Mengenal Karya Tulis dan Atributnya

Oleh : Mochammad Fathur Rosi, S.H.*)

Website MTs. Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul Jatiroto setiap hari update sebuah berita maupun penulisan dari para guru serta para tenaga tata usaha. Kegiatan tersebut tak lepas dari manajemen kepala madrasah yang mampu mengupayakan hal-hal terkait dengan budaya literasi.

Suatu ketika dalam kegiatan NGOPI anekdot dari Ngobrol Pintar Edukasi (salah satu kegiatan internal dewan guru dan tenaga tata usaha) dalam konteksnya membangun budaya literasi beliau menyampaikan pepatah lama, yaitu “satu anak panah hanya mampu menembus satu kepala; sedangkan satu ide/gagasan mampu menembus berjuta kepala”. Dari pepatah tersebut beliau mengharapkan lembaga yang dipimpinnya tidak sekedar meluluskan siswa, namun lebih dari itu civitas akademika madrasah ini nantinya mampu menyelesaikan masalah-masalah di masyarakat bahkan negeri ini melalui sebuah ide/gagasan yang dituangkan dalam karya tulis sebagai pijakan untuk do it for something. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah membiasakan untuk mengenal karya tulis dan segala atributnya.

Sebuah karya tulis apapun bentuknya tentu menggunakan teks deskriptif secara fungsional bertujuan untuk mengkomunikasi sebuah ide. Teks deskripsi umumnya berbentuk paragraf digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu sebagaimana yang disajikan. Dalam menulis deskripsi, seorang penulis diharapkan mampu menggunakan beberapa komponen di dalamnya seperti tata bahasa, gaya bahasa, juga penggunaan kata. Selain itu, penulis harus mampu menyajikannya dalam urutan meliputi identifikasi dan deskripsi. Banyak hal yang dapat dideskripsikan, antara lain: orang, hewan, tumbuhan, benda, bahkan sebuah kejadian & suasana yang tak terjangkau indera sekalipun.

Satu anak panah hanya mampu menembus satu kepala; sedangkan satu ide/gagasan mampu menembus berjuta kepala

Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa, bersama dengan keterampilan menyimak, berbicara, dan membaca. Keterampilan menulis turut dikembangkan dalam pembelajaran bahasa. Kegiatan menulis meliputi proses berpikir dan mengolah yang berkesinambungan sehingga memungkinkan dalam pembelajaran atau kegiatan menulis terdapat proses berpikir, mengolah tulisan, berpikir kembali, kemudian mengolahnya kembali. Pada akhirnya akan dihasilkan tulisan yang baik dari proses tersebut. Oleh karena itu, keterampilan menulis termasuk dalam kemampuan produktif yang di dalamnya terdapat keterampilan proses dan produk hasil.

Seperti ketiga keterampilan lainnya, kegiatan menulis memiliki tingkat kesulitan dan karakteristik unik. Menulis mencakup beberapa keterampilan sekaligus, yakni: mengidentifikasi pernyataan, mengorganisasikan pernyataan-pernyataan, mengevaluasi, serta memperbaiki keutuhan. Proses ini tidak hanya sekedar menyusun kalimat namun juga dituntut untuk menginterpretasikan ide-ide melalui tulisan yang tersusun secara benar serta pemilihan kata yang tepat.

Ide merupakan awal dari suatu karya. Menulis memiliki beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh seorang penulis yakni penggalian ide, membuat kerangka, mengevaluasi, kemudian menyempurnakan ide yang telah dikembangkan dalam sebuah kerangka kemudian dikembangkan kembali ke dalam sebuah kalimat dan paragraf yang mampu dideskripsikan. Untuk itu, dalam menulis diperlukan keterampilan untuk melihat segala sesuatu dari banyak perspektif, kemudian mengorganisasikan ide-ide yang didapatkan, lalu menyusun kata per kata hingga menjadi kalimat, agar tersusun paragraf sampai tampak sebuah teks utuh.

Melatih dan membiasakan diri dalam kegiatan penulisan sebenarnya membantu meregenerasi sel otak juga menstimulasi kondisi psikis untuk terus produktif, hal inilah secara tak langsung yang sedang diupayakan oleh civitas akademika MTs. Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul dengan gerakan literasinya agar tetap dalam kondisi on fire.

*) Kepala Tata Usaha MTs. Miftahul Ulum 2 Banyuputih Kidul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *