Menyambut Idul Fitri Dengan Akal dan Hati Yang Bersih | Dirosah Virtual Ramadhan 1444 H

Oleh : Abdul Rozaq, S.Sos *)

Sebentar lagi kita sebagai umat islam akan menyambut hari Raya Idul Fitri. Sepatutnya kita saling memaafkan satu sama lain, menghilangkan dendam yang ada didalam diri kita dan memulai kehidupan kita yang fitri. Tapi bukankan itu sulit? Ya memang sangat melupakan orang yang pernah dholim kepada kita, memaafkan orang yang pernah dholim kepada kita, melupakan hutang teman atau saudara kita yang dulunya ketika minjam melas melas dan ngemis ngemis, giliran ditagih malah marah – marah sampai marahnya lebh menakutkan dari pada yang nagih hutang.

Pada dasarnya ketika kita sudah niat untuk berbuat atau bertindak kepada seseorang maka kita juga harus siap dengan resiko yang kita terima. Ketika kita berbuat baik kita harus siap dapat imbalan atau tidak, ketika kita berbuat tidak baik kita juga harus siap dapat hujatan tidak baik dari orang sekitar.

Ada salah satu teori konseling menarik yang biasa saya pribadi gunakan pada seseorang dalam merubah pola pikir dan menurunkan ego. Teori ini yaitu REBT (Rational Emotif Behaviour Theraphy). teori ini bertujuan untuk merubah pikiran seseorang yang berasal dari irasional menjadi rasional. Sering kita diposisikan seperti akan melakukan sesuatu tidak jadi karena kebanyakan mikir dan timbul sebuah ketakutan, sehingga rencana yang telah kita rencanakan tidak dapat terealisasi. Kebanyakan dari kita mau berbuat baik itu mikir dua kali. Apalagi kalau mau berbuat baik kepada seseorang yang tidak pernah baik kepada kita. Kita nanti dapat apa dari dia, jangankan apresiasi, ucapan terima kasih saja tidak akan dapat.

Lah ini akhirnya yang menghentikan kita untuk berbuat baik. Contoh laginyang sering terjadi yaitu ketika kita sudah di dholimi atau di kucilkan oleh teman sekitar, seolah olah itu salah mereka yang memang tidak tau terima kasih atau lainnya. Kita tidak pernah merhusabah diri atau intropeksi diri sendiri ada apa dengan diri saya? Kok mereka menjauhi saya.

Maka dari sinilah teori ini sangat berguna sering sering  mengaca pada diri sendiri bahwa semua apa yang kita dapat itu adalah buah dari apa yang telah kita lakukan.

Maka di hari yang fitri esok mari kita awali dengan pikiran yang sehat hati yang bersih dan utamanya mari kita perbaiki hubungan yang selama ini tidak baik menjadi baik, hubungan yang renggang mari kita pererat lagi. Semoga dihari yang fitri esok kita dijadikan insan yang jauh lebih baik lagi.

*) Guru BK MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *