Materi Pembekalan Hari Kedua MATSAMA Putri Sesi Kedua: Pelatihan Jurnalistik Oleh Publis.id

Siswi putri MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid dalam MATSAMA (Masa Ta’aruf Siswa Madrasah) hari kedua setelah mendengar pemaparan tentang Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Rejama (KIR) dan kiat-kiat merekonstruksi kerangka berpikir dalam tulisan ilmiah dari pemateri Zainal, M.Pd, siswa diberikan ice breaking sederhana oleh Mahrus Soleh, S.H sekedar untuk penyegaran agar kembali fokus mengikuti materi berikutnya.

Dalam hal pembudayaan literasi, Waka Kesiswaan Zainul Arifin, S.H yang ditunjuk sebagai pelaksana MATSAMA tahun ini menggandeng Publis.id sebagai pemateri. Kesempatan ini pun digunakan pihak madrasah untuk menjalin kerjasama agar pengembangan literasi digital (media online madrasah) dapat terarah selayaknya Publis.id yang levelnya nasional. Penandatanganan MoU antara MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid dan Publis.id yang disaksikan seluruh siswi yang hadir ini ditandatangani oleh Kepala Madrasah Sahroni, S.Pd.I, M.Pd dan Pimpinan Redaksi Robith Fahmi, M.Pd.

Materi dari Pimred Publis.id di sesi kedua mengulas tentang menjaga mood dalam berkarya. Karena tidak dapat dipungkiri jika kegiatan membaca maupun menulis musuh terbesarnya adalah kemalasan dan menunda-nunda. Melihat audien yang berusia belia, Ustadz Robith mengajak peserta untuk akrab dengan bolpoin. Menurutnya, adanya bolpoin yang senantiasa melekat pada tubuh membuat kita lebih termotivasi untuk menulis, terlebih jika dalam satu waktu tiba-tiba mendapat ide atau menemukan kata baru setelah melihat suatu kejadian/fenomena maka tangan secara otomatis akan menuliskannya dan otak akan merespon untuk mencari kertas seadanya untuk sekedar menulis satu kata atau satu kalimat. Kemudian di saat ada waktu luang, tulisan di secarik kertas tadi dikembangkan menjadi paragraf-paragraf sehingga bisa dibaca utuh.

Pria yang menyelesaikan studi strata I di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini juga menceritakan kisah-kisah rekannya yang sukses menjadi penulis. Dalam kisah tersebut benang merah yang dapat direkfleksikan oleh peserta adalah istiqomah menikmati setiap proses membaca maupun menulis yang dimulai sejak masa remaja dan memperbanyak relasi pertemanan adalah bekal untuk dalam dunia yang serba digital.

Khusus sesi pelatihan jurnalistik, Ustadz Robith cenderung memberikan kiat-kiatnya kepada anggota OSIM dan anggota Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Rejama (KIR). Hal ini karena beliau tidak ingin membebani siswa baru, tetapi bagi kakak-kakaknya yang telah mendapatkan pengalaman pelatihan dari LumajangSatu.Com pelatihan jurnalistik perlu dilakukan. Hal tersebut senada dengan penyampaian kepala madrasah bahwa mulai tahun ajaran ini OSIM diberikan kewenangan untuk mengelola website OSIM, walaupun diberikan kewenangan tetap ada protokoler dari guru-guru pembina dan Waka Kesiswaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.