Mengembalikan Tujuan Indonesia Merdeka (Memperingati Dirgahayu RI Ke-76)


Oleh: Fathur Rahman, S.Pd.I *)

17 Agustus 1945 tepatnya pada hari Jum’at tanggal 09 Ramadhan 1364 H. Proklamasi kemerdekaan itu dibacakan oleh Bung Karno di Jakarta. Dengan ini Indonesia menyatakan kemerdekaannya dari segala bentuk penjajahan yang sangat tidak berprikemanusiaan dan tentunya sangat merugikan bangsa ini selama lebih dari tiga setengah abad baik dari segi sosial, ekonomi, pendidikan sumberdaya alam dan lain sebagainya.

Dengan semangat yang menggelora dalam jiwa para pejuang dan pendiri bangsa ini, harta dan bahkan nyawapun mereka pertaruhkan demi tercapainya sebuah tujuan yaitu menjadi “Bangsa Merdeka dan Berdaulat”. Yaitu sebuah kemerdekaan yang seutuhnya yakni merdeka dalam sosial, merdeka dalam hal ekonomi, merdeka dalam pendidikan, merdeka dalam berfikir dan lain sebagainya.

Disamping kemerdekaan merupakan hak segala bangsa, apa yang di cita-citakan oleh para pejuang dan pendiri bangsa ini tertuang dalam pembukaan UUD 1945, yaitu: “Untuk kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamian abadi serta keadilan sosial”.

Baca Juga :

PENDIDIKAN DALAM ARUS PERUBAHAN

76 Tahun Indonesia sudah merdeka, namun sudah sesuaikah dengan apa yang di cita-citakan oleh para pejuang dan pendiri bangsa ini? Sudahkah bangsa ini sejahtera, sudah cerdaskah kehidupan bangsa ini, sudahkah rakyat ini merasa aman dan sudahkah keadilan telah terasa bagi seluruh rakyat Indonesia? atau bahkan kita ini malah dijajah oleh bagian dari bangsa kita sendiri yang dilatarbelakangi oleh sebuah kepentingan-kepentingan dan keuntungan pribadi atau kelompok–kelompok tertentu. Terlebih dalam mengahadapi kondisi saat ini, di usia 76 tahun merdeka Indonesia menghadapi wabah yang dampaknya begitu sangat terasa bagi seluruh elemen masyarakat namun tidak sedikit yang mengambil keuntungan dari terjadinya wabah ini dengan cara-cara yang kurang beradab dan tidak berprikemanusiaan layaknya penjajah.

Proklamasi kemerdekaan telah berlalu 76 tahun silam, para pejuang dan pendiri bangsa ini telah tiada namun semangat 45 itu tidak boleh sirna dalam jiwa dan harus tetap menggelora dalam jiwa segenap penerus bangsa ini. 17 Agustus diperingati bukan hanya sekedar untuk mengingat hari bahagia karena Indonesia merdeka pada hari tersebut, namun yang terpenting dari peringatan tersebut adalah bagaimana menjadikan 17 Agustus sebagai momentum untuk mengingat kembali pengorbanan para pejuang dalam menggapai sebuah kemerdekaan sekaligus untuk memupuk dan menumbuhkan kembali semangat juang para penerus bangsa ini dalam mengisi kemerdekaan dengan senantiasa berusaha mensejahterakan dan mencerdaskan kehidupan bangsa, memberikan rasa aman dan nyaman bagi sesama serta berusaha mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh elemen bangsa ini tanpa pandang kasta, demi tercapainya cita-cita para pendiri bangsa serta terwujudnya kemerdekaan yang seutuhnya menuju Indonesia maju dan sejahtera.

Dirgahayu Republik Indonesia, kami senantiasa berjuang dengan iklas dan penuh kesungguhan demi Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh.

*) Guru Bahasa Arab MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *