Membangun Sikap Anti Korupsi dengan Mengimplementasikan Sifat Wajib Bagi Rasul (Memperingati Hari Antikorupsi Sedunia 2022)

Oleh:  Sahroni, S.Pd.I., M.Pd *)

“Korupsi adalah pangkal dari berbagai tantangan dan masalah pembangunan: dari urusan penciptaan lapangan kerja, mutu pekerjaan, pelayanan masyarakat, hingga harga kebutuhan pokok. Kita takkan pernah lelah dan lengah untuk terus-menerus mendorong Indonesia yang bersih dan maju. Selamat Hari Antikorupsi Sedunia 2022.”  tulis Presiden Jokowi di akun media sosialnya pada tanggal 9 Desember 2022.

Apa yang ditulis Presiden Indonesia Ke-7 bukan hanya sekedar tulisan yang berangkat dari ruang hampa. Tulisan tersebut merupakan refleksi dari persoalan-persoalan yang nyata yang dihadapi bangsa Indonesia.

Budaya korupsi saat ini bukan saja menjadi persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia tetapi juga di berbagai negara di dunia. Korupsi memiliki dampak buruk yang bisa terjadi di segala bidang yang ada. Tindakan dan perilaku korupsi dinilai sangat buruk karena dapat merugikan banyak orang. Tindakan korupsi tidak hanya dapat dilakukan oleh orang yang memiliki jabatan tinggi saja, korupsi juga bisa dilakukan oleh pemangku kebijakan dan Kuasa Penggunan Anggaran yang paling rendah.

Baca Juga

MENJADI GURU SUKSES MENURUT AL-QUR`AN (REFLEKSI HARI GURU NASIONAL 2022)

Sudah berapa banyak para pejabat negara yang berurusan dengan KPK RI dan berakhir di balik jeruji besi. Mulai dari anggota dewan, menteri, gubernur, bupati bahkan hingga pemimpin yang paling bawah seperti kepala desa. Tidak hanya itu, korupsi juga telah masuk ke lembaga pendidikan yang seharusnya mengajarkan perilaku anti korupsi,  sehingga banyak kepala sekolah dan bendahara di berbagai daerah juga harus berurusan dengan penegak hukum karena telah mengkorupsi dana BOS.

Perilaku korupsi sebagaimana gambaran di atas  menunjukkan bahwa korupsi sudah menjadi bahaya laten bagi kemajuan bangsa. Pemberantasan korupsi tidak cukup hanya dibebankan kepada KPK yang jumlahnya segelintir orang saja.

Nabi Muhammad Pribadi Anti Korupsi

Dalam Islam, Nabi Muhammad saw merupakan sosok agung yang menjadi suri tauladan yang paling sempurna. Beliau mempunyai sifat-sifat yang selalu terjaga dan dijaga oleh Allah swt. Allah swt. Telah berfirman: “Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (Al-Ahzab: 21). Sifat yang dimaksud dikenal dengan sebutan sifat wajib Rasul atau pencerminan karakter Nabi Muhammad saw yaitu Shidiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (transparan) dam Fathonah (Cerdas).

Sifat-sifat yang masyhur dan sudah dihafalkan sejak usia dini tersebut sangat diucapkan namun begitu berat diimplementasikan dalam sebuah tindakan dan perilaku sehari-hari.

Seandainya para pemimpin kita mampu meneladani Rasulullah saw dan menjadikan empat sifat wajib bagi Rasul saw sebagai pondasi dan prinsip dalam semua kebijakan,  maka perilaku korupsi tidak akan dilakukan Perbuatan korupsi seringkali dilakukan atas dasar ketidakjujuran, tidak amanah dan tidak transparan (tabligh). Para oknum lebih memilih memperkaya diri sendiri dengan mengambil uang yang bukan haknya.

Rasulullah saw bersabda bahwa kejujuran adalah pangkal segala kebaikan. Jujur dalam berfikir, jujur dalam bertindak, jujur dalam berkata dan jujur dalam berperilaku. Begitu pun sebaliknya, kebohongan merupakan pangkal dam sumber kejahatan.

Seorang pelajar, mahasiswa, guru dan doaen harus jujur dalam berfikir. Menjawab soal ujian harua jujur bukan nyontek. Mahasiswa dalam mengerjakan tugas makalah dan skripsi dan lain-lain juga dituntut kejujurannya. Jangan asa copas dan replace nama penulis. Pun juga dosen dalam menulis jurnal ilmiahnya. Seorang pedagang wajib jujur dan tidak boleh curang atau menipu para pembeli. Apapun profesi dan jabatan kita, maka kejujuran dan amanah harus kita kedepankan.  Ketika sifat shidiq dan amanah ini hilang dari diri kita, maka sulit raaanya untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi.

Rasulullah saw bersabda :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ؛ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا. وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ؛ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا " (رواه مسلم)

Dari ‘Abdullah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Kalian harus berlaku jujur, karena kejujuran itu akan membimbing kepada kebaikan. Dan kebaikan itu akan membimbing ke surga. Seseorang yang senantiasa berlaku jujur dan memelihara kejujuran, maka ia akan dicatat sebagai orang yang jujur di sisi Allah. Dan hindarilah dusta, karena kedustaan itu akan menggiring kepada kejahatan dan kejahatan itu akan menjerumuskan ke neraka. Seseorang yang senantiasa berdusta dan memelihara kedustaan, maka ia akan dicatat sebagai pendusta di sisi Allah.

Allah swt berfirman

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا . يُصِْحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar,” niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung.” (Q.S.33:70-71)

Oleh karenanya, bila ada di antara kita yang masih belum diberikan kekuasaan, atau bahkan sudah diberikan, maka mulai saat ini mesti menanamkan di dalam diri kita untuk berupaya seoptimal mungkin meneladani sifat-sifat Nabi di atas, sehingga kita bukan hanya saja menjauhkan diri dari perbuatan korupsi, melainkan bahkan tidak pernah kepikiran untuk melakukan perbuatan tercela tersebut. 

*) Kepala MTs.. Miftahul Ulum 2 Bakid

2 Replies to “Membangun Sikap Anti Korupsi dengan Mengimplementasikan Sifat Wajib Bagi Rasul (Memperingati Hari Antikorupsi Sedunia 2022)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *