstrakurikuler Siswa Penggiat Literasi Di MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid); Nilai-nilai Pendidikan Karakter Dalam Kitab Nashaihul ‘Ibad Karya As-Syaikh Imam Nawawi Al-Bantani.

Meskipun MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid gagal, tetapi ada dua proposal penelitian dari siswa-siswa MTs. Negeri 1 Lumajang yang dikabarkan lolos mengharumkan nama Kabupaten Lumajang di kancah event peneliti muda yang diselenggarakan oleh Kemenag RI. Hal ini menegaskan bahwa potensi peserta didik madrasah Kabupaten Lumajang mampu bersaing untuk menjadi seorang peneliti dan yang pasti gerakan literasi tumbuh dalam iklim yang semakin baik.

Mewakili civitas madrasah kami ucapkan selamat kepada siswa-siswa MTs. Negeri 1 Lumajang dan semoga dapat melanjutkan hingga ke babak final di event Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES) Tahun 2023.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *